Digombalin…


Beberapa waktu yang lalu, badan saya meriang. Panas dalam, demam, flu (batuk pilek), kepala pening, badan pegal daaan lain-lain. Tapi dengan tekad kuat dan sugesti diri bahwa “Ibu itu nggak boleh sakit dan kalau pun kepaksa sakit, sakitnya sebentar aja ya?” :D, maka sesuai dengan doa yang dipanjatkan, saya pun merasa cepat pulih.

Di suatu malam, Aa suami yang memang kerjaannya lebih banyak menghadap laptop dan seringkali kerja sambil begadang melirik ke arah saya yang sedang menonton TV. Merasa diperhatikan *ge er akut :mrgreen: *, saya pun membalas kembali tatapannya. Memandang bola matanya yang coklat di balik kacamata persegi. Bola matanya yang langsung menatap kedua manik mata saya yang juga berwarna coklat namun lebih gelap dari bola matanya. Kami pun saling menatap selama sepersekian detik. Seakan waktu membeku di antara kami berdua.. Hanya ada aku dengannya. Kami berdua.. Hingga terdengar sebuah suara yang mengembalikan kami berdua ke tempat kami berpijak. *oke, sudah mulai lebay ini bahasanya :lol:. Efek kebanyakan nulis fiksi.. :mrgreen:

Dan sebuah kalimat Aa suami pun membuyarkan lamunan lebay saya.

“Adek masih sakit?” tanya Aa suami.

*Oke, kalimat ini ambigu sekali. Di satu sisi kalimat ini mengandung perhatian luar biasa dari suami saya. Tapi di jam menjelang larut malam begini, saya merasa pertanyaannya belum selesai.. Hehehe.. Dan akhirnya saya coba meyakinkan kembali dengan kalimat balasan,

“Udah mendingan. Kenapa A?” *kalimat istri yang mencium gelagat mencurigakan.. *halagh :P*

Dan benar saja..

“Adek capek nggak?”

Saya pun nyengir indah, karena kecurigaan saya semakin mendekati kenyataan..

“Mau minta tolong bikinin mie goreng, mau nggak?”

NAH…!!!

Saya pun ngakak lebar.. Karena akhirnya apa yang saya pikirkan benar! *dasar cenayang! :D*

Dan tanpa banyak protes, saya mengiyakan permintaannya. Karena saya tahu, kerjaannya pasti menguras energi dan pikirannya dan bawaannya jadi laperan.. Hehe..

Saya pun turun ke lantai bawah menuju ke dapur. Oya, tempat tinggal saya kebetulan berlantai dua. Di bagian bawah ada ruang tamu dan dapur, sementara ruang keluarga dan tempat bersantai sekaligus kamar istirahat ada di lantai dua.

Nah sebenarnya tulisan ini tentang apa sih? Tenang.. tenang.. Tulisan ini bukan berisi keluhan dan curhatan nggak jelas tentang suka duka jadi istri kok. Masih ada kelanjutannya ceritanya..

Dan ternyata, tak lama setelah saya jalan ke dapur dan memasak mie goreng lezat spesial buat Aa suami, si kakak Syifa, anak sulung saya, ternyata menyusul di belakang saya *oke, untuk sementara tolong diabaikan kenyataan kalau anak saya belom tidur di malam hari.. karena jawabannya itu berasal dari gen .. 😛

“Mama.. mama.. sini deh..” terdengar suara si kakak dari arah tangga.

“Ya, Kak?” tanya saya.

“Mamanya sinii.. kakak berisikin..” (maksudnya kakak bisikin)

“Bisikin apa?” tanya saya sambil mendekat ke arahnya membawa sepiring mie goreng yang belum diaduk. Di anak tangga ketiga dari bawah, kami berpapasan. Saya letakkan piring di sana sambil mengaduknya untuk mencampurnya dengan bumbu.

Dan si kakak pun senyum-senyum sambil menutup mulutnya. Saya jadi curiga.

“Mau bilang apa?” tanya saya berbisik sambil menatap wajahnya.

Si kakak senyum-senyum menatap saya.

“Kata papa … papa sayang sama mama…”

JDER!

Entah mengapa kalimat polos si kakak bikin saya salah tingkah. Entah apa warna air muka saya saat itu. Mungkin perpaduan merah, kuning ijo kaya lagu pelangi-pelangi itu.. hihihi..

Saya cuma ngebatin, ini kakak manis banget sih.

Dan setelah menarik napas panjang dan menghilangkan sisa-sisa ge er di raut wajah saya *apasih :P* saya pun menaiki tangga menuju lantai dua. Menyusul di belakang si kakak. Dan saya lihat suami saya sedang nyengir sambil mengucapkan kalimat ke arah si kakak.

“Udah dibisikin ke mama belom Kak?” tanyanya memastikan.

Saya serahkan sepiring mie goreng ke tangan suami saya dan menatap ke arahnya sambil berkata pelan, “Gombal..” :mrgreen:

Bisa ditebak, bapaknya Reina dan Syifa itupun ketawa-ketawa karena berhasil membuat saya ge er..

Aslinya, saya ini nggak terlalu suka digombalin. Tapi jujur saja, cara ngegombal duet Syifa dan papanya kali ini sukses bikin saya meleleh..

#Eaaa… 😀

2013-03-31-1729

Iklan

3 pemikiran pada “Digombalin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s