Someone Like Him…


Mas Galang menatapku. Selama sepersekian detik aku merasa tak berpijak di atas bumi. Seakan gaya gravitasi menghilang untuk sementara waktu. Aku terpesona oleh tatapannya. Ya. Aku mencintai mas Galang. Mas Galang yang punya mata elang. Yang selalu ada saat aku butuhkan. Mas Galang selalu bisa diandalkan. Sebut saja. Dia akan selalu bersedia mendengarkan ceritaku. Dialah yang pertama kali mengajarkan aku naik sepeda, mengenalkan aku basket dan yang membuatku tak pernah berhenti mencintai buku.

Dan waktu berjalan sangat cepat. Mas Galang pergi untuk menyelesaikan kuliahnya di kota buaya, sementara dua tahun setelahnya aku kuliah di Yogyakarta. Dan kami pun berpisah. Jika kini kami berjumpa lagi, itu karena kami memutuskan berjumpa lagi di saat liburan lebaran.

Dan tatapan mas Galang membuatku terpana.

Ya, mas Galang yang sama. Yang punya mata elang. Cinta pertamaku.

***

“Berbahagialah kamu Mitha. Kamu punya mas Galang yang selalu ada untukmu. Kalian seperti ditakdirkan untuk selalu bersama.” Maya memberikan tanggapannya.

Aku tersenyum.

“Dan dia juga mencintaimu kan? Buktinya dia masih ingat semua detil penting tentang kalian di masa lalu. Iya kan?” Sari menambahkan, “Tinggal tunggu undangan aja.”

Keduanya tersenyum.

Tenggorokanku tercekat saat telingaku menangkap ucapan Sari tentang undangan. Dan seakan tersadar dari mimpi yang membuaiku akupun jatuh terjerembab setelah melayang terlalu tinggi. Dan seketika aku tersadar. Kepingan memori perjumpaan terakhirku dengan mas Galang seminggu yang lalu berputar-putar di kepalaku.

***

“Dik, datang ya! Bulan depan Mas mau nikah. Jangan sampai kamu nggak datang. Pokoknya kamu harus datang!” ucap mas Galang dengan senyum tersungging di bibirnya.

Giliran aku yang terdiam. Tak tahu harus berkata apa. Aku tersenyum pias. Memaksakan diri membentuk lengkung di ujung bibirku untuk menyenangkannya.

Ah.. Bisakah aku menemukan seseorang yang baru untuk kucintai lagi? Seseorang yang sesempurna mas Galang di mataku?

Sebulir air mata menetes di pipiku, sementara hatiku masih belum bisa memutuskan. Untuk menyingkirkan bayangan mas Galang atau memaksanya tetap tinggal di dalam hatiku.

Iklan

3 pemikiran pada “Someone Like Him…

  1. hm.. jadi teringat sama seseorang yang “seharusnya jadi istri saya” … karena terlalu dekat tanpa pernah mengutarakan isi hati jadinya ya kaya Mitha itu..

    #still got the blues

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s