Me Versus The Geek Athaya versi Rinibee


Kelar membaca novel besutan kakak Octa NH berjudul Geek in High Heels, saya langsung senyum-senyum sendiri. Seakan dibawa balik lagi ke jaman masih galau urusan pencarian jodoh dan pendamping hidup.

Kayanya setiap kali membaca chicklit, efeknya ke saya pribadi itu selalu mirip-mirip. Berandai-andai dan membayangkan berada di posisi si tokoh utama *dari jaman belom nikah sampai anaknya dua efeknya sama aja ya?* *upss* :mrgreen: . Dan kalau di cerita ini, ya membayangkan berada di posisi Athaya. Kesamaan saya dan Athaya sebenarnya nyaris nggak ada. Termasuk adegan koleksi stiletto itu. Haduh.. Saya paling gak kuat pakai sepatu hak tinggi. Bisa keseleo menahun kalau saya paksakan.. Hihihi.. Tapi kalau bicara makan kue enak (kalau Athaya dikirimin Ibra, saya harus puas beli sendiri 😀 ), saya jelas mau bangett jadi Athaya.. Hahaha..

Kalau Athaya suka mengoleksi stiletto yang jumlahnya puluhan, mmh.. Saya punya apa ya? *bongkar-bongkar lemari*.

Dan… Tara…

Akhirnya saya menemukan koleksi barang saya yang lumayan bisa diadu dengan milik Athaya. Barang apa itu??

Jilbab, saudara-saudara..

Ya, semenjak saya memutuskan berhijab di bulan Maret 2007, maka sedikit demi sedikit saya mulai mengumpulkan jilbab. Dari yang awalnya saya pinjam jilbab mama saya, lama-lama saya beli sendiri dari uang tabungan yang saya kumpulkan dari gaji bulanan saya.

Nah, meskipun jumlahnya belum sedahsyat koleksi stilettonya Athaya, saya memang mantap mau mengumpulkan pashmina, jilbab, dan kerudung segiempat panjang. Istilah sederhananya sih jilbab lebar. Bukan sembarang buat gaya sih sebenarnya, tapi memang sudah menjadi kebutuhan.

Beberapa koleksi Jilbab Lebar saya
Beberapa koleksi Jilbab Lebar saya

Ya, semakin ke sini, saya memang lebih menyukai jilbab lebar. Bukan. Bukan sok alim. Tapi jujur saja selain melindungi lekuk tubuh yang termasuk aurat perempuan, jilbab lebar juga membuat saya lebih tenang. Rasanya aman dan nyaman. Nggak khawatir akan ‘pandangan nakal’ yang seringkali menusuk dan mengintimidasi. Iya, sebelum berhijab saya sering melihat pandangan laki-laki yang tajam dan membuat tak nyaman. Apapun pakaian yang saya kenakan.. 😐

Kemantapan saya berjilbab lebar juga bertambah setelah saya membaca dan memperoleh ilmu, bahwa jilbab itu fungsinya selain sebagai identitas sebagai muslimah -yang tentu saja juga perintah langsung dari Allah SWT-, jilbab itu digunakan untuk menutup dada, dan dijulurkan ke bawah, bukan dililit-lilit ke sana ke mari.
Astaghfirullah…

Saya jadi kepikiran. Apa dulu saya juga pernah melakukannya ya? Semoga Allah SWT mengampuni kekhilafan dan ketidaktahuan saya di masa lalu.

Aamiin..

Sejak menikah dan memiliki dua orang putri yang kini berusia 4,5 dan 2,5 tahun, saya juga menemukan fungsi ganda dari jilbab lebar.

1. Jilbab lebar bisa membantu melindungi anak-anak dari terik matahari jika saya kelupaan membawa payung. Ya. Tinggal masukkan saja si kecil ke dalam jilbab. :mrgreen:

2. Jilbab lebar juga bisa digunakan sebagai pengganti Nursing Cover atau Breast Feeding Cover. Ya, tinggal masukkan sang bayi ke dalam jilbab saja. Lalu berikan ASI.

Hehehe.. Praktis kan?

Doakan saya bisa istiqomah dan semakin lebih baik ke depannya dalam mengenakan jilbab ya..

Aamiin

Ini cerita saya tentang hubungan spesial saya dengan koleksi jilbab lebar saya. Bagaimana dengan teman-teman? Punya koleksi spesial juga seperti saya dan Athaya?
Share ceritanya yuuuk!

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Writing Contest “Me Versus The Geek Athaya” yang diselenggarakan oleh Stiletto Book

Iklan

8 pemikiran pada “Me Versus The Geek Athaya versi Rinibee

  1. saya penasaran ingin baca buku ini mbak, karena high heels itu terdengar sangat familiar dengan saya.. ya walaupun koleksi sepatu saya gak sebanyak Athaya mungkin, orang saya lebih suka naik gunung, hehehe 😀

    salam kenal dan sukses selalu

  2. Mbak Riniii…. Yang jilbab marun yang di kiri bawah itu, yang ada talinya deket leher, saya punyaaaa~! *pamer* Tapi warnanya kuning. Sukaaa … banget sama bahannya yang kaos tapi gak terlalu jatuh. Cumannya yang saya beli ukuran M. Mbak Rini itu ukuran L ya? *ngerumpiin jilbab malah* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s