Penipuan berkedok pengobatan alternatif


Akhir-akhir ini, di televisi sepertinya sedang marak pemberitaan tentang aksi pengobatan alternatif yang menipu pasiennya. Saya nggak akan menyebut siapa orangnya dan apa kasusnya. Tapi membaca dan mendengar pemberitaan itu saya langsung teringat akan seorang sahabat SMP saya yang pernah menjadi salah satu korbannya.

Jadi ceritanya, sahabat saya ini, sebut saja namanya Li, punya keluhan adanya benjolan berbentuk kelereng di ketiak kanannya. Dan semakin lama ia merasakan keluhan lain bahwa lengannya mudah lelah dan seringkali nyeri saat digerakkan. Maka, atas saran salah seorang kenalannya, berobatlah ia ke seorang guru spiritual yang bernama Pak N.

Oya, saya juga pernah diajak ke sana sekali untuk menemani teman saya ini berobat (setahu saya diobatinya dipijat tapi saya nggak boleh ikutan masuk saat ia diobati), dan kebetulannya, saat sedang menunggu itu saya menyaksikan sendiri dengan mata kepala saya ada seorang ibu-ibu yang baru saja leher bagian belakangnya disilet untuk mengeluarkan sebuah keris kecil dari dalam tubuhnya. Kalau nggak salah ibu ini kena santet/guna-guna. Setelahnya, si penyembuh menutup bekas luka sayatan pisau kecil di bagian tengkuk tadi dengan tensoplast. Dan saya tidak melihat adanya darah apapun yang menetes saat sayatan dilakukan. Kalau menurut pemikiran saya, antara sayatan dan besar ukuran keris njomplang banget. Jelas kalau disayat kecil nggak bakalan bisa mengeluarkan keris itu, pemikiran saya. Kalau harus menyayat besar, berarti minimal lukanya akan berdarah-darah kan? Wallahu alam, mengingat itu pemikiran saya waktu masih SMP.. ๐Ÿ˜€

Tapi saya bisa melihat si ibu ini diobati karena memang dia diobatinya di ruangan terbuka, nggak seperti teman saya tadi. Mungkin karena menyayatnya di tengkuk ya? Jadi nggak ada insiden buka-bukaan. Sementara teman saya…? Mmm… Mm… Mbuh! ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜ณ

Singkat cerita, beberapa waktu setelah berobat di sana, teman saya membuat keputusan yang menurut saya agak ganjil. Dia tiba-tiba memutuskan untuk pindah sekolah keluar kota (kota W), untuk berobat lebih mendalam dengan si bapak N ini. Ya istilahnya mondok di sana. Waktu itu handphone belum seeksis sekarang. Jadi saya langsung kehilangan kontak dengan sahabat saya ini. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, saya bertemu lagi dengan dia.

Tak banyak cerita yang mampu diucapkannya hingga akhirnya saat ia siap bercerita, keluarlah cerita pedih itu. Apalagi kalau bukan bahwa teman saya yang memang cantik itu hampir saja menjadi korban pemerkosaan. Untung dia bisa lari, dan memutuskan untuk tidak pernah lagi menjejakkan kakinya untuk berobat di sana. *ya iyalaahhh!*

Ya Allah, saya sampai shock mendengarnya. Lemas rasanya saat mendengar cerita ini. Alhamdulillah Allah SWT masih melindunginya.

Dalam hati ingin rasanya melaporkan perbuatan si bapak N cs itu ke pihak kepolisian. Namun karena kurangnyaย  bukti, saksi dan keengganan dari keluarganya untuk melaporkan pelaku, teman saya dan keluarga memilih bungkam saja. Mereka tidak ingin memperpanjang masalah, dan sangat bersyukur teman saya bisa selamat dari tragedi itu.

Beberapa waktu kemarin, saya sempat ngobrol dengan ibu mertua saya yang juga pernah mengantarkan salah satu keluarganya berobat ke seorang ahli pengobatan alternatif (nggak mau nyebut ulama ah.. takutnya cuma ulama gadungan.. *eh?). Sama seperti kasus si ibu yang dikeluarkan kerisnya, kerabat ibu mertua saya disinyalir terkena guna-guna. Tapi nggak diapa-apain kok. Alhamdulillah.. Hanya diminta untuk membeli obat anti guna-guna/santet untuk penyembuhan. Tapi nggak tanggung-tanggung. Ukuran obatnya 1000 ml. Sementara yang lain belinya cukup 100 ml. Nah sepertinya kali ini #modusnya jualan obat.ย  Etdah.. Itu botol segede gaban doong? Berapa coba harganya? ๐Ÿ™„

Tapi ya sudahlah, Wallahu alam. Mari kita serahkan pada Yang Maha Kuasa saja. Kalau memang oknum ini curang, semoga suatu hari nanti ada yang bisa membuka kedoknya. Kalau memang sudah sesuai prosedur, semoga saja yang diobati dapat cepat sembuh. Kalau masih ada yang menyesatkan orang lain, semoga mendapatkan hidayah dan mengobati dengan cara yang benar. Semoga mereka kembali ke jalan yang lurus..

Aamiiin ya robbal alamiin…

Eh iya, saya jadi inget kasus salah seorang selebritis yang sering wara-wiri di tipi. Ceritanya dia mencalonkan diri jadi capres karena mendapatkan masukan setelah dia mengunjungi si mbah yang katanya sakti. Ceritanya, menurut penerawangan si mbah -yang katanya sakti tapi lama kelamaan dilaporkan menipu- kalau si capres ini akan menjadi orang besar.. (Dia bilang gitu sendiri waktu diwawancara, makanya pede jadi capres).

Dan sekarang.. Ucapan si mbah tadi makin mendekati kenyataan. Ya. Ternyata si seleb-capres tadi benar-benar jadi orang besar … … mulut! *eh? ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜‰

Oya, untuk yang pengen tahu Ciri-Ciri Dukun Yang Berkedok Ulama, mampir ke sini ya. Ini menurut Ustadz Arifin Ilham. Bukan buat memperpanjang masalah, tapi untuk meningkatkan kewaspadaan saja. Semoga bermanfaat ya.. ๐Ÿ™‚

Ciri-ciri Dukun Yang Berkedok Ulama

Kalau teman-teman, punya pengalaman atau mendengar cerita pengobatan alternatif seperti ini nggak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s