Terima saja


A best friend is a sister that destiny forgot to give you.

Yeah! Right.

Kumatikan ponselku tatkala menerima pesan omong kosong dari Sonia. A sister? A sister dari Hongkong!

Kalau memang dia sister, maka darah lebih kental dari air. Tentunya ikatan kami lebih kuat dari apapun. Tapi ini apa? Dia nyakitin aku. Dia ngembat gebetan aku!

Hari ini dia bukan sahabatku lagi. Apalagi saudara perempuan! Never!

***

Itu kejadian lima tahun yang lalu. Siapa sangka takdir mempertemukan kami lagi. Di tempat yang berbeda. Dengan keadaan yang jauh berbeda.

“Mira..”

“Sonia..”

Dan hari itu adalah perjumpaanku lagi dengan Sonia. Sonia yang sama. Yang pernah merebut Bagas, lelaki yang mati-matian bikin aku crush on him. Sonia yang dulu masih unyu dan mati-matian bilang kalau dia sama sekali nggak tahu kalau aku naksir Bagas.

Yeah.. Right!

Dan di sinilah kami berjumpa lagi.ย Tuhan punya rencana-Nya sendiri. Ia menginginkan Sonia ada di dekatku lagi. Tak hanya sebagai seorang saudara. Namun lebih dari itu.

Ya. Tepat pukul 08.00 pagi, ayah menyebut nama Sonia. Ia kini jadi ibu tiriku.

Great!

Iklan

7 pemikiran pada “Terima saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s