#FF100kata: Kampung Sebelas


Aku mengusap peluh yang membasahi kening. Kedua kakiku pun terasa lelah luar biasa. Nyaris mati rasa. Ketika memutuskan mengikuti jelajah alam, aku tak mengira diriku bisa tersesat seperti ini.

Sial!

Di ujung keputusasaan, kakiku melangkah masuk ke sebuah perkampungan.

Ada manusia! Pekikku girang dalam hati.

Satu.. lima.. Sebelas!

Aku membatin. Apa mereka bisa memahami ucapanku? 

Sebelas pasang mata menatapku.

Dari ujung kepala … sampai ujung kaki. 

Hatiku berdesir. Segera berbalik arah menyelamatkan diri. Tapi terlambat! Mereka menyergapku.

Ah sial!

Dalam kepasrahan aku mengingat sebuah dongeng.

Kampung sebelas. Kampung yang hanya berpenduduk sebelas orang. Lebih dari itu, mereka tak segan menjadikannya santapan.

051
doc. pribadi

Cerita di atas diikutsertakan dalam #FF100Kata bersama @sinshaen

Iklan

12 pemikiran pada “#FF100kata: Kampung Sebelas

    1. Sebenarnya cerita ini terinspirasi dari cerita dari mulut ke mulut di suatu daerah di pedalaman. Katanya maksimal penduduknya 100 orang saja. Ya memang kalau lebih jumlahnya katanya dibunuh untuk dimakan bersama..

      Eww… 🙄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s