Kecewa


Saya sedang super sensi.

Entah mengapa feeling saya mengatakan kalau seseorang sedang kecewa pada saya. Pada sesuatu yang telah atau justru tidak saya lakukan. Beberapa minggu terakhir bukan tanpa alasan saya tidak update blog. Entah mengapa tiba-tiba saja saya merasa bahwa update blog bukanlah sebuah aktifitas yang urgent untuk saya lakukan saat ini. Dan ada prioritas lain dalam hidup saya yang harus saya dahulukan.

Semua orang pasti begitu kan?

Ada yang menjadi prioritas dalam hidup mereka masing-masing dan tentu saja selalu ada alasan bagi mereka melakukan ini dan itu atau bahkan tidak melakukannya. Demikian juga dengan saya. Dan sepertinya saya tidak harus menjelaskannya di sini kan?

Bicara masalah kecewa, banyak hal sebenarnya yang membuat saya kecewa pada orang yang sama. Yang saya duga bahwa kali ini dia yang berhak kecewa pada saya. Entah sudah berapa kali saya memaksakan diri saya berusaha melakukan lebih dari yang bisa saya lakukan untuk mencoba dekat dengannya. Dan berulang kali penolakan pula yang akhirnya saya dapatkan. Bukan tembok penghalang yang berhasil saya runtuhkan, justru pengamanan tembok itu yang semakin lengkap dipasang oleh pemiliknya.

Lelah? Sangat..! 😦

Jadi, salahkah jika kali ini saya yang memilih untuk membebaskan diri saya dari rasa kecewa yang berulangkali telah saya terima?

Ya. Kali ini saya memilih -dan memutuskan- untuk tidak membiarkan diri saya dikecewakan lagi untuk yang kesekian kalinya. Untuk kali ini, saya memilih berhenti berharap. Membiarkan saja semuanya terjadi secara alami. Melakukan apa yang hati saya ingin lakukan. Mengikuti alurnya. Dan kali ini hati saya mengatakan untuk tidak memaksakan diri mendekat padanya yang tidak ingin saya dekati.

Dan akhirnya keputusan saya membuatnya kecewa?

Fine. Silakan saja.

Suatu hari nanti mungkin dia bisa memahami mengapa saya melakukan ini semua.

Maaf.

Jika kali ini saya mengecewakanmu. Semoga di lain waktu, ada masa di mana kita bisa bertingkah normal dan tidak memaksakan diri melakukan hal yang tidak sepenuhnya kita inginkan. Jika kamu mengerti apa yang saya maksudkan..

🙂

 

Karena seringnya terkadang sesuatu yang dipaksakan itu membuat perasaan menjadi tidak nyaman.

Untukmu maupun untukku..

Iklan

5 pemikiran pada “Kecewa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s