Senyum Di Dalam Kardus


Wajah Lisa tenggelam di balik lemari pakaian. Setelah sekian lama, baru sekarang ia bisa mendekati lemari yang dipenuhi baju-baju Raditya, mendiang suaminya. Air mata tak lagi mampu menetes, seakan sudah surut karena terlalu lama ditumpahkannya. Dikeluarkannya semua baju ke atas tempat tidur. Untuk kemudian menata dan merapikannya kembali. Di bagian dalam lemari pakaiannya, ia menemukan sebuah kardus mungil. Kardus yang membawa kisah perjalanan hatinya.

843A9C006ADC39C9E040BB0A462B7E5B-c1

Lisa terperanjat.

Lho? Kardus ini kan …?

Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya menghembuskannya perlahan. Membuka penutup kotak itu sama saja membuka kembali memorinya. Dari dalam kardus itu, seraut wajah dalam foto berukuran postcardย menyapanya. Wajah tampan yang sedang tersenyum. Segaris lesung pipit menghiasi pipinya.

Menikahi Raditya membuat Lisa harus menata kembali hidupnya. Memaksanya meninggalkan masa lalu jauh di belakangnya. Termasuk si tampan dalam foto yang kini berada dalam genggamannya. Sebulir air mata menetes di pipinya. Setelah lima belas tahun berlalu, kenangan ini kembali lagi menghampirinya.

“Ma?” suara Saskia, putri tunggalnya dengan Raditya membuyarkan lamunannya.

“Mama kenapa?” ditatapnya foto dalam genggaman sang bunda, “Itu siapa, Ma?”

“Ini.. Ini abangmu, Nak.”

Saskia terperanjat.

“Abang?”

Ya Saskia. Dia abangmu. Sebelum menikah dengan ayahmu, ibu sudah memiliki seorang anak. Anak dari lelaki yang tidak pernah disetujui ย oleh kakekmu.

-selesai-

Tulisan ini diikutkan untuk memeriahkan #proyekcinta

Twitter: @riniebee

Iklan

13 pemikiran pada “Senyum Di Dalam Kardus

    1. Mbaaa.. Ini aku tadi bilang sama mbak Lyta yang ngadain Quiz GA ini, aku bilang mau ikutan tapi nggak bisa buka blognya (error dari tempatku) akhirnya boleh diposting di blog dan share tulisannya ke FB dan twitternya.. ๐Ÿ™‚

  1. Mbaak, diksi Njenengan makin keren. Dan endingnya selalu makjleb.
    Saya biasa menganalogikan baca FF seperti makan bakwan, dikit, gurih, trus keceplus cabenya, yang meski dah ditelan rasanya masih tertinggal di lidah. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s