Asing Dan Terasing


Pernahkah kamu merasa asing dengan seseorang yang kamu kenal selama hampir ribuan tahun *okeh ini lebay sekali :mrgreen:, maksudnya kamu ngerasa kenal sama dia karena telah bersahabat lama dengannya. Tapi entah mengapa… kamu tiba-tiba merasa ‘asing’ dengannya.

 

Gambaran yang pernah terbentuk di kepalamu tentang dia menguap begitu saja. Dan dalam sekejap engkau seakan tak lagi mengenalnya. Setidaknya, tidak mengenalnya sebaik kamu pernah merasa mengenalnya. *mbulet.. πŸ˜€

 

Kalau saya?

Ya. Saya pernah.
Ketika saya berusaha mencari lagi dan mendekat untuk lebih mengenalnya (si ‘kawan baik’ saya itu), dengan berusaha untuk memposisikan diri sebagai teman baiknya -seperti yang selama ini saya pikir begitu- ternyata yang terjadi adalah ia melakukan hal yang sebaliknya. Membuat saya merasa asing dan terasing. Dalam sebuah lingkungan baru yang saya nggak tahu sama sekali.

Padahal saya pikir dia teman baik saya.

Iya. Saya udah ge er memposisikan diri menjadi teman baiknya. Tapi apa yang saya dapat?

Saya justru menemui sebuah dinding tinggi menjulang yang diletakkan di hadapan kami. Dia membangun benteng, mencegah saya masuk untuk lebih mendekat padanya.

Fine.

Jika itu yang kamu pilih. Membentengi diri dan mencegah mati-matian agar saya nggak masuk, mulai sekarang kamu nggak usah repot-repot lagi.

Karena [mungkin mulai saat ini] saya akan berusaha berhenti untuk peduli padamu.

Karena itu yang [lebih dulu] kamu lakukan. Menolak saya.

 

Iya. Saya kecewa.

Tapi cuma sedikit. Karena sekecewa-kecewanya saya [padamu], masih ada orang lain dan hal baik lain yang tetap membuat saya tersenyum.

Saya akan berhenti mengganggu kamu.

Mungkin suatu hari nanti, saya akan menemukanmu kembali. Kamu yang dulu pernah saya kenal. Bukan kamu yang asing dan membuat saya terasing.

Just take your time. Okay?

Just be what you wanna be..

rinibee

πŸ™‚

Iklan

7 pemikiran pada “Asing Dan Terasing

  1. everybodies change, itulah kenapa kadang2 kita merasa asing dg orang yang dulu teman baik kita :). malah kalau aku sih, aku juga sering ngerasa asing sama diri sendiri, dan akhirnya pasrah dengan menggunakan kalimat itu :D. emang jadi sepi yah, tapi sahabat itu katanya sih meskipun jarang curhatan lagi gapapa, asal selalu saling mendoakan *ceileee, bahasanya πŸ˜€ *edisi curcol yang cucok, aku juga lagi sepiiiii *curcollagi πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s