Menemui Kekasihku


Aku menunggu kekasihku. Kami berdua berjanji akan bertemu dan berkencan. Tak perlu bertanya mengapa kami memilih bertemu secara sembunyi-sembunyi seperti ini. Di tempat sepi. Selepas jam sembilan malam pula!

Apalagi alasannya kalau bukan karena ia seorang lelaki yang sudah beristri.

Tapi aku tak keberatan.

Kalau cinta sudah melekat di dalam dada, tahi kucing saja bisa berubah rasanya jadi coklat. Jadi bukan tak mungkin lelaki beristri dan beranak lima itupun pun kini terlihat sangat mempesona di mataku. Seperti lelaki gagah nan tampan yang masih perjaka. Ya, meski sudah punya anak lima, bagiku Mas Tony tetaplah yang tertampan di mataku.

Badannya yang kekar, ototnya yang menonjol di sana sini dan tampilannya yang sebelas dua belas dengan Kevin Sorbo, si Hercules.

Ooh Mas Tony.

Prompt 24
Sang bintang

Nah, itu dia kekasihku.

Meski aku belum menatap wajahnya, namun wangi parfumnya sudah membiusku.

***

“Kok lama sekali, Mas?” Tanyaku dengan suara mendesah sambil bergelayut manja di lengan kekarnya.

“Biasa. Aku diinterogasi dulu sama ‘Bos Besar’,” jawabnya sambil tersenyum.

Kami berdua tergelak. Tentu saja, karena Bos Besar yang dimaksud Mas Tony, memang benar-benar besar dalam arti sesungguhnya. Meskipun penampakan Mas Tony saja sudah terbilang tinggi besar, istrinya berpostur tubuh jauh lebih besar darinya. Bisa kau bayangkan situasinya kalau dia melihat kami berdua bermesra-mesraan seperti ini kan?

Habislah sudah.

***

“Kamu cantik sekali malam ini, Sayang,” Mas Tony merayuku sambil mendekatkan tangannya membelai lembut pipiku. Aku meraih tangannya dan mendekatkannya ke bibirku. Mengecupnya pelan. Sekaligus memberinya kode untuk lebih mendekat ke arahku.

Bibirnya pun mengarah ke keningku, turun perlahan ke pipiku dan nyaris saja bibir kami bersentuhan untuk kemudian melanglang buana ke awang-awang, meneguk nikmatnya kebahagiaan duniawi. Namun gagal, karena selembar kain putih tiba-tiba terjulur dan menghalangi pandangan kami berdua.

Tunggu sebentar.

Kain putih?

Kain putih apa?

***

Gagal mencium bibir sang kekasih karena terhalang selembar kain putih, lelaki bertubuh binaragawan itu spontan mengarahkan pandangannya ke atas pohon. Matanya membelalak, mulutnya menganga lebar. Terperanjat. Badannya menggigil ketakutan.

“Ha.. han.. hant..ttuu..” terbata ia menunjuk penampakan di atas pohon.

Kania mendongakkan kepala ke atas pohon, arah yang ditunjukkan jari Tony kepadanya.

Ah, sial! Batinnya.

“Ibu, Bapak, Mas Dewo, Jon, Ros, Cempluk, ngapain di situ semua?” tanyanya.

“Ibu takut. Di rumah kita lagi ada pembersihan. Itu keluarga Jindo bilang mereka juga kemarin digusur dan dipindah paksa. Sekarang giliran keluarga kita. Kalau keluarga Jindo pergi tanpa tujuan, kita lebih beruntung. Kita dapat penggantian lokasi tempat tinggal baru. Di pohon besar ini.”

Tony menghilang dalam sekejap. Kania menjejak tanah kuat-kuat dan terbang melompat ke atas pohon. Bergabung dengan keluarga besarnya.

Menempati rumah barunya.

***

Ditulis untuk memeriahkan Prompt #24: Sang Bintang, Ngasih Hadiah: September Bahagia Harry Irfan.

Cerita ini terinspirasi dari FM:

RT @harryirfan: DI ATAS POHON BESAR “Kenapa Ibu disitu?” | “Ibu takut, Nak. Rumah kita sudah banyak penghuninya.”

Iklan

24 pemikiran pada “Menemui Kekasihku

  1. agak bingung deh, Rin. ada banyak cerita di dalam cerita ini. tentang ‘pacaran beda alam’, tentang ‘pria perkasa yang tunduk sama istrinya’ dan ‘cerita penggusuran keluarga hantu’. Semua dijejalkan dalam satu kisah, dan hasilnya nggak maksimal. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s