#FF100kata: Sundari


Sundari meratap pilu di atas panggung. Memegang kaki Sunarto berharap kekasihnya akan tetap tinggal. Ayunan kaki Sunarto yang murka menghempaskan tubuh mungilnya. Setelah kepergian Narto, Sundari menangis pilu.

Di barisan penonton, Bambang menatap Sundari nyaris tak berkedip. Telah lama ia memendam rasa padanya. Baginya perempuan itu sangat istimewa. Entah mengapa Sunarto menyia-nyiakannya. Bambang bertekad, akan mengobati luka hati Sundari.

***

Di depan ruang ganti pemain, Bambang menunggunya. Jantungnya berdebar-debar.

“Cari siapa, Mas?”

“Sundari.”

“Ooh, Mas mau minta tanda tangan ya? Saya Sundari.”

Bambang tercekat. Di hadapannya tampak ‘Sundari’ dengan onderdil yang sama dengan dirinya memandangnya.

Sundari ooh Sundari. Kamu laki-laki? Batinnya.

-selesai-

#Panggung

Diikutsertakan dalam #FF100Kata 

Iklan

4 pemikiran pada “#FF100kata: Sundari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s