[BeraniCerita # 17] Menebus Kesalahan


Sepi, itu yang dirasakan Roni siang itu. Mungkin hanya beberapa anak saja yang berseliweran di lorong kelas saat jam ketiga.

“Kesempatan. Mumpung sepi.”

Roni tersenyum sambil bersyukur dalam hati karena sepertinya suasana sedang berpihak padanya. Diambilnya sebuah kursi, lalu membuka sebuah jendela kelas 8-H yang sudah rusak.

Mengendap-endap ia menaiki jendela. Dengan gerakan cepat dan gesit, menyelipkan tubuh kurusnya memasuki jendela kelas.

BRUK.

Ia jatuh tersungkur. Kakinya tersangkut jendela ketika bergerak sedikit terburu. Diusapnya bagian kakinya yang sedikit memar lalu melihat ke sekeliling kelas. Memastikan tak ada seorang siswa ataupun guru yang memergokinya.

Aman. Batinnya. Segera ia duduk menempati bagian belakang kelas. Mengambil air mineral dari dalam tasnya lalu meneguknya perlahan.

“Di sini kamu rupanya,” sebuah suara membuatnya terperanjat. Ia sudah berusaha berhati-hati tapi masih ada saja yang memergokinya.

Sial.

“Jangan bilang kalau kamu mau ‘lari’ ya?!” tuduhnya. Wajah Roni pias. Ia tak tahu harus menjawab apa.

“Kamu mau lari?! Ayoo kita lari!” Gadis misterius di hadapannya kini berjalan mendekatinya. Jantung Roni berdetak cepat, “Kenapa kamu belum juga mengganti seragammu? Nunggu apalagi? Ayoo cepat ganti! Masa harus saya gantiin bajunya?!”

“Boleh..” Roni menjawab spontan. Perempuan di hadapannya terperanjat. Sedikit tersipu, ia berjalan terburu keluar kelas.

“Ayo cepat, kita sudah terlambat!” tegasnya.

Roni terdiam. Ia benar-benar bingung. Apa yang harus dilakukannya? Kalau saja bukan untuk menebus kesalahan, tak mungkin ia ada di sini sekarang. Pikirannya beralih pada kejadian semalam.

Teringat di benaknya ucapan Reno, saudara kembarnya yang kini terbaring di rumah dengan badan penuh lebam, sisa pukulan Bram, setelah kehabisan akal menagih hutang PS-nya. Harusnya pukulan itu untuknya, bukan Reno.

“Besok gue ujian. Nggak ada ujian susulan. Gue kaya gini juga gara-gara elo, kan? Sekarang tanggung jawab. Gantiin gue ujian. Lu masuk aja dari pintu samping. Kelas gue 8 – H.”

“Iya.. Iya..!” Roni menjawab sekenanya. Ia bahkan tidak bertanya ujian apa yang harus dijalaninya siang ini. Yang ia tahu, hanya itu satu-satunya cara untuk menebus rasa bersalah atas luka lebam di sekujur tubuh kembarannya.

Roni merogoh ponsel di sakunya. Berusaha mendapatkan jawaban.

Satu pesan baru. Dibukanya dengan tak sabar. Ia berharap sms Reno bisa memberikan jawaban atas pertanyaan dalam benaknya.

“Ron, gue udah minta Inah nyiapin baju olahraga di tas. Hari ini gue ujian lari. Lo kan pinter lari. Lari dari tanggung jawab juga. Haha.. :D”

Roni tahu kalau Reno hanya bercanda. Candaan sarkas beraroma sindiran. Ia memang tengah melarikan diri karena tunggakan main PS yang belum dibayarnya pada Bram.

Sebuah sms kembali diterimanya.

“Oya.. Lu jangan macem-macem apalagi cari masalah sama si Kinan ya! Awas..!”

Kesal karena diperintah-perintah, Roni membalas sekenanya.

“TELAT! PACAR LOE UDAH NYIUM GUE.” Tulisnya.

Roni terkikik, membayangkan reaksi kembarannya saat tahu jika sang pacar salah menciumnya.

Reno pasti akan kesal sekali. Batin Roni. Setelahnya ia mempercepat langkah, berjalan tergesa menyusul Kinan. Mengabaikan ponsel di dalam tasnya yang terus bergetar.

***

Roni sinting! Pacar dari Hongkong? Badannya Kinan aja yang kecil, tapi dia itu justru guru pengganti yang menjadi pengujinya. Batin Reno. Putus asa ia menghubungi Roni, berharap bahwa kembarannnya yang playboy itu tidak benar-benar berusaha mencium Kinan.

banner-BC#17

Iklan

24 pemikiran pada “[BeraniCerita # 17] Menebus Kesalahan

  1. Dulu waktu jaman sekul, sering ngayal andai punya kembaran, pas lagi malas berangkat ato pas ujian fisika (paling malas ama fisika 😀 ) pasti enak ada yg gantiin.. Hahahaha..

    Pas baca ini, eh keinget

    Simply, but nice ..itu ciri khasnya mbk rini bangeettzz =)

  2. ceritanya seru Mba Bee…menegangkan tapi asyiiik karena dpat ciuman gratis #upzz..
    btw itu kelasnya gak kekecilan Mba Bee 8-H..kan masalahnya rada gede, hutang dan dipukulin sama yg paling maut ciuman Kinan wekekeke

    1. Hahaha.. 😀

      Sebenarnya nggak ada yang dicium Kinan sama sekali lho? Itu cuma sms balasan Roni untuk Reno karena dia kesal disuruh-suruh ini itu.
      Dan emang untuk ukuran anak kelas dua SMP, ini masalah ribet amat ya? :mrgreen:

      Yang masalah hutang, itu sebenarnya hutang maen PS, cuma ada preman di sini karena temen se-geng Bram emang badannya gede, makanya dipanggil ‘preman’.

      Selebihnya ya kasus anak SMP pada umumnya. Jaman SMP itu ada naksir cewe juga kan? 😀

      1. owh gitu kirain dicium beneran wekekeke…iseng ternyata..
        masalahnya bukan ribet mba Bee..cuma kalo di status FB ini biasanya di sebut Complicated hehee…
        Okelah kalo gitu,.. smoga menang BC #17 nya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s