Hujan dan Kenangan


Warning!

FF kali ini kontennya 18 + lho ya!

***

“Lho? Bayi siapa ini?” tanya Parmin saat menemukan sebuah kardus tergeletak di pos penjagaan saat kami ronda malam ini. Kardus yang ternyata berisi seorang bayi mungil.

Kami mendekati kardus bekas air mineral yang dipenuhi kain untuk menghangatkan si bayi, sementara bayi laki-laki di dalamnya sedikit membiru kedinginan.

“Kita laporkan Pak RT saja ya Man?” Parmin bertanya saat aku menatap penasaran sang bayi dalam kardus air mineral di hadapan kami. Entah mengapa, tatapannya langsung membiusku. Dan anehnya, bayi tadi juga balas menatapku.

“Man! Ditakoni kok ndadak nglamun?! Huuh..!” (Man, ditanya kok malah ngelamun)

Parmin mencibirku. Setelahnya ia menghilang dari pandangan, tepat saat kutemukan  secarik kertas di bawah tubuh hangat sang jabang bayi.

Kubaca perlahan secarik kertas yang membuatku sedikit penasaran.

“Mas Arman,

Aku titip anak kita. Ya, bayi ini anakmu, Mas. Aku sengaja tak memberitahumu tentang kehamilanku selama ini. Aku cuma menjaga perasaan Yuni. Hatinya pasti hancur mengetahui hubungan terlarang kita malam itu. Tapi kali ini, aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan pada bayi ini. Aku mohon, jaga dia untuk kita. Dan aku akan selalu mengenangmu, Mas Arman. Titip thole (panggilan untuk anak laki-laki). Jaga dia baik-baik.”

Aku tercekat. Menatap bayi merah di hadapanku. Bayi yang sorot matanya selalu membuatku terpana. Itu sorot mata Seruni.

Suara rintik hujan mengguyur atap pos penjagaan. Dan sekelebat memori berputar di benakku. Kenangan yang berhubungan dengan hujan, nyaris setahun yang lalu.

Saat itu di pos penjagaan ini udara sangat dingin menggigil. Namun hati dan tubuh kami terasa hangat. Ketika Seruni berada dalam dekapanku, sesaat setelah kami mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.

-selesai-

 

Catatan:

Mau diikutkan FF100 kata tapi kepanjangan 😀

Iklan

7 pemikiran pada “Hujan dan Kenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s