#FF100kata: Pamrih


“Kamu yakin Bud ini perawan?”

“Yakin dong, Boss..”

“Kamu nggak bohong kan?”

“Duh.. Mana berani saya membohongi Boss Besar? Saya jamin yang di sini semuanya perawan. Suwer wer ewer.”

“Oke, saya pilih yang putih.”

Setelahnya Boss Ageng menyerahkan segepok uang pada Abud.

***

Sesampainya di rumah, Boss Ageng berjalan menuju kamar. Dilihatnya sang istri tertidur dengan dada setengah terbuka. Di sampingnya makhluk kecil setengah telanjang asyik menyusu padanya.

“Sini kamu!” bisiknya.

Si kecil langsung mendekat. Tanpa ragu Boss Ageng menggandengnya menuju kamar samping. Di sana telah menunggu ayam perawan.

“Tuh, dia buat kamu. Besok, carikan aku uang yang lebih banyak ya!”

-selesai-

Diikutsertakan dalam #FF100Kata 

Catatan:

Ingatan saya akan tuyul sedikit tersamar. Pernah baca novel Lulu jaman dahulu kala yang berteman dengan tuyul. Katanya tuyul minta makan ayam perawan. Sementara ingatan yang lain, saya juga pernah baca kalau tuyul itu minta menyusu sama istri si ‘pemelihara’.

Err…

Bagian yang ini kok saya jadi merinding disko ya? 🙄

😀

Oya, pesan penting lain. Saya menulis cerita ini semata sebagai hiburan ya. Saya yakin teman-teman pasti sudah cukup dewasa dan bisa memilah mana yang terbaik buat teman-teman sendiri. Dan semua kisah saya dalam label FF, flash fiction, fiksi, murni ditulis untuk menghibur. Saya kembalikan kepada pembaca bagaimana mengartikan dan mengambil pesan atau hikmah dari cerita yang saya tulis. Dan semoga itu positif ya.. Aamiin

Terima kasih atas perhatiannya dan kunjungannya.. 🙂

Saran dan kritiknya tetap saya tunggu ya!

Iklan

11 pemikiran pada “#FF100kata: Pamrih

  1. Idenya keren. Yang saya ketahui memang ada tuyul yang nyusu kepada istri tuannya.
    Tapi kalo kemudian ada syarat lain ia juga harus merasakan darah perawan, nah itu hal yang baru (menurutku).
    Coba kisah ini dibaca para sineas, pasti berpotensi dibikinkan film pendeknya. Temanya masih relevan dengan kasus-kasus misteri yang meminta tumbal untuk pesugihan.

    Contoh film pendek yang berangkat dari FF itu seperti ini: SEBELAH Cerita tentang psikopat, ngeri.

    1. Nanti saya lihat videonya ya Pak.. Kalau berani tapi. Hehe

      Dan ini sepertinya tulisan saya membuat makna yang ganda ya? Jadi ada yang salah pengertian. Seperti penjelasan di bawah cerita saya, ini ‘perawan’ yang saya maksud itu ayam perawan Pak.. 😀

      1. Sebenarnya bukan makna ganda, kalau kisah kengeriannya berlanjut.
        Sebab biasanya dalam sebuah ritual sesembahan (dalam praktek bersekutu dengan setan), binatang yang jadi sesajen itu diambil darahnya untuk diminum, bukan dimakan dagingnya. Ini juga yang biasa dipraktekan dlm aksi panggung grup-grup dead metal (grindcore).

        Makanya kalo dalam film pendek bertema horror, endingnya nampak tuyul itu mulutnya belepotan darah, mirip dracula.
        Tapi kalo film pendeknya bertema humor, endingnya nampak tuyul menikmati ayam goreng mirip si upin ipin 🙂
        Tinggal sang sineas itu mau genre yg mana, horor atau humor..

        ****

        Soal film di Youtube itu kalo alergi lihat darah mending gak usah nonton, mbak Rini. Itu karya keren Reza Rahadian yg durasinya singkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s