Beri gue kesempatan


Marina menangis di pundak Bima. Sesekali bahunya bergerak naik turun. Suara tangisannya sudah tak terdengar. Hanya sesekali isakan lirih dari bibir mungilnya masih tersisa. Bima tak bergeser sedikitpun. Meskipun sisi kanan bahunya sudah mati rasa. Tak kurang dari tiga puluh menit ia berada di posisi itu. Dan tak sekalipun ia berniat mengganggu Marina. Ia tahu, Marina hanya butuh bahunya untuk menangis. Dan ia selalu ada untuk Marina. Sebagai a shoulder to cry on untuk gadis berlesung pipi itu.

“Sorry banget ya.. Baju loe jadi basah,” Marina merenggangkan jarak di antara mereka. Itu tandanya Bima sudah boleh bergerak lagi.

“Ah.. Gak pa pa. Udah biasa..” ia tersenyum menggoda.

“Iih.. awas yaa!” dan pukulan manja Marina pun terarah pada dada bidangnya. Itu tandanya ia sudah bisa menguasai diri lagi. Dan semuanya akan kembali normal.

Tak seperti biasanya, kali ini Bima tak ikut tertawa. Ia bergeming dengan semua perlakuan Marina. Ditatapnya gadis itu langsung pada kedua matanya. Marina jadi serba salah. Ia menghentikan pukulannya. Menundukkan kepalanya.

Ni orang kenapa sih? Pikirnya.

“Rin.. Gue gak bisa kaya gini terus.”

Marina terperanjat. Mencoba memahami kalimat yang dilontarkan Bima.

“Gue gak bisa ngeliat loe sedih kaya gini mulu. Juna lagii.. Juna lagii.. Apa loe nggak bisa ngeliat kalo ada orang lain yang sayang sama elo?” Bima tak berniat memalingkan wajah dari Marina.

“Gue cuma pengen loe bahagia.” Tangan Bima kini terarah menggenggam tangan Marina. Mendekatkannya ke bibirnya, lalu mengecupnya perlahan.

“Rin.. Apa loe gak bisa ngeliat kalo ada orang yang bener-bener sayang sama elo? Yang selalu ada buat elo? Yang rela selalu jadi a shoulder to cry on setiap kali loe nangis patah hati? Apa loe gak mau ngasih dia kesempatan?”

“Maksud loe?”

“Iya Rin.. Gue.. sayang sama elo. Loe mau kan …?”

“Mau apa?”

“Ngasih gue kesempatan?”

“Kesempatan apa?

“Jadi pacar gue?”

PLAK.

Sebuah tampatan mendarat di pipi Bima.

“Lu udah gila ya? Lu kan abang gue!”

Iklan

6 pemikiran pada “Beri gue kesempatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s