Duo N, Sahabat Mayaku Sang Komentator FF Paling Yahuud..!

Saya ‘bertemu’ dengan dua perempuan yang sama-sama berinisial N ini di sebuah grup sesama pencinta FF. Saya nggak tahu pasti apakah mereka juga pencinta FF garis keras seperti saya.. *halaah.. :D. Tapi yang pasti, kecintaan dan minat kami pada flash fiction mempertemukan dan mendekatkan kami bertiga. *oke, saya yang kegeeran kayanya.. 😆

Oya, siapakah dua perempuan berinisial N ini?

Yang pertama adalah mba Nurusyainie Bt Maesi.

Siapakah mba Nurus? Buat yang tergabung di grup Monday Flash Fiction, pastinya udah kenal atau setidaknya pernah merasakan dan menelan bulat-bulat menerima komentar pedas dan kritikannya yang membangun kan? Begitupun dengan saya. Awalnya, saya mendapat kritikan mba Nurus itu di postingan Antara Ada dan Tiada.

CROPP nurus komen 1
komentar mba Nurusyainie

Di situ mba Nurus menanyakan tentang kehamilan yang dipindah. Salah satu bagian dari cerita yang saya tulis. Oke, saya menangkap pertanyaan yang dilontarkan mba Nurusyainie, semata meraba sejauh mana kelogisan cerita saya.

Ya. Mba Nurusyainie ini termasuk salah satu komentator FF yang yahuud. Tapi jangan salah. Selain jago komentar, dia juga jago membuat cerita flash fiction juga. Bahkan, secara berturut-turut dia menyabet juara di BeraniCerita, yaitu di BeraniCerita 2, 3, 4, dan 5. Tuh.. Keren kan? 🙂

Sayangnya mba Nurusyainie sekarang jarang aktif lagi nulis di BeraniCerita. Mungkin sibuk. Padahal kalau menang sekali lagi bisa dapet Banner Special Award lho! Ayoo mbaaa..! Tunjukkan lagi kemampuanmu.. 😀

Perempuan berinisial N yang kedua adalah mba Na Fatwaningrum.

Saya biasa memanggilnya mba Na. Nah kalau mba Na ini komentator yang paling rajin mengunjungi blog saya. Orangnya pun jeliii sekalii. Saya beruntung bersahabat dengannya *muley ngaku-ngaku sahabat.. Hahaha.. :lol:.

Kalau mba Nurusyainie memberikan masukan pada saya lebih pada sisi kelogisan cerita, mba Na bisa menemukan ‘lubang’ pada setiap cerita saya yang tidak saya lihat ketika tulisan itu masih berupa draft. Padahal sebelum pede mem-publish tulisan, saya udah bolak-balik ngecek draft tulisannya lho. Memastikan bahwa tak akan ada lubang dalam cerita saya.

Dan hebatnya, sebagus-bagusnya tulisan versi saya, yang menurut saya udah lolos seleksi itu, (makanya saya berani publish 😛) tapi setelah dibaca mba Na, kok ya dia bisaaa sajaaa menemukan ‘lubang’nya.. :mrgreen:

Dan yang saya suka dari keduanya, meskipun kami cukup akrab *kepedean lagi 😆 *, tapi keduanya tetap memberikan komentar yang obyektif pada setiap postingan saya.. 🙂

Ini salah satu contohnya:

CROP komen remake
komentar mba Na

😀

Seperti sudah saya ceritakan di awal postingan, persahabatan kami lebih karena minat dan kecintaan kami yang sama terhadap flash fiction. Sepertinya, inilah salah satu benang merah yang menjadikan kami bisa cukup banyak terhubung bin nyambung.

Dan berikut ini adalah sebagian warna-warni persahabatan kami di dunia maya.

1. JANJIAN POSTING CERMIN [CERITA MINI] BENTANG

Semula perkenalan dan kedekatan kami hanya seputar saling mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog masing-masing. Hingga akhirnya pada suatu ketika -halah.. :D-, Mba Nurusyainie mengikuti sebuah event menulis yang diadakan penerbit Bentang Pustaka. Waktu itu temanya adalah KOPI. Tema Kopi ini juga sebagai tema pembuka dalam event yang akhirnya diadakan rutin setiap minggunya.

Dan saat pengumuman, mba Nurusyainie berhasil memenangkan CERMIN edisi minggu itu (emang keren kok mba Nurus ini! :D). Akhirnya pada minggu berikutnya (CERMIN BENTANG diadakan setiap hari Sabtu) kami bertiga yaitu saya, mba Nurusyainie dan mba Na pun menyepakati untuk ikut memeriahkan dengan membuat CERMIN sesuai dengan tema yang dilempar. Dan kami pun membuat kesepakatan untuk bersama-sama memposting CERMIN tersebut di blog kami masing-masing setiap hari Rabu. Ya.. meskipun kadang telat sehari dua hari masih bolehlah. Disesuaikan situasi dan kondisi serta tidak adanya gangguan krucil dan ketersediaannya layanan meminjam laptop dari suami dan nggak rebutan sama anak-anak masing-masing. Memang lebih baik pas hari Selasa sih. Disesuaikan dengan waktu pengumuman pemenang Cermin Bentang. Jadi kalah ataupun menang, kami tetap maju terus pantang mundur untuk mem-publish-nya di blog.. 😀

Dan inilah CERMIN kami dengan tema TIARA.

1. BIDADARI – Nurusyainie

2. TIARA KENANGAN – Na Fatwaningrum

3. RATU SEJATI – rinibee

Meskipun tak satupun dari kami yang menang sama sekali pada minggu itu, tapi kami tetep semangat! Oya, saya telat ngirimnya, jadi nggak ikutan Cermin Bentang, soalnya pas minggu itu, laptopnya dipakai dan nggak bisa diganggu gugat. Walaupun demikian, masih tetap semangat lho membuatnya.. 🙂

Yang ini, CERMIN dengan tema SWEATER

1. TIKET – Nurusyainie

2. DANCE WITH MY FATHER – Na Fatwaningrum

3. SWEATER BIRU SUAMIKU – rinibee

Nah kali ini, mba Na yang berhalangan ikut. Tapi dia tetap membuatnya kan? Dan kalau dibaca, itu ceritanya maniiiss bangeeet.. Sesuai dengan spesialisasi mba Na. Membuat cerita dengan ending manis.. 🙂

Saya sendiri sempat terpikir kalau mba Na ikutan, mungkin dia bisa menang ya?

Ketika cermin Bentang edisi jeans, mba Nurusyainie sudah mulai disibukkan dengan rutinitas kesehariannya. Sementara saya dan mba Na yang sama-sama pengangguran :lol:, tetap jalan terus memposting CERMIN. Dan akhirnya…

TARA…!

CERMIN dengan tema Jeans milik mba Na jadi juara!

Terbukti kan? Dua sahabat saya ini selain yahuud komentarnya juga yahuud kalau bikin cerita. I’m proud to be their friends.. 🙂

 

2. BARENGAN DAPET BANNER DI BERANI CERITA

Selain ikutan CERMIN Bentang, kami bertiga jadi challenger di Berani Cerita juga lho..! Dan alhamdulillah, kali ini nasib baik mulai menghampiri saya. Di Berani Cerita #5, saya boleh membawa pulang banner kemenangan. Dan senengnya bareng-bareng sama mba Nurusyainie..

Yippie..!

Sedangkan di Berani Cerita #8, saya boleh membawa pulang banner kemenangan juga. Kali ini barengan sama mba Na Fatwaningrum. Alhamdulillah..

Seneng nggak?

YA SENENG DONG! 😀

 

3. SALING MENDUKUNG

Beberapa kali kami bersama-sama ikutan kuis, giveaway, prompt dan proyek menulis lain. Malah juga saling memberi informasi satu sama lain. Kalau belum menang ya tetap senyum dan bersemangat. Dan kalau salah satu dari kami yang menang, nggak usah ditanya, saya pasti yang pertama kali akan ikutan seneng.. Hehehe.. 😀

na, ni, nu
*kutipan chat kami bertiga di FB.. 😀

Saya juga sempat membuat review blog milik mba Na untuk ikut meramaikan acara kontes unggulan saling berhadapan yang diadakan Pakde Cholik. Menang atau kalah urusan nomor sekian. Yang penting saya suka mereview-nya. Insya Allah yang berikutnya saya review blognya mba Nurusyainie. Doakan lancar ya? 😀

Selama berteman dan bersahabat di dunia maya dengan keduanya, saya memiliki kebahagiaan tersendiri. Saya jadi punya first reader dalam setiap FF yang baru saya buat (terutama mba Na yang reaksinya cepet banget.. :lol:). Dan sepertinya, waktu ngider mba Na di dunia maya itu seringkali bersamaan waktunya dengan saya.

Dan meskipun beberapa komentar mereka di awal-awal saya membuat FF cukup detil dan terkadang bikin kuping panas, lama-kelamaan saya mulai terbiasa dan komentar pedas itu jadi candu buat saya. Bahkan rasanya ada yang kurang kalau keduanya nggak mampir untuk memberikan komentar di postingan saya *halaagh.. :D* #kode.

Tapi saya juga maklum kalau memang karena kesibukan masing-masing dan juga jumlah kuota internet yang terbatas, kami tidak bisa intens untuk mampir dan blogwalking ke sana – sini.. 🙂

Dan mengutip kata-kata mba Na, bahwa:

Sahabat itu meskipun jarang berjumpa dan berkomunikasi intens, tapi yang penting saling mendoakan satu sama lain.. 

Mungkin, seperti itulah persahabatan kami.

Demikianlah sedikit cerita tentang persahabatan di dunia maya antara saya dengan duo N yang keren itu. Kami memang belum pernah bertatap muka secara langsung. Mudah-mudahan suatu saat nanti ada kesempatan untuk bertemu.

Aamiiin

“Cerita ini diikutsertakan dalam Giveaway Ikakoentjoro’s Blog dan Lieshadie’s Blog – Indahnya Persahabatan Blogger-”

ga

Kardus Sejuta Rasa

“Tulisan ini untuk ikut kompetisi @_PlotPoint: buku Catatan si Anak Magang Film “Cinta Dalam Kardus” yang tayang di bioskop mulai 13 Juni 2013.”

doc. pribadi
doc. pribadi

Kupandangi kardus berisi barang-barang peninggalan bersejarah yang teronggok di lantai ruang tamu rumahku. Demi apa sih barang-barang yang sudah kulupakan sejak jaman nggak enak ini sekarang mampir lagi di depan pintu rumahku?

“Gue lagi beberes kamar, eh gue nemu ini. Ini barang-barang loe kan, Bee?” tanpa rasa bersalah Rahma menyodorkan kardus itu ke hadapanku, “Kalau nggak salah ini barang-barang pemberian Nugra, kan? Nugra yang pacaran jarak jauh sama elo selama lo ngekost di kamar gue?!”

Sial!

Rahma malah menggali paksa kenangan yang ribuan tahun lalu sudah mati-matian kukubur itu. Tapi anehnya, melihat barang-barang ini ingatanku bukan hanya bermuara pada Nugra. Nugra bukan lagi masalah untukku. Aku sudah merelakannya sekarang. Aku sudah move on semenjak aku bertemu dengan Harry, tunanganku. Tapi mengingat Nugra sama artinya mengingat Sovia.

Kupandangi boneka beruang di dalam kardus, teringat valentine pertamaku dengan Nugra sebagai sepasang kekasih. Tapi cuma sebentar, karena tak lama kemudian, kilatan memori lain berdesakan memenuhi kepalaku. Dan aku langsung mual. Teringat Sovia yang menunjukkan boneka beruang yang mirip kepunyaanku tapi lebih besar ukurannya. Melihat dompet biru mungil yang sporty itu, di bayanganku justru muncul Sovia dengan dompet feminin keluaran butik yang terbaru. Dan melihat printilan lain, aku selalu saja teringat Sovia.

Gimana nggak inget? Karena Sovia selalu saja membanding-bandingkan barang-barang yang dimiliki dan diperolehnya dari orang yang sama yang pernah menautkan jari-jari panjangnya pada jemari tanganku. Lelaki yang sama. Yang langsung diembatnya tak lama setelah lelaki jangkung bermata elang itu mengucapkan ‘selamat tinggal’ pada hubungan jarak jauh kami.

KAMPRET!

LDR itu memang Long Distance Relationshit!

Teringat olehku kejadian lima tahun silam. Semua gara-gara kardus berisi sejuta perasaan yang tiba-tiba muncul lagi di hadapanku.

A best friend is a sister that destiny forgot to give you.

Yeah! Right!

Kumatikan ponselku setelah membaca pesan singkat omong kosong dari Sovia. A sister? A sister dari Hongkong!

Kalau memang dia sister, maka darah lebih kental dari air. Tentunya ikatan kami lebih kuat dari apapun. Tapi ini apa? Dia malah asyik jalan dengan Nugra di belakangku, saat aku tengah menangis di pundaknya karena menangisi orang yang sama!

Sejak hari ini dia bukan sahabatku lagi. Apalagi saudara perempuan! Never!

***

Kejadian lima tahun yang lalu itu perlahan mulai kulupakan. Tapi siapa sangka takdir akhirnya mempertemukan kami lagi. Di tempat yang berbeda. Dengan keadaan yang jauh berbeda.

“Bee..”

“Sovia..”

Hari itu adalah perjumpaanku lagi dengan Sovia sejak kami lost contact. Sovia yang sama. Yang pernah menyedot habis perhatian Nugra dariku. Sovia yang dulu masih unyu, yang mati-matian mengatakan bahwa ia tidak tahu kalau aku masih menaruh hati pada Nugra.

“Gue udah lama putus sama Nugra. Dia dijodohin sama tetangganya,” Sovia menceritakan berita terakhir tentang Nugra.

Yeah.. Right! Like I care! Aku sudah punya Harry. Batinku.

Dan di sinilah kami berjumpa lagi. Tuhan punya rencana-Nya sendiri. Ia menginginkan Sovia ada di dekatku lagi. Tak hanya sebagai seorang saudara. Namun lebih dari itu.

Ya. Tepat pukul 08.00 pagi, ayah menyebut nama Sovia. Ia kini jadi ibu tiriku.

Great!

[BlogReview] Avife[dot]com

Untuk memeriahkan Kontes  Unggulan Blog Review : Saling Berhadapan yang diadakan Pakde Cholik, saya memutuskan untuk mereview blog milik mba Na Fatwaningrum. Dalam benak saya, blog yang beralamatkan di www.avife.com ini identik dengan gambar sapi. Hehehe.. Karena pertama kali saya mengunjungi blog ini dengan meng-klik www.avife.com, maka gambar sapi berwarna biru langsung menyapa saya.

Ketika saya melihat di bagian kiri atas blog, nampak wajah seorang anak laki-laki dengan pipi gembil menyapa saya. Pertama kali mendengar nama Avife, saya belum paham apa artinya. Tapi melihat foto ini, barulah saya paham bahwa avife diambil dari nama anak mba Na Fatwaningrum.

Bismillah hirrohman nirrohim…

Saya akan mulai membahas blog ini satu persatu. Dimulai dari.

DESIGN BLOG

1. Background dan Body

Pada bagian depan blog, kita akan melihat gambar Avife yang tengah bercengkerama dengan ayah dan ibunya.

depan

Di sini kita akan melihat desain blog yang terlihat simple tapi manis. Tidak terlalu banyak pernak-pernik yang diletakkan. Tidak ada musik, juga tidak ada hiasan-hiasan lain yang terkadang membuat kita terganggu. Perhatian kita akan difokuskan pada gambar keluarga kecil mba Na. Di bagian bawah blog ada menu seperti Home, Portfolio, Baraka Yarn dan Contact Me.

Saya akan mencoba menekan tombol enter di bagian bawah foto avife. Klik.

TARA.

dua

Gambar sapi biru menyapa saya. Oke, kita fokus ke bagian kiri dulu ya, di sini ada menu-menu seperti Dare To Write, Yarn & Stitches dan Precious Moments.

Itu adalah menu-menu yang mewakili isi dari blog ini. Tampilan desainnya yang berlatar terang membuat kita nyaman dan betah berada di sini. Untuk saya pribadi, body blog berwarna terang seperti ini lebih nyaman di mata saya daripada yang berwarna gelap.

2. Header

Header
Header

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, header tulisan Avife dengan gambar bayi laki-laki berpipi gembil sudah menyiratkan bahwa Avife adalah nama si anak laki-laki dari foto ini. Pembaca dibebaskan untuk mencari tahu informasi lebih lanjut dengan menekan tombol di bawah gambar avife, yang akan membawa kita pada menu-menu yang sudah saya sebutkan sebelumnya.  Dare To Write, Yarn & Stitches dan Precious Moments.

3. Font and Aligment

Jenis tulisan yang dipakai mudah dibaca. Baik dari segi tulisan pada postingan, header ataupun menu. Bagi saya pribadi, hal ini sangat penting. Dengan tulisan yang mudah dibaca, kita akan mudah menerima pesan atau cerita yang disampaikan dan dituliskan di blog tersebut. Setidaknya dengan tulisan yang mudah dibaca tidak akan menyebabkan bias atau kesalahan menerjemahkan sebuah tulisan.

4. Komposisi Gadget

Satu-satunya petunjuk tentang blog ini adalah menu di bawah si kecil Avife, jadi saya sedikit kesulitan dan meraba-raba ada menu atau tulisan apa saja yang bisa saya temukan di sini. Ketika saya mengklik satu per satu menu di bagian sidebar kiri maupun di bagian bawah blog, saya baru menemukan sedikit gambaran isi tulisan, justru dari contact me.

contact me 1
Contact Me -atas-
contact me
Contact Me – bawah-

Saran saya, mungkin akan lebih baik jika ‘isi menu blog’ diletakkan di sidebar kiri. Karena fokus pengunjung blog sejak awal sudah ‘diarahkan’ ke sana. Dan peletakan profil pemilik blog juga tidak ada. Tidak ada keterangan yang menginformasikan dan menjelaskan siapa nama pemilik blog ini. Bahkan nama mba Na Fatwaningrum pun tidak disebutkan. Tapi jika jeli, kita bisa melihat dua icon kecil berwarna hitam di pojok kanan bawah. Yang jika di-klik maka akan langsung terarah menuju akun social media lain dari pemilik blog. Yaitu akun facebook dan twitter mba Na. Dan akhirnya dengan menekan dua tombol tadi, semuanya misteri tentang siapa si pemilik blog akan terpecahkan.

KONTEN BLOG

1. Intensitas

Dari keterangan di bagian kanan bawah, saya mendapatkan informasi kalau blog ini baru saja dimiliki oleh mba Na. Yaitu kurang lebih dari tahun 2012 -2013. Kurang lebih sekitar satu tahun.

2. Label 

Berdasarkan petunjuk dari menu di bawah header Avife, saya mengambil kesimpulan bahwa isi blog ini dipisahkan oleh 3 menu utama.

Yaitu :

DARE TO WRITE

Berisi tulisan-tulisan fiksi hasil karya mba Na. Baik yang masih berupa postingan blog, maupun yang sudah menjadi sebuah buku antologi. Ketika kita meng-klik salah satu postingan, kita akan mendapatkan keterangan bahwa mba Na juga tergabung dalam beberapa komunitas menulis.

Pada menu ini juga kita bisa melihat ulasan mba Na yang meresensi beberapa buku yang pernah dibacanya melalui label ‘RESENSI’. Dari beberapa postingan yang saya baca, mba Na termasuk aktif mengikuti PROMPT, CERMIN, serta KUIS dan BERANI CERITA yang berhubungan dengan dunia menulis fiksi.

banner
sekilas tentang isi postingan dan banner grup menulis

YARN & STITCHES

Berisi segala informasi tentang merajut. Mulai dari jenis benang, informasi seputar benang rajut, hasil-hasil karya rajutan dan koleksi mba Na, tips merawat rajutan serta tips merajut dengan crochet. Semua diulas lengkap oleh ibu satu putra ini. Silakan disimak bagi anda yang ingin belajar lebih jauh tentang merajut. Yuuk bareng saya!

PRECIOUS MOMENTS

Postingan dan segala hal yang berhubungan dengan keluarga, sepert foto keluarga saat lebaran, cerita tentang anak dan juga informasi wisata. Setelah mengubek-ubek beberapa postingan, barulah saya mengerti bahwa ada informasi tambahan yang sebelumnya luput dari perhatian saya. Ada label lain seperti by ‘ibu’, by ‘admin’ dan by ‘bapak’ yang menandakan penulis postingan tersebut. Setelah saya bertanya pada mba Na, barulah saya memperoleh informasi bahwa blog Avife ini memang blog keroyokan antara mba Na dan suami. Semua tulisan berlabel by ‘ibu’ ditulis oleh mba Na, dan label by ‘admin’ atau by ‘bapak’ adalah postingan milik sang suami. Seperti pada postingan Rayon Yarn dan Gunung Kelud.

Meskipun berumur baru satu tahun, blog ini sudah memiliki beragam jenis postingan. Saran saya, mungkin ke depannya supaya lebih banyak ditambah postingan tentang anak dan karena blog ini blog kolaborasi, mungkin bagus juga kalau membuat tulisan kolaborasi dengan suami.

Tetap berkarya ya mba Na..

Sukses selalu.. 🙂

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Blog Review~Saling Berhadapan

Riri-4-tahun-BlogCamp1-300x187

Be A Writer, Tak Sekadar Mencari Beken

Be A Writer.

Menjadi seorang penulis. Mungkin itu sebagian besar cita-cita teman-teman blogger. Menjadi seorang penulis yang buku hasil karyanya nangkring di rak-rak toko buku besar, laku keras dan kemudian dikenal masyarakat. Aamiin.. 🙂

Tapi kalau bagi saya pribadi, sebagai blogger saja kita sudah menjadi penulis. Hehehe..

Tapi kali ini be a writer yang mau saya bahas adalah Be A Writer sebuah grup menulis. Yang tentunya cita-cita dari 110 orang anggotanya sebagian besar (termasuk juga saya lho anggotanya.. *ehem.. :oops:) juga mendekati keinginan dan cita-cita kita semua.

Menjadi seorang penulis yang memiliki karya dan bisa berbagi kebaikan dan nilai-nilai positif dari karya yang kita buat. Aamiin..

Apa dan bagaimana hubungan saya dengan BAW dan bagaimanakah kemesraan ini bermula. Yuuk simak cerita saya berikut ini.

JENG.. JENG..

Sekilas tentang pengalaman saya bergabung dengan BAW.

Saya dipertemukan dengan mba Leyla Hana, salah satu perempuan hebat yang sudah menelurkan banyak karya baik novel fiksi ataupun buku motivasi non fiksi Islami, sekaligus pendiri grup menulis Be A Writer melalui sebuah audisi menulis flash fiction dengan tema poligami. Kebetulan salah satu tulisan FF saya ada yang temanya poligami. Dan saya memang suka menulis FF.. :mrgreen:

Tanpa diduga, cerita flash fiction yang berjudul KUE COKLAT DAN SEPUCUK SURAT CINTA UNTUK SUAMIKU milik saya lolos dan mendapatkan kesempatan untuk konsultasi menulis dengan mba Leyla. Hanya saja waktu itu batas waktunya cuma 1 bulan. Karena saya sedang hamil anak kedua jadinya saya minta waktu khusus. Tapi kemudian terjadi perubahan. Mba Leyla memasukkan saya ke sebuah grup be a writer. Dan sayapun mulai mengenal banyak penulis hebat di sana. Meskipun mereka memiliki segudang prestasi, berpuluh-puluh karya dan prestasi namun mereka tetap rendah hati dan tidak sombong, bahkan rela untuk berbagi ilmunya. Jadi kalau ada yang bilang penulis cuma cari beken saja, mereka belum mengenal perempuan dan lelaki hebat yang bergabung di be a writer bersama saya.

Betapa senangnya saya dimasukkan dalam grup BAW ini. Karena ilmu saya yang dangkal bin cetek sedikit demi sedikit mulai terisi. Saya belajar banyak hal, antara lain langkah-langkah membuat PLOT, bagaimana berhubungan dengan editor dan banyak tips yang dibagikan secara cuma-cuma oleh para mentornya. Dan di sini juga tak ada sebutan senior dan junior. Semuanya memiliki rasa kebersamaan.

Di sini kami berbagi. Berbagi energi positif. Awalnya saya kikuk, minder dan bingung. Tak jarang saya berkecil hati dan mungkin dihampiri sedikit rasa iri saat teman-teman yang berhasil menelurkan karya tulis atau memenangkan kontes menulis ini dan itu membagi kebahagiaannya. Dan di sinilah bedanya BAW dengan grup menulis lain yang pernah saya singgahi. Para teman-teman di BAW juga saling mengingatkan dan juga memotivasi teman lain yang mungkin sempat dihampiri penyakit hati yang bernama ‘iri’ seperti saya. Hehehe.. 😀

Simak deh tulisan mba Leyla yang ini:

Rasa iri tersebut bila terus dipelihara, tentu akan menyurutkan niat kita untuk aktif di BaW. Begitu membuka grup, adaaaa saja yang menang lomba, sedangkan kita? Uh, males deh nengokin grup. Abis, gw gak punya prestasi apa-apa sih. Kita merasa tulisan kita jeleeeeek banget, kalah sama yang lain, dan sebagainya. Naskah gak terbit-terbit, eh dia lagi-dia lagi yang nerbitin buku. Giliran gw, kapaaaan?

Entah mba Leyla memang bisa membaca pikiran atau nggak, yang pasti kalimat itu juga mewakili perasaan saya. Hingga postingannya yang ceplas-ceplos namun jujur pun membuat saya kembali dialiri energi positif. Penasaran kalimat apa yang membuat saya menjadi positif? Baca lebih jelas di sini yaa.. 🙂

Itu yang saya suka dari rumah BAW ini. Selalu balance. Ada diskusi kepenulisan yang serius tapi juga diselingi komentar yang kadang lucu dan menghibur dari beberapa teman yang lain. Dan nggak hanya kebahagiaan yang dibagi di sini. Kita juga berbagi beban, berbagi segala rasa sedih dan kesusahan. (Nah bagian yang ini nggak usah dibahas terlalu dalam bentuknya ya. Supaya semata keikhlasannya tetap terjaga dan pahalanya nggak menguap. Selain juga menghindari sifat riya. :D)

Kalau ada pertanyaan mengapa saya bergabung dengan komunitas menulis?

Jawabannya karena saya ingin menimba ilmu dari para teman-teman yang telah berhasil lolos dan menembus penerbit. Kiat-kiat apa saja yang membawa mereka pada kesuksesan. Trik jitu apa yang mengiringi keberhasilan mereka dan juga supaya saya tertular aura positifnya doong.. Mulai sekarang, lupakan pikiran-pikiran negatif.

Be Positif.. 🙂

Dan menulis bagi saya adalah untuk keseimbangan. Menulis seperti menuangkan ide-ide yang berseliweran di kepala saya ke dalam wadahnya. Dan untuk saat ini saya menikmati sekali menulis flash fiction. Mudah-mudahan ke depannya semakin bertambah menjadi cerbung atau novel..

Aamiin.. 🙂

Oya, untuk menghalau rasa iri karena keberhasilan teman-teman BAW, saya pun rajin melihat informasi lomba dan pengumuman pemenangnya. Untuk apa? Kalau saya menguasai temanya, saya ikutan lombanya juga. Tapi biasanya saya yang mengumumkan pemenangnya jika ada teman BAW yang lolos dan jadi pemenang. 😀

Dan aura kemenangan teman-teman tadi nular lho ke saya.. 🙂

tiga

Buat yang suka menulis dan pengen menimba ilmu tentang kepenulisan juga. Mampir aja ya ke www.bawindonesia.blogspot.com. Dijamin nggak akan rugi karena banyak ilmu yang bisa kita dapat di sana. Oya, BAW juga ngadain Give Away lho.. Cek info-nya di sini buat dapetin buku-buku keren.

Tulisan ini diikutkan untuk memeriahkan Launching Blog Be A Writer.

animated gifs

[Berani Cerita #2] Enam Tiga Puluh

Mereka bilang aku nggak waras. Hanya karena aku mencintaimu. Cinta yang mereka nggak paham. Karena mereka nggak ikut merasakannya.

Mereka bilang aku nggak waras. Karena mereka tidak pernah ketemu kamu, dan berbincang-bincang denganmu. Seperti yang selama ini aku lakukan.

Hanya karena mereka tidak pernah tahu dirimu sedalam aku mengenalmu, pantaskah mereka bilang aku nggak waras? Mereka kan tidak mengenalmu sebaik aku mengenalmu?

“Lupakan dia! Kamu sudah tidak waras. Mencintai seseorang yang tidak pernah nyata!” Ayah berkacak pinggang memakiku. Ini sudah yang kelima kalinya dalam seminggu terakhir. Aku bergeming. Biar saja ayah memaki sepuasnya. Karena bagaimanapun juga aku akan tetap menemuinya. Dengan atau tanpa restu ayah.

Perempuanku menatapku iba. Aku tahu posisinya sulit. Membelaku sama halnya dengan menentang lelakinya. Dan dari sorot matanya aku tahu ia sependapat dengan ayahku. Bahwa aku sebaiknya berhenti menemuinya. Menemui Rustin, kekasihku.

Selepasnya ayah berlalu. Ibu mendekatiku yang masih terduduk dengan pandangan kosong. Mungkin tubuhku memang di sini, namun hati dan jiwaku berkelana memikirkan Rustin.

“Hentikan, Maya. Ibu ingin kamu kembali seperti dulu. Semakin sering kau menemuinya semakin jauh ibu kehilanganmu,” ibuku mengusap sayang rambutku dan mencium lembut keningku.

Hari ini aku sedih. Tidak ada yang bisa memahamiku. Nggak ada. Dan akupun teringat padamu. Hanya kamu yang bisa mengerti aku. Yang bisa menenangkanku dan membuatku merasa nyaman. Seperti biasanya.

Kulompati daun pintu jendela kamarku, turun perlahan dari dahan pohon yang tumbuh rimbun mendekati jendela kamarku. Lalu berjalan berjingkat agar tidak ada yang mendengar.

Aku berjalan menyusuri gelapnya malam tanpa rasa takut sedikitpun. Bayangan akan bersandar pada bahu kekarmu membuat segala kekhawatiranku menghilang. Kulirik jam di pergelangan tanganku. Pukul 21.30 WIB, yang sekaligus menjawab pertanyaan dalam benakku mengapa tak seorang pun terlihat di sepanjang jalan yang kulewati.

Begitu melihatmu, aku langsung menghambur dalam pelukanmu. Tanpa banyak bertanya engkau pun mendekapku, mengusap lembut rambutku. Dan seketika hatiku terasa tenang.

Begitulah. Engkau selalu bisa kuandalkan. Selalu bisa membuatku nyaman. Dan akupun mencintaimu. Meski mereka semua bilang aku tidak waras. Hanya karena mereka tidak mengenalmu dan aku tak pernah mengenalkanmu pada mereka.

Cukuplah aku tahu keberadaanmu. Itu saja.

Aku terbiasa menemuimu di kala semua orang sudah lelap tertidur, dan baru kembali pulang tatkala pagi menjelang. Sebelum ayam jantan berkokok dan sebelum mereka semua terbangun dari mimpinya.

Tapi kali ini berbeda. Aku sudah tak perduli lagi. Kuputuskan untuk tetap tinggal dan hanyut tertidur dalam dekapanmu. Hingga pagi menjelang.

***

Pagi itu mentari menampakkan sinarnya yang hangat. Jam menunjukkan pukul 06.30. Seorang lelaki separuh baya mengayuh sepeda tuanya, dan perempuan belahan jiwanya duduk di belakangnya. Mereka menyusuri jalan mencari sang putri tunggal. Putri tunggalnya yang mengaku memiliki kekasih bernama Rustin. Lelaki yang tidak pernah mereka temui sama sekali. Semalam, sang gadis menghilang dan pagi ini mereka berdua mencarinya.

Di samping sebuah pohon rindang mereka berhenti.

“Pak, itu Maya…”

Di bawah pohon rindang mereka menemukan sang anak gadis. Tertidur di samping sebuah nisan bertuliskan Rust in vrede.

-selesai-

Catatan penulis:

Rust in vrede (Belanda): beristirahat dengan tenang

382434_3918367873203_971202719_n

“Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.”