Beurit


Jadi ceritanya.. beberapa waktu yang lalu rumah saya tiba-tiba aja listriknya padam. Waktu saya cek, rupanya bukan lampu mati serentak di daerah kami. Salah satu sekring listrik di rumah kami (ada 3 sekring) mengarah ke bawah. Dengan kata lain ada salah satu aliran listrik yang korslet eh apa konslet ya? Ya pokoknya salah satu aliran listrik terjadi hubungan arus pendek. Jadi secara otomatis saluran listriknya padam ke seluruh rumah.

Ketika saya nyalakan lagi listriknya, ternyata yang bermasalah itu adalah pada listrik jet pump. Berhubung saya nggak tahu banyak tentang listrik dan jet pump, saya panggillah tetangga yang lebih ahli buat ngecek kondisi si jet pump *sekalian ngebetulin listrik telepon yang emang kebetulan juga rusak. 😀

Ternyata keputusan saya manggil tukang benerin jet pump ini tepat saudara-saudara.. Kenapa? Karena ternyata, jet pump saya konslet tak lain dan tak bukan karena ulah tikus.. Hii… >.<

Iya. Jet pump saya dianggap cukup hangat oleh si mbok tikus dan dibuatlah sarang di sana. 😛

Gimana nggak konslet coba kalo kabelnya digigit-gigit sampai putus *dan kenapa pula tikusnya nggak kesetrum ya? Umur panjang! 😆

Oya.. Waktu dicek, si mbok tikusnya kebetulan nggak ada di tempat. :penting: Jadi kita cuma bisa lihat anaknya aja yang jumlahnya nggak kurang dari 5, atau mungkin malah 6. Masih kecil dan warnanya putih. Gelii mengarah ke jijik sih sebenarnya banget lihatnya. Si mang tukang benerin aja juga bergidik.. Hahaha.. 😆

Dengan bantuan keikhlasan yang besar, si mang jet pump rela mengumpulkan anak-anak tikus itu untuk dikoleksi dan membuangnya ke kresek hitam. Saya nggak nanya lagi dibuang ke mana. :penting:

Singkat cerita, jet pump saya akhirnya kembali nyala.

Harusnya mah happy ending ya? Tapi …

Setelah kejadian tersebut. Beberapa hari setelahnya tikus di rumah saya jadi berulah. Celana hitam saya digigitnya di bagian bawah. Juga satu celana pendek yang saya pakai buat dinas (baca: nyapu, ngepel, beberes dan mandiin anak-anak) di rumah *okelah celana ini mah udah lama pisan. Jadi saya rela lah jikalau akhirnya harus mengalihfungsikannya menjadi lap pel. :D*

Cuma nggak sampai di situ. Bedong Ridwan pun digigitnya, juga kerudung sekolah si teteh. Saya sampai bingung kapan tepatnya dia menggigiti baju-baju kami. Apa waktu sedang direndam, ditaruh di tempat baju kotor atau di mana?

Hingga akhirnya kebrutalannya berakhir begitu saja. Kami berdamai. *halagh*

Hingga pada suatu hari…

Tibalah giliran mesin cuci saya yang kemudian bermasalah. Entah mengapa, sepertinya ada air menggenang di samping tabung mesin cuci saya. Kalau digerakkan rasanya kokkaya ada bunyi air. Pun demikian dengan mesin pompanya. Kalau dibuat mencuci lama sekali airnya terisi. Saya panggil lagi si mamang yang dulu pernah betulin jet pump. Dan ternyata … si tikus tadi pindah rumah ke bawah mesin cuci saya. >.<

Duh.. kacau bener ini si tikus. Saya kan nggak pernah ganggu-ganggu dia, toh?! Itu yang buang anaknya kan mamang jet pump, bukan saya. *lepas tangan* 😆

Si mamang kembali bergidik karena kabarnya si mbok tikus yang bersarang di sana cukup besar. *nah loh? 😀

Singkat cerita si tikus tadi kabur dengan sendirinya sebelum diusir. Tapi ternyata itu hanya sementara. Karena ternyata, beberapa hari setelahnya, saat saya mencuci. Si tikus kembali mengamuk dan melakukan aksi brutal. Menghancurkan baju yang ada di mesin cuci.

Jadi biasanya saya mencuci di malam hari, tapi menjemurnya di pagi harinya. eh ini keduluan si tikus. Baju yang udah bersih di mesin cuci malah dikrikiti (baca: dimakan kecil-kecil) olehnya. Dan yang jadi korban kali ini baju kesayangan anak-anak.. hu hu hu.. 😦

Sedih rasanya. Soalnya itu baju kesayangan Reina.

Berulang kali saya minta maaf pada Reina karena bajunya rusak dimakan tikus. Alhamdulillah-nya Reina legowo pisan orangnya. Jadi nggak ada adegan deramah menangisi baju yang terkoyak. *halagh* 😀

Ada hikmah juga sih dari kejadian ini. Bahwa sebaiknya kita tidak menyayangi segala sesuatu (dalam hal ini barang) secara berlebihan. Termasuk baju juga. Dan kayanya saya harus lebih bisa mencuri-curi waktu buat nyuci di pagi hari aja. Tadinya saya pikir kalau nyucinya malam maka semua baju sudah dalam keadaan bersih, nggak nyimpen baju kotor tapi jadinya malah dimakan tikus 😛. Hehehe..

Bismillah.. Semoga ke depannya selalu bisa berpikir positif dalam menghadapi semua kejadian. Aamiin..

 

Beurit dalam bahasa Sunda artinya tikus.

Ps: Foto menyusul ya..

Foto baju yang terkoyak. *halagh* 😀

Eh iya, ada yang nanyain kabar si tikus? Nggak saya apa-apain kok tikusnya karena nggak berani juga. Iya, saya cemen. :D. Malah mau nanya sama teman-teman. Apa ya cara yang ampuh mengusir tikus tanpa perlu menyakitinya.. #eaaa..

Masa saya harus nyewa Ibam-nya mba Ade Anita? *uhuk* #modus 😆

 

Iklan

4 pemikiran pada “Beurit

  1. Saya baca dari posting salah satu kawan di group WA, konon katanya unt mengusir tikus taburkan lada hitam ditempat si Tikus sering berada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s