#FF100kata: Bengkok


Gladys sedang menunggu Bagas di sisi kiri ruko di Jalan Otista. Di depan kedai mie ayam yang tidak lagi menampakkan tanda-tanda kehidupan. Ruas jalan yang biasanya ramai, mendadak senyap.

Ke mana semua orang? Batin Gladys cemas sembari melirik jam di pergelangan tangan kirinya. Hati Gladis berdesir. Meletakkan ponsel di telinga kirinya, mencoba menghubungi Bagas. Dari arah depan, lelaki berbaju merah berjalan sempoyongan mendekat. Laki-laki itu menyembunyikan tangan di balik kaos merahnya. Dan celana jins belelnya …

Sial!

Sesuatu menyembul keluar dari balik celana belelnya!

Tertawa ganjil pada Gladys yang menatapnya geram.

“Tutup celanamu! Atau kubuat barang kecilmu bengkok?” ancamnya memasang kuda-kuda.

-selesai-

Diikutsertakan dalam #FF100kata #parafilia

Iklan

5 pemikiran pada “#FF100kata: Bengkok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s