#FF100kata: Tumbal Perawan


Pak Bendo dan istrinya terlihat murung. Di hadapan mereka, Lasmi, sang putri tunggal duduk tak bersuara. Sudah tradisi turun-temurun setiap bulan purnama, ratu penguasa Pantai Tenggara akan meminta tumbal perawan. Dan berdasarkan undian, malam ini Lasmi harus menjadi tumbal.

Sesuai permintaan terakhirnya, Lasmi pergi bersama Kikit. Menaiki perahu menuju samudera. Pasrah menjemput ajal.

***

Esoknya.

β€œLasmi pulang! Lasmi pulang!!”

Desa Nelayan seketika heboh. Warga berbondong-bondong mengerumuni perahunya. Melihat dari dekat satu-satunya gadis yang dikorbankan tapi berhasil pulang dengan selamat. Pandangan mereka menyusuri perahu.

Lasmi pulang seorang diri. Tanpa Kikit, ayam betina kesayangannya. Ratu Tenggara ternyata lebih memilihnya.

Sebagai tumbal perawan sejati.

ayam perawan
Ayam perawan

-selesai-

Diikutsertakan dalam #FF100KataΒ 

Iklan

23 pemikiran pada “#FF100kata: Tumbal Perawan

      1. Hehehe… gak harus dipaksakan mengandung pesan moral, tantangannya untuk twist itu memang gak mudah. Tetap semangat ya.

        Maaf, soalnya saya lagi shock aja habis baca berita dari BKKBN bahwa kasus aborsi di Indonesia dalam setahun mencapai 1,2 Juta (800 ribu-nya usia remaja).

      2. Iya Pak. Karena itu memang sebaiknya menulis yang mengandung hikmah ya.

        Terima kasih untuk masukannya ya Pak Iwan. Sebuah masukan yang sangat berarti untuk saya.. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s