#FF100kata: Ampas Kopi Misterius


“Kopi paitnya satu, Yu!” Barkah mengedip nakal. Si manis berdada penuh di hadapannya mengangguk dan tersenyum manja.

Baru seminggu membuka warung kopi, dagangan Hayu laris manis. Belasan bahkan puluhan lelaki mengantri untuk dilayani. Warung kopi Pak Mat di seberangnya langsung sepi. Nyaris merugi.

“Nggak bisa dibiarkan seperti ini Pak. Hayu mesti pakai guna-guna,” tuduh Bu Mat.

“Ah ya nggak mesti Bu. Mungkin memang kopinya lebih enak dari racikanmu.”

Bu Mat mendelik marah, lalu pergi meninggalkannya.

***

kopi tubruk

Pak Mat meneguk kopi di gelas belimbing yang kini tersisa ampasnya. Kopi yang dipesannya dari warung seberang. Ampas kopi di cangkirnya membentuk wajah manis Hayu.

-selesai-

#Ampas Kopi

Diikutsertakan dalam #FF100Kataย 

Iklan

4 pemikiran pada “#FF100kata: Ampas Kopi Misterius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s