Secercah Harapan


Simbah duduk di teras depan rumah sambil membaca koran. Badannya terlihat segar bugar, meski usianya kini telah menginjak 90 tahun. Baru saja beliau selesai berjalan-jalan pagi, setelah sebelumnya sarapan dan memberi makan kucing-kucing kesayangannya.

Tak lama, telepon rumah berbunyi. Dari anak sulungnya.

“Assalamu alaikum Ibu. Bagaimana kabarnya? Sehat Bu?”

Tiba-tiba suara simbah memelas. Mengatur suaranya dan menjawab terbatuk, “Aku watuk lan krekes-krekes, Le..”

2013-03-28-1701

banner-kontes-unggulan-63-300x214

Terjemahan:

Aku watuk lan krekes-krekes, Le. : Saya batuk dan meriang, Nak.

Iklan

20 pemikiran pada “Secercah Harapan

  1. Lagi-lagi saya ngga sreg dengan judulnya (sila toyor saya yg sotoy ini! haha)
    Di kalimat ini

    “Assalamu alaikum Ibu. Bagaimana kabarnya? Sehat Bu?” tiba-tiba suara simbah berubah.

    siapa yang sedang berbicara. Anak sulungnya atau Simbah yang tiba-tiba berubah.

    Tadinya aku pikir, simbah yg sudah 90 tahun ini menerima telepon dari Ibunya. Mungkin itu bisa jadi twist yang lebih baik.

    Maaf panjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s