[BeraniCerita #20] Kaset


Magenta sedang menyalin catatan dari buku Anisa ketika Winda berjalan menghampirinya. Tersenyum-senyum ganjil. Magenta mengernyitkan kening. Kalau gelagat Winda sudah aneh begini, pasti ada sesuatu yang terjadi.

“Kenapa Win? Elo mau ngajak bolos ya?” tuduhnya.

“Cih..! Enak aja… Gini-gini gue anak baek. Telat sih kadang-kadang, tapi nggak bolosan!” jawab Winda tegas. Magenta tersenyum kecil, melirik sekilas pada Winda lalu meneruskan mencatat, “Loe kok nggak bilang-bilang sih Ta kalau lagi pedekate?” Winda tersenyum-senyum menginterogasi.

“Hah?! Pedekate? Pedekate apaan?”

“Atau jangan-jangan malah udah jadian lagi?”Β Winda menatap Magenta penuh selidik, membuat gadis berkepang dua itu salah tingkah dan menghentikan kegiatannya.

“Maksud loe?”

“Nih! Gue nemu ini di laci loe pas tadi pagi piket. Kayanya dari penggemar loe deh Ta,” Winda mengangsurkan sebuah bungkusan ke arah Magenta, “kayanya ditaruhnya kemaren. Soalnya pas gue dateng piket tadi pagi belom ada siapa-siapa. Cuma ada gue sama Sari trus Arlan. Eh apa jangan-jangan si Arlan kali ya?”

Winda, Magenta dan Sari menoleh ke arah si Arlan berbarengan. Membuat Arlan, pemuda berkacamata minus itu salah tingkah.

“Tuh..! Si Arlan sampai salah tingkah.” Sari menggoda Magenta, “Dan kalau dilihat-lihat Arlan tuh manis juga deh.”

“Iih kok malah kamu yang naksir sih, Sar?” Winda menggoda Sari. Ketiganya tertawa.

“Baca, Ta. Baca!” desak Winda. Magenta menatap bungkusan di hadapannya. Tertulis namanya di sana.

Teruntuk : Magenta Arum.

Ps: rahasia ya? πŸ˜€

“Sorry, Guys! Ini rahasia. Gue ke toilet dulu ya?” kedip Magenta yang langsung berjalan menjauh dari kedua sahabatnya.

“Huu…!”

***

Arlan bergegas kembali ke sekolah, menuju kelas XI – C. Ia lupa meninggalkan kunci pintu rumahnya di kolong bawah mejanya. Melewati ruang guru, ia melirik sekilas. Tampak olehnya dua orang siswa berseragam putih abu-abu sibuk di depan lemari besar. Berusaha membobolnya. Tak membuang waktu, ia mengambil gambar keduanya dengan kamera handphone dan merekam suaranya melalui tape recorder. Kebetulan Arlan memang selalu membawa tape recorder itu karena ia sering meliput berita untuk ekstra kurikuler jurnalistik.

Di balik tembok ruang guru, Arlan duduk dengan keringat dingin membasahi keningnya.

Kejadian ini tak boleh dibiarkan. Aku harus melaporkannya. Tekadnya.

Segera ia berjalan menjauh ketika bukti yang cukup sudah diperolehnya.

***

kaset

Magenta tercekat. Tak mempercayai penglihatannya sendiri. Mendengar rekaman dari kaset berwarna pink itu lebih-lebih lagi.

Ini kan suara..?Β Ah.. Masa dia seperti ini? Batinnya seolah menolak semua bukti di hadapannya. Tapi semua sudah jelas. Bukti juga sudah ada di tangannya. Sebagai ketua OSIS, Magenta haruslah mengesampingkan ego pribadi dan melakukan hal yang benar.

Maka, ia kembali lagi ke kelasnya berjalan menuju Arlan. Memberi isyarat mata agar Arlan mengikutinya.

“Ikut aku yuk!” pintanya. Sorak sorai teman-teman sekelasnya melihat keduanya berjalan berdampingan.

“Kita ke mana?” tanya Arlan setelah mereka meninggalkan kelas.

“Ke ruang kepala sekolah. Menyerahkan ini.”

“Kamu yakin? Tapi itu kan … a-bang-mu sen-di-ri?”

“Iya. Aku tahu. Tapi Bimo sudah melewati batas. Biar saja. Kebenaran harus ditegakkan!” putusnya.

“Ah.. tak salah aku mencintaimu, Ta..” lirih Arlan berucap.

“Kamu bilang apa??”

“Ah nggak Ta.. Nggak pa pa,” elaknya.

Hening sejenak.

“Oya Lan, Di side B. Ada rekaman lagu pakai lirik ‘Magenta kasihku”. Itu kamu yang nyanyi?”

Arlan tercekat.

banner-BC#20

Iklan

11 pemikiran pada “[BeraniCerita #20] Kaset

  1. ihhiiiirrr, ada yang jadian niiiih πŸ˜€ *entah kenapa si arlan ini di bayanganku kayak iklan burger mcdee yg baru :)))) *en gegara si dedek junior, setiap ada iklan snicker langsung keinget statusnya, en ngakak gila πŸ˜› *eh,yginiOOT πŸ˜€

  2. Rin, langsung aja ya.
    1. Ada kalimat, “…ia lupa meninggalkan kunci…..”. Mungkin maksudnya “mengambil kunci” atau “telah meninggalkan kunci. ”

    2. Hp sekarang umumnya selain merekam gambar, juga bisa merekam suara. Jadi buat apa perekam suara lagi?

    3. Kasetnya berwarna pink? Oh……

    Udah, gitu aja. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s