nyesek


Beberapa waktu yang lalu saya nemu video ini di youtube. Nggak tahu kenapa, pagi buta itu tiba-tiba pipi saya dibanjiri air mata. Sebut saya lebay, tapi itulah yang saya rasakan.

Ini videonya.

Apakah efek yang saya rasakan sama dengan yang teman-teman rasakan? Ntar cerita ke saya ya.. Hehe

Dulu.. sebelum saya menikah, saya ngerasa nggak terlalu dekat sama bapak saya. Mungkin sama seperti sebagian (besar) bapak-bapak lain yang ada di dunia, bapak saya seorang karyawan yang berangkat pagi dan pulang menjelang maghrib. Cuma karena jarak rumah dengan kantor lumayan jauh, belum lagi kena macet, biasanya bapak sampai di rumah mendekati waktu Isya. Jadi, tentunya saya lebih dekat dengan ibu saya. Ya cerita, ya ngobrol dan berkomunikasi. Meski nggak bisa dibilang jauh juga dengan bapak. Tapi yang pasti kebersamaan dengan mama lebih banyak karena mama memutuskan untuk berhenti bekerja setelah menikah dengan ayah saya. Hal yang akhirnya saya lakukan ketika saya menerima pinangan suami saya, berhenti bekerja.

Setelah saya menikah, barulah saya terpikir untuk menuliskan kisah tentang kakak-kakak saya, mama, dan juga bapak saya. Memang, ternyata jarak itu ampuh membuka lagi kenangan. Membuat saya bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Membuat saya yang dulunya banyak berantem sama kedua abang saya akhirnya bisa berbicara dengan lebih beradab. Tanpa membawa sapu dan ayunan pukulan yang melayang di udara *dikira lagi silat ya? :p

Dari merekalah cerita-cerita itu mengalir melalui ketikan jemari saya di atas keyboard. Menghasilkan beberapa tulisan yang kemudian secara nekad saya bukukan dan diterbitkan secara self publishing, untuk saya persembahkan pada mereka.. 🙂

Balik lagi ke video yang saya lihat pagi itu, rasanya nyesek banget. Ada rasa sedih sekaligus haru yang bercampur di dalam dada saya. Seolah saya bisa ikut merasakan apa yang dirasakan masing-masing tokohnya.

Perasaan yang kurang lebih sama juga saya rasakan saat menuliskan cerita ini.

Ah, jadi inget kampung halaman.. 🙂

“Ya Allah.. ampunilah dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangi aku ketika aku kecil..”

 

Oh ya, gimana? Videonya bikin kalian nyesek juga apa efeknya cuma kena ke saya aja ya? 😀

Iklan

15 pemikiran pada “nyesek

  1. huaaaahhhh…. aku nangissss bombayyy…. aku inget ayahku… aku tuh anak ayah. di antara 5 anaknya, ayah paling sayang sama aku dan paling dekat denganku.. bahkan sebelum dia meninggal, yaitu setelah dokter memberi vonis bahwa usianya sisa 6 bulan lagi, hari-harinya setiap pagi dihabiskan di rumahku. di antara semua rumah anaknya, dia memilih rumahku. dan menceritakan semua cerita baik yang rahasia maupun yang semua orang tahu denganku. hingga ketika 10 bulan kemudian (meleset 4 bulan dari perkiraan vonis dokter), aku setiap pagi selalu melongok pintu depan berharap dia mengetuk pintu rumahku lagi. bahkan berbulan-bulan aku tetap berharap ayah suatu hari datang mengetuk pintu rumahku di pagi hari. ihh… aku jadi kangen ayahku.

  2. dan bahkan aku masih menyimpan nomor hapenya hanya untuk bilang bahwa aku kangen. sekarang setelah nomornya dibeli orang terpaksa aku tambahin satu huruf biar tetap bisa dihubungi itu nomor.. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s