[Berani Cerita # 7] Si Pendiam yang Aneh – 2


Amira tersenyum melihat kedatanganku. Jemarinya menyambut uluran tanganku lalu menciumnya hormat. Membawakan tas kerjaku lalu meletakkannya di dalam kamar. Tanpa kuminta ia segera meletakkan secangkir kopi kesukaanku di atas meja.

Semuanya tanpa bersuara.

Aku menatapnya heran. Tak biasanya dia hening seperti ini.

“Adek sakit?” tanyaku. Amira hanya menggeleng perlahan. Aku menatapnya dalam-dalam dan pipinya pun bersemu merah.

“Mas ini apa-apaan sih?”

Lalu ia kembali terdiam. Dan sepanjang malam itu Amira lebih banyak mendengar. Tak mendominasi pembicaraan seperti biasanya. Aku jadi curiga. Sepertinya istri cantikku ini sedang melancarkan aksi tutup mulut. Tapi untuk apa?

Keesokan harinya, Amira masih juga irit bicara.

“Dek, nanti malam kayanya Mas harus ke Jakarta deh. Ada meeting di sana. Baru pulang Jumat malamnya. Nggak apa-apa? Maaf ya, tugas kali ini memang agak lama,” aku bersiap mendengar omelannya. Biasanya kalau mendengar berita tentang tugas di luar kota istriku itu akan mengomel ke sana-kemari. Tapi kali ini tidak. Ia hanya mengangguk sambil berkata lembut, “Iya, nggak apa-apa”.

Whatt?? Itu saja jawabannya? Aku mengerutkan kening.

Ada apa dengan Amira?

Seakan ada alien masuk ke rumah kami dan mengambil alih tubuh istriku. Ini semua semakin terasa tak wajar.

***

Kuparkir koperku di samping pintu depan. Berjalan berjingkat untuk mengejutkan Amira akan kedatanganku. Dari balik tirai penyekat ruang tamu dengan ruang keluarga aku bisa melihat ia sedang asyik melihat acara musik di televisi. Aku berjalan perlahan dan mendaratkan kecupan di pipi kanannya, berharap Amira akan balas mencium bibirku bertubi-tubi, tapi ternyata ia langsung menutup mulutnya, mendorongku menjauh darinya. Lalu bergegas menuju ke kamar mandi.

Aku ditolak.

Ada apa dengannya?

2013-04-16-1867
Koper *doc. pribadi rinibee

Kubaui tubuhku. Lalu tersadar bahwa aku belum menyemprotkan parfum Calvin Klein andalanku yang memiliki aroma woody kesukaan Amira. Bergegas aku menuju ke ruang tamu untuk mengambil parfum dari dalam koper. Kubuka risletingnya tepat saat istriku datang menunjukkan sebuah batangan mungil bergaris merah dua. Batangan yang memberikan penjelasan atas sikap abnormalnya selama ini. Kebisuannya dan penolakannya akan ciumanku di pipinya.

Amira positif mengandung.

Koper menjeblak terbuka. Kusemprotkan Calvin Klein ke sekitar leherku. Lalu berjalan mendekat untuk mendekap Amira dan mencium lembut keningnya. Namun pandangannya kelihatan tidak suka.

“Mas, bukan nggak mau dipeluk, tapi tiba-tiba aku mual kalau nyium aroma Calvin Klein-mu.”

*** 

Umumnya wanita yang hamil memiliki tabiat yang tidak biasa dan cenderung absurd di masa awal kehamilannya. Ada yang begitu suka dengan suami dan bau suami hingga lengket bak perangko, namun sebagian yang lain justru sebaliknya. Kondisi absurd ini dikenal juga dengan nama ‘ngidam’.

-selesai-

 banner-BC#07

Teruntuk:  [Berani Cerita #7] Si Pendiam yang Aneh “QUIZ MONDAY FLASHFICTION #2 – Sekilas Sekitarmu dan Lampu bohlam #7: tirai

Catatan penulis:

Ngidam, berasal dari kata idam (yang berarti mendambakan, menginginkan sesuatu) ditambah kata kerja nge yang diubah jadi ngi. Kata “idam” ada dalam KKBI, yang berarti ingin sekali mengecap sesuatu (ketika hamil muda). Kata “ngidam” sangat lekat dengan wanita hamil, yang tepat dikatakan ngidam adalah wanita hamil, bukan perempuan yang tidak hamil apalagi laki-laki. Kalau ngidam diluar ibu hamil, saya defenisikan sebagai “pengen”, “ngebet”, “mau”, “idam”. (sumber di sini)

Ngidam atau dalam bahasa medis disebut pica, terbagi atas dua macam. Ngidam secara fisik maupun psikologis.
Ngidam secara fisik mencerminkan tubuh membutuhkan asupan nutrisi tertentu.

Ngidam secara piskologis biasanya karena ingin lebih banyak diperhatikan. Bisa jadi karena sebelumnya merasa kurang diperhatikan suami. (sumber di sini)
Iklan

34 pemikiran pada “[Berani Cerita # 7] Si Pendiam yang Aneh – 2

  1. kenapa harus ada kasus ritsleting macet karena beha yang ternyata tasnya tertukar? itu apa kaitannya dengan jalannya cerita? maksudku… cerita yang sepertinya sudah selesai jadi kaya mau jalan lagi, tapi ga jadi jalan juga.

    1. Etapi mba. Itu kopernya kan karena mau ngambil parfum. Jadi kaitannya si tokoh merasa ditolak istrinya karena bau badan. Jadi dia berpikir kalau pakai parfum mungkin istrinya mau dicium. Nah ternyata kopernya macet. Dan istrinya membawa kabar kehamilannya. Yang tidak diduganya ternyata di dalam koper ada beha menyembul keluar.

      Demikian.

      Kenapa koper? Karena foto Quiz MFF saya kan koper.. :mrgreen:

  2. Ini ud diedit yah mbak? Tadi sempet kesini tp blm coment..
    Mbak dikit mengganjal di :
    Ada apa dengan Amira?
    Ada apa dengan istriku?
    Err menurutku,napa gag satu aja..Amira udah jelas istrinya..menurutku sih 🙂

    Dari coment mbak La, sebenarnya ceritanya udah bisa usai terus ‘dipaksa’ jalan. Imo : kan di bandara skrg ketat kalo kita mau keluar sehabis ambil barang, di pintu keluar ada petugas yg mencocokkan nomor bagasi, kemungkinan utk tertukar sangat kecil. :

    Waktu aku hamil 2bln, aku jg paling gak suka sama bau2 parfum x_x suamiku sampe puasa pake parfum kwkwkwkwwkwk

    Ud panjang coment tar lagi ditoyor mbak rini hihihih
    w

    1. Ada dua versi mba. Ini ceritanya beda sama yang pertama. Makasih banyak buat masukannya.

      Ini memang nggak diceritain perginya naik apa. Nah yang bagian parfum tadinya mau dibuat mual gitu. Tapi saya akhirnya menggabung-gabungkan beberapa prompt nih. Jadilah lama-lama mbulet ceritanya..

      Wkwkwkwk.. :))))

      Makasih masukannya yaaa… 🙂

  3. Oke, saya baca ini disertakan pada banyak event, jadinya gado-gado. Gak fokus pada satu inti. Mau nyeritain ngidam, ada koper juga, trus ada parfum juga hihihi…

    Jika ini untuk Quiz MFF, berdasarkan gambar koper itu, saya rasa judulnya terlalu maksa, QueenBee 😀

    *Padahal koper yang ada beha itu juga bagus loh kalo dijadiin satu cerita aja*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s