Prioritas..


Sebuah postingan yang saya baca di salah satu blogpost di sebuah jejaring sosial membuat saya terperangah. Isinya menampar saya habis-habisan. Entahlah. Seakan belum cukup rasanya perasaan kehilangan passion menulis flash fiction beberapa waktu yang lalu, postingan tadi membuat saya merenung panjang. Tentang saya, anak-anak, eksistensi, aktualisasi dan arti kehidupan.

Eaa.. Jadi panjang gini perenungannya ya?

Intinya sih, setelah membaca beberapa postingan dan sembari merenung saya pun menyadari bahwa akan selalu ada prioritas dalam hidup. Ada yang namanya pilihan dan keputusan.

Jadi ketika ada teman saya yang berhasil mendapat hadiah ini itu, menang itu ini, berhasil menelurkan novel ini dan itu dan lain sebagainya. Saya nggak akan iri (lagi). Ya, mungkin dulu saya iri. Eh tapi jangan salah mengerti. Iri dalam artian positif lho ya. Positif karena keberhasilan teman-teman saya tadi membakar semangat saya untuk bisa melakukan hal yang sama.

Hingga akhirnya saya berpikir masalah prioritas.

Kenapa saya berhenti iri? Ini alasannya.

1. Karena teman memutuskan ikutan tantangan menulisnya. Sementara saya? Saya nggak ikutan lombanya. Wajar kalau saya kalah. Mencoba aja nggak.. Hehe..

2. Karena teman saya rajin nulisnya. Sementara saya? Kalau saya bisa meluangkan waktu saja baru bisa nulis,

3. Nah ini salah satu alasan yang sebaiknya nggak ditiru, tapi ini yang saya rasakan. ๐Ÿ˜€

Teman saya ada waktunya. Saya? Total jadi perempuan rumah tangga. SEMUA waktu saya UNTUK KELUARGA. Bukan.. bukan saya mengeluh. Saya cuma menjabarkan keadaan. Kalau dulu anak saya 1, bisalah saya colong-colong waktu ketika dia terlelap. Semantara sekarang anak saya 2, dengan jadwal tidur yang nggak seragam. Otomatis saya memilih. Mau tetap eksis posting blog tiap hari dengan ikutan tantangan ini itu dengan konsekuensi anak saya telantar. Iya. Jelas telantar karena waktu saya pasti habis buat berkutat dengan layar monitor dan keyboard. Dan inilah kelemahan saya. Saya kalau fokus dengan satu kondisi, belum tentu bisa fokus dua arah. Jadi saya harus milih. Dan prioritas saya tentu adalah anak-anak. Keluarga. Dengan pertimbangan anak-anak tetap berkembang dan saya nggak mau kehilangan setiap tahap perkembangannya.

Kalau ada penulis ibu rumah tangga dengan anak seabreg yang kegiatannya nyaris sama seperti saya namun dia berhasil menyelesaikan belasan atau bahkan puluhan novel, itu hebat. Dan itu kelebihan yang luar biasa. Apalagi kalau beliau-beliau tadi tidak punya pengasuh atau asisten rumah tangga. Saya salut sekali.

Tapi kembali lagi. Semua beda. Beda orangnya, beda manajemen waktu dan beda isi kepalanya. Hehehe

Saya berharap suatu hari nanti bisa mengikuti cara mereka. Bisa belajar banyak dari beliau-beliau ini. Bisa berkarya tanpa merasa mengabaikan keluarga. Karena jujur saja yang saya rasakan saat ini adalah memilih satu dari dua. Keluarga atau ego pribadi.ย Waktu saya terasa habis tak bersisa untuk melakukan kerjaan rutin, menemani anak-anak, mengurus keluarga, anak-anak dan suami, dan tiba-tiba saja waktu cepat berputar. ๐Ÿ˜€

Kalau dulu memang saya masih sempat nulis flash fiction. Blog saya masih apdet. Kalau saya beruntung, saya bisa nulis FF dengan waktu yang singkat dan hasilnya juga lumayan, hingga masih banyak waktu yang tersisa. Tapi lama kelamaan, saya ngerasa nggak adil buat anak-anak saya. Banyak waktu saya yang akhirnya tersita untuk menulis dan jadi nggak fokus sama mereka. Hingga saya baru sadar kalau mereka tumbuh tambah pintar dan mulai bisa protes.

“Mama jangan kerja. Main sini sama kakak.”

Atau bersama sang adik mulai memanggil-manggil saya dan minta perhatian. Lalu Allah SWT menuntun saya membaca sebuah postingan yang membuat saya akhirnya merenung panjang.

Entah mengapa setelah membaca postingan demi postingan beberapa waktu terakhir yang ditulis teman-teman blogger yang juga seorang ibu, serta merenungi kembali masukan dari orang-orang terdekat, saya akhirnya memilih rehat sementara dari dunia blogger, kontes nulis dan GA.

Alasan klisenya memberi waktu lebih banyak untuk keluarga. Dan alasan terbesar, saya cukup tertohok dengan salah satu postingan yang membuat saya melihat lebih jauh ke dalam diri saya. Apa sih yang saya cari dalam hidup saya?

Ah.. akhirnya saya pun harus memilih. Dan prioritas saya kali ini adalah anak-anak dan suami. Keluarga kecil saya.

Mungkin sekarang waktunya saya menimba ilmu. Belajar manajemen waktu, belajar menyesuaikan diri dengan keadaan. Tidak memaksakan diri saya lebih dari yang saya mampu. Saya yakin, saya pasti akan kembali bisa nulis yang teratur lagi. Bisa mengatur waktu antara keluarga dan menulis. Tidak memilih salah satunya tapi bisa menjalani keduanya dengan sama bagusnya.

Sekarang saya memang keteteran. Tapi bukan berarti akan selamanya begitu. Doakan saya ya!

Bismillah… ๐Ÿ™‚

 

Waktunya belajar!

 

 

๐Ÿ˜€

Oke, saya sudahi dulu ya. Anak-anak mulai rebutan mainan.. :mrgreen:

Iklan

4 pemikiran pada “Prioritas..

  1. Itu prioritas yang betul sekali.
    Keluarga itu bisa dianggap sebagai proyek investasi masa depan, maka sentuhannya pun juga harus serius dan profesional. Ada program yang jelas, goals, game plan, to-do-list, dan time management, hingga evaluasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s