Yakinlah! Karena Rezeki Itu Tidak Pernah Salah Alamat.. :)


Beberapa hari yang lalu, di TL twitter lagi rame. Ada seorang peserta lomba blog yang nggak terima dengan keputusan juri di sebuah lomba nge-blog. Saya nggak ikutan lomba blognya. Juga nggak mantengin syarat dan ketentuan buat ikutan blognya. Selain karena saya juga -waktu itu- nggak yakin apa bisa bener-bener nulis teratur selama 8 minggu nonstop dengan tema yang berbeda-beda setiap minggunya, dan -ini alasan yang paling besar sih :mrgreen: – memang udah ketinggalan ‘acara ngeblognya’ di minggu-minggu awal karena saya telat dapat informasinya. Jadi ya.. sudahlah…

Ibarat lomba lari saya udah kalah start. Pesertanya udah pada lari duluan. Jadi kalau lari sendirian kan sepi ya? Nggak semangat.. Hehehe

Dan waktu adanya lomba blog itu juga, saya sudah lumayan disibukkan *halaagh :mrgreen: * dengan kegiatan menulis flash fiction di grup Monday Flash Fiction maupun jadi challenger BeraniCerita. Jadi saya berkonsentrasi untuk bisa rutin nulis FF dulu aja .*karena mampunya baru itu.. *eh? πŸ˜€

Oke deh saya nggak akan bahas lebih jauh siapa penggugat dan siapa yang tergugat. Yang pasti saya cuma mau share aja. Kalau kasus kaya gini ini mirip sama kasus yang ada di Harry Potter.

640px-Hogwarts-castle-harry-potter-166431
Hogwarts

Inget kan kalau di setiap akhir cerita, selalu ada penentuan siapakah yang menjadi ASRAMA TERBAIK di HOGWARTS? Nah seperti itulah saya melihat ‘keadaannya’. Bahwa ada penilaian-penilaian tertentu yang dilakukan Dumbledore sebagai Kepala Sekolah.

Ada poin yang menjadi pengurangan nilai dari setiap asrama (ya karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Harry Potter dkk) ataupun poin tambahan yang ditambahkan oleh si Dumbledore juga karena melihat alasan dan nilai positif yang bisa diambil dari dilakukannya pelanggaran tadi. Misalnya pelanggaran yang dilakukan Harry Potter, Ron dan Hermione itu karena bertujuan menyelamatkan guru ataupun murid Hogwarts lain atau justru perlindungan terhadap sekolah yang mereka cintai dari ancaman musuh. Bahkan ada juga poin tambahan yang diberikan oleh Dumbledore atas keberanian si Longbottom mencegah Harry, Ron dan Hermione yang mau menyusup keluar Hogwarts padahal itu adalah jam terlarang bagi siswa untuk keluar dari area sekolah.

lgmp0836+hogwarts-school-badge-harry-potter-mini-poster

Sesederhana itu.

Apakah ada yang protes?

Mungkin ada. Tapi semua yang ada di Hogwarts menghargai keputusan Dumbledore tanpa berusaha untuk menggugat keputusannya.. πŸ™‚

***

Lepas dari itu semua, saya pribadi selalu percaya bahwa rezeki manusia itu sudah diatur masing-masing. Nggak ada tuh yang namanya rezeki ketuker, salah alamat.

Allah SWT Maha Tahu. Dia tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Dia tahu dan menilai juga bahwa usaha si A jauh lebih pantas mendapatkan ganjaran kepantasan untuk A. Dan usaha B mendapatkan ganjaran kebaikan yang sesuai hak si B.

Udah. Gitu aja.

Ada yang kecewa? Bisa jadi.

Tapi kalau kita kecewa, kepada siapa lagi kita mengadu selain kepada Allah SWT? Ya mungkin itu sebabnya Allah memberikan kita sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan harapan kita. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.

Mungkin kalau saya (atau anda) menang, rasa syukur saya bisa membuat saya takabur. Naudzubillah.

Maka ketika saya akhirnya belum mendapatkan apa yang saya inginkan, pasti ada hikmah di balik itu semua. Dengan kekalahan tadi, saya justru lebih banyak mendekat pada-Nya. Dan inilah hikmah dan nikmat lain di balik semua peristiwa menyedihkan tadi.

Kok jadi panjang ya? πŸ˜€

Inti dari tulisan ini semata adalah sebagai pengingat diri saya sendiri. Kalau suatu hari apa yang kita dapatkan bukanlah sesuatu yang kita inginkan, percayalah bahwa Allah Maha Adil pada setiap hamba-Nya.

Karena ketika satu pintu kebahagiaan tertutup maka ada beberapa pintu kebahagiaan lain yang terbuka untuk kita. Namun mungkin kita tidak melihatnya, karena terlalu terpaku pada satu pintu yang tertutup tadi.

 

Selamat pagi, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran menjalankan ibadah puasa ya… πŸ™‚

Iklan

11 pemikiran pada “Yakinlah! Karena Rezeki Itu Tidak Pernah Salah Alamat.. :)

  1. Aku pernah protes dengan keputusan panitia penyelenggara kontes blog Mba Bee hehe..waktu itu kalo gak salah XL yg ngadain. Sebenarnya bukan ke cemburu karena bukan aku yang menang. Cuma waktu itu panitia gak konsisten dengan syarat dan ketentuan yg mereka bikin. Salah satu syaratnya adalah tidak kurang dari 500 kata. Nah sedangkan waktu itu salah satu pemenangnya postingannya pendek bgt gak sampe 500 kata. Ketika aku protes via japri FB, panitianya malah langsung ngedelete postingan syarat dan ketentuannya, pdhal syarat dan ketentuan lomba2 mereka yg sebelumnya aja belom dihapus.
    Yah begitulah lika-liku ikut lomba atau kontes blog, so far untuk seru2an aja. Asal pemenangnya memenuhi syarat dan ketentuan πŸ˜›

    1. Iya mas Ronal. Saya juga pernah kok nggak terima sama hasil pemenang di lomba nulis. Menurut saya, yang punya saya idenya original, nggak sama sama yang lain yang cenderung seragam. Tapi begitu lihat pengumumannya?

      Yaah.. Kecewa berat deh.

      Tapi sebatas bilang “ealah yang menang yang kaya gini”.. πŸ˜€

      Nggak pernah nekad sampai protes ke panitia penyelenggaranya. Karena ya itu tadi. Namanya juga lomba. Kita nggak pernah tahu kan ada apa di baliknya. Promo terselubung (udah pasti ini ya?), ataukah emang udah ada perjanjian duluan, ataukah karena curang dari segi vote (jaman sekarang vote kan bisa dibeli :P) daaan masih banyak yang lain.

      Makanya saya jarang ikutan kalau nggak bener-bener niat. Dan sesekali aja. Itupun tanpa harapan apa-apa.
      Kirim doang, lalu lupakan. Dan seringkali kalah.. πŸ˜›

      Paling sering ikutan Give Away yang hadiahnya nggak terlalu fantastis (GA nggak ada yang hadiahnya uang kayanya ya?), kebanyakan buku dan itupun untuk ikut meramaikan karena penyelenggara GA-nya teman-teman blogger yang udah kenal deket.

      Setuju tuh! Ikut buat seru-seruan.. πŸ˜€

      Dan sepertinya banyak penyelenggara lomba blog yang nggak profesional ya? *ups 😳

  2. saya ikutan lomba blog untuk dibukukan pas blog di friendster masih exist mba. ada 1 postingan saya masuk – eh sampai sekarang gak ketahuan rimbanya. saya sih masih bersyukur kalau tulisan saya tentang Pursuit of Happiness tidak beredar dengan nama orang lain sebagai authornya.

    Untuk masalah lomba, saya sendiri jarang ikutan mba. Dan sekalipun ikutan, kecewa tidak menang? pasti. Tapi saya lebih suka lihat sisi lainnya. Kenapa si ntu yang menang. kriteria apa yang dia punya tapi saya tidak punya. gitu sih. πŸ™‚

    1. Nah.. Mental kaya gini nih harusnya yang dimiliki setiap peserta. Kalau gini kita bisa belajar dari keberhasilan orang lain. Bukan takabbur (sombong) dan ngerasa diri sendiri yang paling baik / bener… πŸ™‚

      Makasih udah sharing di sini ya mas Ryan.. πŸ™‚

    1. Nah.. itulah sebabnya manusia hanya bisa berencana, dan Allah SWT lah yang akhirnya memutuskan apa yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.. πŸ™‚

      Tetap semangat!

      *bawa pompom*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s