Monday FlashFiction, Ketika Flash Fiction Dicintai dan tak lagi Dipandang Sebelah Mata


Dear Kakak-kakak Mimin MFF dan PIC yang ketjeh..

Trio gagah perkasa *eh? πŸ˜€ * kakak Carra, Kakak La, dan Kakak Isti.. *ada mimin baru nggak ya? πŸ˜€ *, serta kakak guru Sulung, kakak Riga, mba Na dan … siapa laga? *maafkan kemampuan mengingat saya yang terbatas ini.. πŸ™„

Di hari ulang tahun MFF ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua teman-teman MFF yang selama kurang lebih setahun terakhir sangat banyak memberikan motivasi kepada saya pribadi untuk tetap aktif menulis, khususnya flash fiction.

Seperti yang pernah saya tulis di postingan saya beberapa waktu yang lalu. Saya memang suka dan cinta banget sama flash fiction. Dan kalau boleh norak, saya nggak akan malu mengakui kalau saya ini pencinta flash fiction garis keras *halagh* πŸ˜€

Oya, kalau di antara teman-teman ada yang mau mendapatkan tips menjadi FF-ers sejati, bisa loh diintip postingan saya yang ini.. Langkah-langkah Menjadi FF-ers SejatiΒ  *teteup πŸ˜€

Jadi, ketika akhirnya pada suatu ketika saya kesasar membaca tantangan menulis FF bertema G-String Merah di blognya mba Carra, saya merasa bahwa hari itu adalah salah satu hari yang membahagiakan buat saya. Karena ternyata, saya nggak sendirian!

Banyak ibu-ibu lain *oke, bukan cuma ibu-ibu sebenarnya* πŸ˜† yang menganggap bahwa menulis FF itu juga merupakan kegiatan yang nggak kurang kerjaan. Malah bisa dibilang juga menghasilkan sebuah karya seni. *uhuk*

Sementara selama ini saya ikut grup nulis yang sebagian besar para anggotanya kebanyakan menulis cerpen dan novel. Dan sepertinya, banyak yang beranggapan menulis cerita FF itu bukanlah kerjaan serius, bahkan mungkin dianggap sebelah mata saja *lebay* *sensi* :mrgreen: .

Oleh karenanya, ketika akhirnya saya diajak bergabung dengan grup Monday FlashFiction, maka nggak perlu berpikir dua kali saya langsung mengiyakan dan semenjak itu, semangat menulis -flash fiction- saya semakin besar.

Saya yang semula hampir nyerah karena seringnya mendapat kritik pedas yang bikin kuping panas, hati sakit, dan kepala pusing, lambat laun malah jadi keranjingan dan merasa kurang kalau nggak ada yang ngeritik tulisan saya. *itu tandanya postingan saya nggak ada yang baca kan? πŸ˜› *

Hingga akhirnya saya kebal kalau dapat kritikan pedas.

Bergabung dengan orang-orang dalam grup dengan minat yang sama memang cukup berhasil meningkatkan motivasi menulis. Dan bergabung dengan MFF mengasah otak saya untuk menciptakan ide-ide yang kalau dibaca lagi banyak yang garing tapi ya sudahlah. Dari kegaringan tadi lama-lama saya belajar untuk nulis yang tingkat kegaringannya -semoga- perlahan berkurang.

Eh ini surat apa pidato ya? πŸ˜†

Akhir kata, saya cuma mau ngucapin makasih banyak telah membuat MFF ini ada dan nyata. Membuat sebuah grup rahasia dengan banyak ilmu yang dibagi dengan cuma-cuma. Sharing yang bermanfaat serta prompt-prompt ajaib yang membuat saya pribadi terdorong menuangkan ide yang muncul menjadi sebuah tulisan yang utuh.

Terima kasih.

Saran untuk ke depannya, semoga ada kaos atau merchandise dari MFF supaya saya bisa pamer kalau saya ini beneran anggota MFF *halagh*

Semoga MFF bisa menghasilkan banyak karya-karya yang bisa berguna dan bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya.

Apalagi ya? Nggrogi saya, laptopnya udah mau dipake sama yang punya.. πŸ˜†

Hahaha…

I love you all, Guys!

Tetaplah saling menyemangati.. πŸ˜€

Selamat ulang tahun MFF-ku sayang..

wpid-hb-mff1

Iklan

6 pemikiran pada “Monday FlashFiction, Ketika Flash Fiction Dicintai dan tak lagi Dipandang Sebelah Mata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s