[BeraniCerita #25] Andhara


kalender - BC
Kalender

Kulirik jam di pergelangan tanganku. Pukul delapan kurang tiga menit. Piano mulai mengalunkan Canon in D. Dadaku bergemuruh. Sekelebat memori berputar-putar di benakku. Berhenti pada bayangan kalender duduk di meja kerjaku yang salah satu tanggalnya sudah kulingkari warna merah.

THE WEDDING DAY.

Kupastikan jas hitamku sudah rapi. Kuarahkan pandangan ke sisi kiri dan di sanalah pemandangan indah itu terlihat.

Wajahmu.

Lelaki itu menggandengmu perlahan, kulihat senyum bahagia di wajah rentanya. Kupastikan kau akan bergumam pelan di telinganya, “Tuntun aku, Ayah. Jangan biarkan aku terjatuh.”

Dan kini penutup kepalamu telah dibuka. Wajah cantikmu terlihat bersinar. Jantungku berhenti berdetak. Kau membuatku terpana. Sensasi yang sama yang pernah kau torehkan saat kita pertama kali bertemu. Saat aku jatuh cinta pada pandangan pertama bertahun-tahun yang lalu. Selama sepersekian detik kurasakan waktu seakan berhenti bergulir, dan pusaran memori pun menyeretku kembali ke masa lalu.

***

“Kalau kita menikah nanti, aku ingin Canon in D diperdengarkan. Dan saat ayah menggandengku, aku akan membisikkan kata ‘Tuntun aku, Ayah. Jangan biarkan aku terjatuh’…”

“Persis seperti film Breaking Dawn … ‘” aku dan Andhara mengucapkan kalimat bersamaan. Lalu kami berdua tertawa bersama.

Semuanya sempurna. Sangat sempurna. Seandainya waktu dapat diputar kembali.

***

“Mana cincinnya? Don! Mana cincinnya?!” lamunanku buyar, dan aku langsung merogoh saku jas hitamku. Mengeluarkan sepasang cincin dan menyerahkannya pada Damar.

“Andhara Aurelia Bahtiar, aku berjanji akan menyayangi dan mencintaimu dalam suka dan duka. Saat sehat dan sakit. Seumur hidupku. Sampai maut memisahkan kita..”

Damar menyematkan cincin berlian itu ke jari Andhara. Jari perempuan yang pernah membuatku menjadi lelaki yang paling bahagia di dunia.

Iya. Aku pernah bahagia bersama Andhara. Sangat bahagia, bahkan. Sebelum aku merusak semuanya. Sebelum aku mengkhianatinya dengan menghamili sahabatnya. Ya.. Perempuan yang duduk di deretan saksi itu, yang mengenakan gaun berwarna pink. Itulah Indah, istriku. Dan lelaki yang menikahi Andhara adalah Damar, adik sepupuku. Laki-laki yang menjadi tempat Andhara menumpahkan segala perasaan sedihnya atas kebodohanku berselingkuh dengan Indah. Aku beruntung, masih bisa melihatnya lagi, di hari bahagia dalam hidupnya. Melihatnya mengenakan gaun pengantin seperti yang dia inginkan.

Aku dan Damar sengaja memberitahu Andhara satu hari sebelum pernikahan terjadi. Dan saat ia mengetahui bahwa akulah pendamping pengantin pria, ia langsung memberikan tamparan telak di pipiku.

Tamparan yang masih terasa panas sampai saat ini.

-selesai-

banner-BC#25

FF ini diikutkan untuk meramaikan PromptChallenge MFF #23, BeraniCerita #25 dan #Ngasih Hadiah Harry Irfan

Cerita di atas adalah pengembangan semena-mena versi rinibee dari FM milik kakak Harry Irfan yang ini:

RT @nafriyrrah: CINTA PANDANGAN PERTAMA. Mempelai wanita itu…

Iklan

10 pemikiran pada “[BeraniCerita #25] Andhara

  1. Aku beruntung, Andhara mengizinkan aku menjadi pendamping pengantin pria. Meski kami baru memberitahunya semalam. Dan saat ia mengetahuinya, ia langsung memberikan tamparan telak di pipiku. << jadi Don dan Linda memberitahu kalau Linda hamil (eh…malah sudah jadi istri! Kapan acaranya? Kok Andhara nggak tahu?) TADI MALAM sebelum hari pernikahan Andhara dan Danar. So, Andhara (seharusnya) udah nggak punya rasa apapun pada Don kan? Buktinya dia udah mau nikah sama Danar. Kenapa Andhara menampar Don? Apa yang udah dirusak sama Don, Rin? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s