Menahan Diri dan Mengubah Kebiasaan


Dulu, saya ingat sekali pernah menulis tentang sebuah gelang yang menjaga kita untuk tidak mengeluh berkepanjangan. Sebuah tulisan lama sih, di blog lama pula. Tapi saya masih ingat. Intinya kita berusaha untuk tidak mengeluh atas apapun yang terjadi pada diri kita. Dan untuk menjaga ke-istiqomah-an niat kita tadi, kita memasang sebuah benda (di sini digunakan gelang) yang diletakkan di salah satu pergelangan tangan.

Misinya sangat mudah sebenarnya.

Mempertahankan gelang tadi tetap berada di pergelangan tangan yang sama dalam waktu 21 hari.

 

Sepintas memang mudah. Tapi ternyata, untukΒ mempertahankan gelang itu tetap berada di pergelangan tangan yang sama dalam waktu 21 hari, juga dibutuhkan proses untuk menahan diri dari keinginan untuk ngomel dan ngeluh tadi. Karena setiap kali terlintas mau ngomel di dalam hati, maka dengan kesadaran pribadi kita harus memindahkannya ke tangan yang lain. Lalu mulai lagi menghitungnya dari hari ke 1, dst.

Kenapa harus 21 hari? Karena waktu yang diperlukan seseorang untuk mengubah kebiasaan itu adalah 21 hari.

 

Lalu apa sih yang mau saya ceritain di postingan ini?

Nah metode ini ternyata sama juga untuk melakukan kegiatan lain. Nggak cuma untuk masalah mengubah kebiasaan ngeluh jadi ngga ngeluh tapi juga mengkondisikan diri untuk mengubah perilaku.

Jadi ceritanya, saya itu kalau udah suka sama sesuatu hal pasti getol banget ngerjainnya. Dulu sih sama games di facebook. Duh.. addicted bangetlah pokoknya. Hingga sampai pada satu titik.

Sudahlah. Berhenti saja.

 

Bermula dari satu hari, dua hari dan akhirnya nggak terasa di atas 21 hari saya berhenti sama sekali melakukannya.

STOP aja.

Dan menghilanglah keinginan saya yang getol nge-game tadi.

 

Waktu mendekati lebaran kemarin, saya yang sebelumnya getol banget nulis flash fiction, ngeblog dan hal-hal yang berkaitan dengan nulis FF, ‘terpaksa’ harus libur dan meliburkan diri. Lumayan agak lama juga. Sekitar dua minggu atau dua puluh hari.

Nggak bisa pakai komputer dan laptop dengan teratur. Kalau maksa malah akhirnya berantem sama anak-anak, akhirnya ada yang nangis dan justru ngerusak mood nulis saya. Akhirnya saya yang harus bisa menahan ego saya. Iya. Ego pribadi saya untuk asyik ngeblog dan nulis FF.

Saya pun mulai menahan diri. Membiasakan diri untuk menekan ego pribadi yang selama ini mungkin secara nggak sadar udah saya lakukan.Β Dan akhirnya setelah dalam perenungan yang mendalam *oke ini mulai lebay :P* saya pun mulai menyadarinya.

Sebenarnya nggak ada juga yang maksa saya berhenti nulis blog dalam waktu lama. Well, mungkin awalnya karena keadaan yang nggak memungkinkan kali ya? Tapi hasilnya adalah … saya nggak seobsesi dulu. Kalau dipikir lagi sekarang, kesannya dulu itu saya maksain diri banget ya untuk bisa nulis apa yang saya mau dan saya suka. *iya, saya khilaf* :mrgreen:

Tapi sekarang, kerasanya saya lebih enjoy menikmati hidup.

Bukan sengaja sebenarnya, tapi ternyata hasilnya nyaris mirip dengan kasus saya dengan games FB tadi. Saya mulai kehilangan rasa ‘obsesi’ saya terhadap blog, FF dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Dulu kan kerasa banget dikejarΒ ama games.

AWAS MASAKAN HANGUS! (Cafe world)

KEBONNYA HARUS DIPANEN SEKARANG! (Farmville)

 

Dan sekarang juga begitu, nggak ada yang ngejar-ngejar saya buat buru-buru update blog *emang dulu siapa yang ngejar ya? *lirik ego pribadi :mrgreen: πŸ˜› πŸ˜†

 

Nah.. pertanyaan berikutnya adalah..

[Keadaan seperti] Ini bagus atau jelek?

 

Hahaha.. πŸ˜†

Semua hal itu ada dua sisi kan?

Untuk membangun mood nulis ya jelas jelek, karena nulis itu masalah kebiasaan. Dan karena lama libur dan meliburkan diri saya sempat kaget buat nulis FF yang ringkas, padat dan singkat. Akhirnya malah berakhir gondrong banget.. :mrgreen:

Namun di sisi lain, banyak waktu luang saya yang bisa saya lakukan seperti menyusun kumpulan FF lama saya, membaca buku-buku hadiah yang udah mulai mangkrak di rak buku dan menggali ide dari sana. Mempersiapkan Reina untuk disapih (dan alhamdulillah sudah lulus) dan mengajarinya toilet training.

Dan semakin ke sini, entah mengapa saya belum bisa memulihkan lagi rasa dan passion saya menulis di blog seperti dulu. Bahkan sempat terbersit sebuah pemikiran yang sebaiknya jangan ditiru ya.. πŸ˜€

Nggak update blog juga nggak pa pa sebenarnya.

 

Hehehe..

 

Atau sekarang saya mulai di tahap jenuh? Ataukah mulai membiasakan diri lagi memulai sebuah kebiasaan baru..?

Tapi yang pasti semakin ke sini saya berusaha lebih wise aja deh. Tidak menelantarkan keluarga -suami dan anak-, bisa melakukan me time dan sekaligus menjadi perempuan yang lebih baik dari hari ke hari.

Itu yang jadi passion saya sekarang.

 

Nah me time ini nggak melulu berhubungan dengan ngeblog dan nulis aja kayanya ya? :mrgreen:

Tapi mudah-mudahan masih bisa ngeblog meski nggak aktif-aktif banget setiap hari tapi ada yang diupdate tiap minggunya.. πŸ™‚

Aamiin..

 

Ini cerita saya minggu ini.

Bagaimana denganmu, teman?

duo re - syi
Dan lebih banyak waktu saya buat main sama dua bocah ini.. πŸ˜€
Iklan

8 pemikiran pada “Menahan Diri dan Mengubah Kebiasaan

  1. entah kenapa meskipun ada udah ada tumpukan 30-an buku yg blum dbaca (setengahnya hadiah, setengahnya lagi beli) tapi tetep aja gatel pengen beli buku :p
    kayanya hrs dcoba nih 21 hari ga nengok web toko buku online & blog2 review buku πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s