Ridwan Yasir Aulia

Postingan sebelumnya..

Kehamilan saya yang ketiga ini beda dengan dua kehamilan sebelumnya. Jujur saja, saya malah nggak sadar kalau lagi hamil.. Bahkan ketika dua sahabat SD saya -Dian dan Ita- mengabarkan kalau mereka sedang mengandung anak kedua, saya lempeng-lempeng aja nggak kepikiran mau testpack juga *apasih* 😛

Hingga akhirnya saya merasa kalau alergi saya kumat dan kali ini kumatnya lebih parah dari biasanya (saya punya alergi kulit). Seperti sudah menjadi rahasia umum para penderita alergi, maka rasa gatal di kulit akan terasa semakin menjadi kalau saya si penderita alergi lagi banyak pikiran, makan makanan tertentu dan dipengaruhi juga kadar hormon di dalam tubuh. Saking gatelnya, saya sempat mau minum obat pengurang rasa gatal. Untung belom jadi karena tiba-tiba saya teringat kalau saya juga kumat alerginya waktu hamil Reina. Jadi.. sayapun memutuskan untuk mengecek dengan testpack. Apalagi saya juga ngerasa akhir-akhir itu *karena udah lewat* emosi saya menjadi berkali lipat waktu menghadapi duo gesit Syifa-Reina. Padahal biasanya gak gitu-gitu amat.

Oke. Kayanya memang harus beli testpack paling murah dan mulai mengecek.

Dan hasilnya… positif!

Antara kaget dan nggak. Kagetnya karena saya nggak mengalami gejala mual dan muntah seperti waktu hamil anak pertama dan kedua dulu. Kehamilannya bisa dibilang lancar jaya. Semua serba mudah. (Itu sebabnya saya memilih nama Yasir untuk nama tengahnya). Dan nggak kagetnya karena saya memang nggak KB *pentung-pentung* 😆

Oke. Jadi saya hamil. Karena memang bulan itu saya nggak mens. Pertanyaan berikutnya adalah.. bulan kemaren mens nggak? Trus mens terakhir kapan? 😆

Nah loh?!

Saya lupaaa pisaaann… *dilindess*

Akhirnya saya periksa saja ke dokter. Pasrah dan ngaku lupa pisan kapan terakhir mens. Menurut hasil usg sih udah masuk 13 minggu. Jadi trimester pertama yang biasanya dijalani penuh kesabaran karena sering mual muntah, alhamdulillah di kehamilan kali ini saya nggak mengalaminya nggak sama sekali. Semakin ke belakangnya ya bisa dibilang termasuk lancar.

Yang membedakan kehamilan saya sekarang dengan sebelumnya adalah, mulesnya!

Kalau dua anak cewek saya itu, mules kontraksinya ya.. gitu deh. Tapi udah lupa lagi sampai akhirnya bayinya lahir. Nah yang sekarang mulesnya lebih-lebih deh kayanya. Bisa jadi sayanya yang semakin bertambah usia dan mulai menginjak kepala 3 *okesip*. Atau mungkin juga karena saya lupa lagi rasa mulesnya ya? *halagh*

Tapi yang penting, Ridwan lahir dengan selamat dan normal seperti dua kakaknya yang lain. Dan ternyata semakin ke belakang, anak saya milih jam lahir semakin malem aja. Mungkin tahu bapak dan emaknya tukang begadang kali ya? Hehehe

Ridwan lahir tepat jam 00.00 tanggal 23 September 2014. Mengalahkan rekor lahir paling malem sebelumnya yang dipegang Reina, yang lahir jam 22.20 WIB. 😀

Semoga Ridwan menjadi anak yang sholeh, baik hati, cerdas, serta menambah kebahagiaan dalam keluarga kecil kami, berguna dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya, juga nusa bangsa serta agamanya. Aamiin

Welcome home, dede ganteng.. :*

10351812_10204675180338609_4017770678767386507_n

10174918_10204963839034896_8857135666510776403_n
My ‘lil boy

 

 

Jagoan..

Setelah dua postingan pemanasan sebelumnya yang nggak terlalu penting, maka kali ini saya serius pengen cerita. Kenapa nggak dari tadi aja ya? Hihihi..

Jadi buat yang pengen tahu kabar terakhir saya *penting banget ya?!*, yang belom sempet ngider di facebook saya *iya, kalau facebook saya selalu tetep aktif ngegame*. Nggak ding, saya kumat nge-game lagi baru-baru ini aja kok. Kemarin-kemarin nggak. 😀

Kabar saya alhamdulillah sehat.. Dan semenjak tanggal 23 September 2014 jam 00.00 kemarin, anak saya resmi nambah 1 lagi. Iya. Syifa dan Reina punya adek baru. Horeeee… 😀 😀 😀

Saya belom cerita kan? 😉

Oya, namanya Ridwan Yasir Aulia.

Nanti cerita lengkapnya di postingan berikutnya aja ya. Ini saya kasih fotonya dulu. Karena si dede keburu nangis karena popoknya basah.. Hehehe…

 

Foto pas lahir..
Foto pas lahir..
Foto agak gedean dikit.. Udah bisa senyum.. :D
Foto agak gedean dikit.. Udah bisa senyum.. 😀

Alhamdulillah.. Akhirnya saya punya jagoan juga.. 😀

MUDIK

Melanjutkan cerita saya sebelumnya… Iya, yang postingan sebelah. Tadinya tahun ini saya berencana mau berlebaran di Surabaya. Mengingat sejak menikah Juli 2008, saya selalu berlebaran di kota Bandung. Pulang ke Surabayanya sebelum atau setelah lebaran. Lebih seringnya waktu mendekati Idul Adha sih. Nahh.. Tadinya.. Rencananya.. Tahun ini beda dikitlah. Apalagi anak-anak udah agak gede, jadi mudik mendekati lebaran dirasa cukup aman untuk semua.

Tapi ternyata manusia (baca: saya) hanya bisa berencana, dan tanpa saya duga calon buah hati saya dan suami yang ketiga kini telah mengisi rahim saya. Mau pulang deket lebaran? Kayanya belum memungkinkan. Bahkan saat saya mengetik postingan inipun, dia mencolek-colek saya dengan sayang (baca: jedug-jedug cinta). Hehehe..

Dan atas izin belahan jiwa saya, suami saya yang lebih keren dari Harry Potter itu *uhuk* :mrgreen: , maka diputuskanlah untuk mempercepat jadwal mudik saya dan anak-anak (karena suami masih harus bekerja).

Yup. Insya Allah kalau nggak ada halangan, tanggal 7 Juni 2014 ini saya mau pulang ke Surabaya. HOREE..!

 

RUJAK CINGUURR… I’m Coming! 😆

 

Jadi, buat temen-temen di Surabaya dan sekitarnya, yang mau ketemuan sama saya *ge er akut*, yuuk kita susun acaranya..! 🙂

Tapi saya sepaket sama dua balita ya.. 😀

Paket hemat. Ketemu rinibee bonus ketemu dua bocah ini.. :D
Paket hemat. Ketemu rinibee bonus ketemu dua bocah ini.. 😀

 

Dan kamu, ya kamu… Semoga kamu sudi menemui saya ya.. 😉 #eaaa… 😀

 

Ssstt…

Haii… Apa kabar semua?

Seperti kemarin saya bilang, masih ada beberapa cerita yang mau saya bagi. Hehehe..

Karena kemarin belum sempat, saya lanjutin sekarang yaa… 😉

Nah cerita bahagia saya kali ini sebenarnya nggak diprediksiin sebelumnya. Kalau kelahiran dua buah buku saya itu setidaknya udah ada proses ‘rencana penyusunan buku’ dan sedikit ‘bocoran’ dari SPP -Surat Perjanjian Penerbit- yang didapat setelah naskah novel resmi diterima. Dan di sana tertulis paling lambat Oktober 2014 saya dan Ria udah bisa melihat penampakan Shanata dalam bentuk novel di tangan saya.

Alhamdulillah, sebelum saya bertambah usia di akhir Oktober nanti, eh Shanata duluan brojol.. Hehehe..

Naaah… Kabar yang ini…

Hehehehe… Jadi pengen senyum.. :mrgreen:

Senyum karena setelah mengaitkan satu kejadian dan kejadian lain akhirnya kejawab juga kenapa beberapa bulan terakhir sebelum saya memutuskan rehat dari dunia perblog-an -yang diwarnai ditambah kasus salah paham dan buntunya kemampuan saya untuk bisa menjelaskan maksud saya pada … ah sudahlah! -, saya tuh ngerasa sensiii banget… Gampang sedih, marah, sakit hati bin cepet kesulut emosi *eh sama aja kali Bee.. 😀

Intinya kesenggol dikit -baik dengan sikap maupun kata-kata- rasanya kalau nggak mau meledak ya nangis di pojokan. Kalau nggak pengen ngejedotin kepala ke tembok (naudzubillah..) ya curhat geje sambil whatsapp-an *haaallaaagghh… 😀

Karena terkadang seringkali maksud baik kita belum tentu bisa diterima dengan baik juga. Lebih Seringnya justru ditepiskan dan dibalas dengan kejahatan ujian mental bertubi-tubi yang seolah menguji sejauh mana kita bertahan tetap menjadi baik (menjaga keikhlasan) atau ikutan jahat juga.. Naudzubillah…

Tapi waktu itu, itikad baik saya mengirim email berharap masalah mereda malah dibalas caci maki dalam postingan terbuka yang menyudutkan posisi saya. Rasanya isi kalimatnya semuanya berusaha keras meruntuhkan harga diri saya. Menghina saya seolah saya ini orang yang paling hina di dunia ini. Orang yang gak bisa empati, ngeyel, nggak bisa nunggu, dst.. dst.. Menyamakan saya dengan an***, menuduh saya macam-macam.

Tapi hey! Itu email yang saya kirimkan justru email penyesalan dengan untaian rasa sesal dan permintaan maaf yang tulus dari hati saya. Setelah saya melalui perenungan mendalam dan menepiskan ego pribadi saya dan menanggalkan pertahanan diri saya untuk selalu merasa paling benar. Saya juga meminta maaf setulus hati untuk kelemahan diri saya yang mungkin tidak bisa berempati hingga membuatnya terluka. Tapi caci makilah balasannya. Iya, email privasi itu malah ditepiskan dengan tidak hormat. 😦 😦

Hancurkah hati saya?

YA.. TENTU SAJA.

Apakah saya menaruh dendam?

Sakit hati, iya.. Itu sebabnya saya memutuskan tidak menyentuh blog untuk sementara. Supaya semuanya mereda.

Apakah saya ingin melupakannya?

Melupakan rasa sakit? Pastinya. Tapi tetap saja kalau mengingatnya saya pasti sedih. Semoga waktu bisa mengobati luka di hati saya. Dan seperti saya bilang di postingan sebelumnya. Saya sudah merasa jauuh lebih baik. Ya. Saya sudah memaafkannya. Dan berdoa semoga suatu hari nanti ia juga bisa memaafkan kesalahan saya.

Ada niat untuk membalas dendam? Melupakan orang itu? Menghapusnya dari hidup anda? Me…

Hey! Stop! Pertanyaan apa ini? Saya nggak suka balas dendam. Jika karma itu memang ada, biarkan ia bekerja sesuai tugasnya. Saya tak akan berniat untuk mengambil alih tugasnya. Dengan alasan apapun. Siapa saya? Saya ini hanya manusia biasa. Saya tak luput dari dosa. Dan sebagai manusia biasa, dengan segala kerendahan hati saya.. Saya berharap orang lain bisa memaafkan segala kesalahan saya di masa lalu seperti saya juga berusaha mengikhlaskan dan merelakan apa-apa yang pernah diperbuat orang lain di masa lalu terhadap saya.

Semuanya?

Iya. Semuanya. Saya hanya berusaha yang terbaik semoga Allah SWT membolak-balikkan hati kami dan menuntun kami ke jalan yang baik. Menyatukan kami semua yang pernah bertikai dengan persahabatan yang jauh lebih indah. Kenapa lebih indah? Karena telah lulus ujian dulu kan? Semua yang melewati ujian, tentunya dan Insya Allah jauh lebih baik daripada yang belum diuji ketahanannya. 

Insya Allah. Aaamiiin

***

Jadi postingan ini tentang apa sih Bee?

Astaghfirullah…!

Iya euy.. saya malah ke mana-mana bahasannya.. Hahaha..

Maaf.. Intinya mah bukan untuk membuka luka lama. Tapi isi postingan ini adalah jawaban tentang kesensitifan saya beberapa waktu yang lalu.. Bahwa ternyata.. Saya sensi itu.. Karena…

*testpack check*

G.A.R.I.S. D.U.A.

Iya. Insya Allah saat ini saya sedang mengandung anak ketiga saya.. 🙂

Mohon doanya semoga kehamilan saya ini tidak ada masalah yang berarti. Dan dimudahkan serta dilancarkan seperti dua kehamilan saya sebelumnya. Aamiin..

Tuh.. Jadi ngikik kan? :mrgreen:

Jadi, ada TIGA tipe wanita.

Yang pertama. Wanita sulit. Yaitu tipe wanita seperti saya.

Yang kedua. Wanita super sulit. Yaitu tipe wanita seperti saya yang sedang PMS.

Dan yang terakhir. Wanita super duper sulit. Yaitu tipe wanita seperti saya saat sedang hamil.. (cuma guyon! :D)

 

Kesimpulan: Pantesan kemarin tuh sensi bener rasanya… 😉 :mrgreen:

Maaf yang kena imbasnya ya.. Iya, kalian yang udah sempat baca postingan geje sensi saya kemarin-kemarin ituh. Percayalah. Itu pengaruh hormon.. #denial #pencitraan..

 

Jangan bosen-bosen main ke sini ya!

Cara paling ampuh mereda kesedihan adalah memeluk duo bocah ini.. :D
Cara paling ampuh mereda kesedihan adalah memeluk duo bocah ini.. 😀

 

 

Mari nikmati ‘Jamuan Minum Teh’ ala rinibee.. :D

Tahun 2013 kemarin, saya tuh lagi getol dan semangat banget ikutan prompt MFF dan Berani Cerita buat dibikin cerita flash fiction yang utuh. Nah.. Karena keranjingan nulis, nggak peduli tulisannya bagus atau standar-standar aja, saya tetep nulis.. Hehehe

 

Nggak kerasa.. Ternyata tulisan saya tadi kalau dikumpulin lama-lama bisa terkumpul jadi satu buku utuh..

Berhubung saya ini pencinta kenangan *halaagh* kadang saya suka pengen baca cerita-cerita lama saya yang pernah saya bikin. Tapi karena nulisnya di blog, maka saya harus selalu ngadep komputer / laptop buat baca lagi.. Ya.. minimal megang gadgetlah.. Itupun harus connect internet kan?

Sementara kesibukan saya akhir-akhir ini *eish guaya* tidak memungkinkan saya untuk sering-sering nge-net. Atas pertimbangan itulah saya mempunyai ide mengumpulkan tulisan-tulisan flash fiction saya ke dalam sebuah buku utuh. Dan judul bukunya saya ambil dari salah satu flashfiction favorit saya yang ada di sana.

JAMUAN MINUM TEH

 

Sebenarnya selain sebagai judul, saya juga mengajak teman-teman untuk membaca buku saya ini di saat sedang santai menikmati ‘me time’ sambil ngeteh di rumah masing-masing.. Asyiik kan? Hehehe..

 

Waktu nyusun bukunya sih nggak terlalu lama. Karena saya cicil dikit-dikit sambil ngedit beberapa bagian yang masih kerasa kurang. Masalah utama saya adalah pembuatan covernya. Karena seluruh dunia juga tahu kalau kemampuan menggambar saya di bawah rata-rata kan..? Eh.. Udah pada tahu belom sih sebenarnya? *yang belom tahu sekarang jadi tahu deh Bee.. 😛

Ya udahlah..

Maka.. Urusan cover buku, mari kita serahkan pada ahlinya.. 🙂

Dan saya pun berjodoh dengan Sari Afriza Wan yang bersedia direpotin buat bikin cover buku saya yang hasilnya jadi kelihatan manis dan cantik ini.. 🙂

Jamuan Minum Teh Cover Revisi 2
Cover cantik buatan Sari Afriza W

Alhamdulillah… 🙂

 

Oya, saya kasih bocoran dikit ya tentang isi buku saya ini.

 

Jamuan Minum Teh

 

Asmaralda membuka bungkus plastik berwarna merah itu. Mengeluarkan isinya dan meletakkan chocolate chips cookies di atas meja. Menuangkan teh pada cangkir-cangkir mungil di dekatnya. Setelahnya ia duduk dan merapikan roknya. Mengangkat cangkir di hadapannya, mendekatkan ke bibir mungilnya lalu meneguknya perlahan. Kemudian ia tersenyum. Mempersilakan tamu kecilnya untuk mencicipi hidangan.

Kiky, Rabita dan Sean.

Tiga boneka kesayangan Asmaralda.

“Ayo Anie, diminum tehnya,” suara Asmaralda terdengar.

Aku terperanjat.

Anie?

Siapa Anie?

***

Jamuan Minum Teh; sebuah kumpulan flash fiction. Buku yang memuat kumpulan flash fiction karya rinibee. Sebagian besar  ditulis untuk memenuhi tantangan prompt menulis flash fiction dari Monday FlashFiction (MFF) group yang dipelopori @redcarra, sebuah komunitas online untuk para pencinta FlashFiction, Berani Cerita dan FF 2 in 1 @nulisbuku. Beberapa di antaranya pernah memenangkan karya mingguan, beberapa sudah dipublish di blog, dan sebagian yang lain adalah karya yang sebelumnya masih berupa draft.

Dan buku ini adalah sebuah mimpi sederhana seorang rinibee untuk mengumpulkan tulisan-tulisan flash fiction-nya menjadi sebuah karya yang utuh.

Semoga kumpulan tulisan sederhana yang saya persembahkan dari hati ini bisa menghibur anda semua. Karena semua yang berasal dari hati semoga dapat diterima oleh hati.

Selamat bersenang-senang dan nikmati teh di cangkir anda!

***

Buat yang penasaran, sabar dulu ya.. Bukunya belum live di nulisbuku. Saya juga lagi nunggu contoh penampakan bukunya dikirim ke rumah saya.. 🙂

Iya. Buku ‘Jamuan Minum Teh’ ini saya terbitin dengan bantuan self publishing lewat nulisbuku. Kalau udah live, saya kabarin lagi yaa.. 🙂

Sst… ada cerita lagi yang mau saya bagi. Ikutin terus yaaa… 🙂