#FF100kata: Demi Anakku


Aku menatap bayi kembar yang masih merah dalam pelukanku. Bayi-bayi mungil yang kucintai sepenuh hati, yang sayangnya, tidak diakui keberadaannya oleh sang ayah.

Semenjak aku mengandung dan akhirnya melahirkan si kembar, Joni, ayah dari bayi yang kulahirkan, lari dari tanggung jawab. Dan parahnya, setelah mengetahui aku telah melahirkan, tanpa alasan yang jelas ia jadi gelap mata. Berusaha memburu si kembar untuk dihabisi!

Ya Tuhan, ke mana kami harus bersembunyi?

***

Sebuah tarikan membuat pintu kayu di hadapan kami menjeblak terbuka.

“Mama…! Lihat nih, Sharon mindahin anak-anaknya ke lemari bajuku. Iih.. Gimana nih?! Mama…!”

Kami menatap Malika meminta belas kasihnya.

“Meeong.. Meeong..”

-selesai-

#BAYI

Diikutsertakan dalam #FF100KataΒ 

Iklan

10 pemikiran pada “#FF100kata: Demi Anakku

      1. beda…. FF yg saya baca. si anak yang menyusui bilang ke emaknya kalau nanti dia sudah besar kawin sama dia aja, jangan sama bapak, bapak tukang kawin. emaknya bilang… nanti loe juga bakalan sama kaya bapak loe πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s