[BeraniCerita #14] Sepasang Kucing Hitam


Ini hari ke sepuluh semenjak kepergian nenek. Di atas gundukan tanah bertabur bunga kami memanjatkan doa untuknya. Nenek telah beristirahat dengan tenang. Pembaringannya bersebelahan dengan tempat beristirahat kakek yang telah berpulang tiga tahun lebih dulu.

Seekor kucing hitam menghampiriku. Di lehernya sebuah name tag terlihat. Memoriku berputar. Teringat kejadian sebulan yang lalu. Saat nenek masih sehat.

***

Kucing hitam itu berjalan mendekati nenek yang tengah membaca koran di teras rumah. Didekatkannya tubuh berbulunya, menyentuh kaki nenek. Seakan memahami maksud si kucing, nenek mengangkat dan meletakkannya dalam pangkuan. Mengelusnya perlahan.

Entah sejak kapan nenek dan kucing hitam itu menjadi teman dekat. Setahuku, nenek tak pernah memiliki hewan peliharaan. Tapi sepeninggal kakek, rasa kehilangan memaksa nenek membutuhkan pelarian untuk menumpahkan rasa kehilangan. Dan kucing itu ada untuknya.

“Tunggu di sini ya John.. Aku ambilkan susu untukmu.”

Aku yang sedang memotong kuku terperanjat.

4157065225_23f5c080fd_z_large

Apa?! John? Kucing itu sekarang bernama John? Dan yang lebih mengagetkan, nenek memberinya susu. Sedangkan aku yang sedari pagi ada di sini, tidak ditawarinya apa-apa.

Huh. Aku menatap benci si kucing hitam.

Ingin rasanya kulemparkan gunting seukuran jariku ini ke arahnya, namun sesuatu yang berkilau di lehernya membuatku tertarik. Kudekati si kucing yang tampak jinak itu. Sebuah name tag berbentuk kalung menghiasi lehernya.

JONATHAN.

Tak lama nenek pun datang membawa semangkuk susu untuknya.

***

“Miau..” suara John membuyarkan lamunanku. Di sebelahnya seekor kucing betina -yang berbulu sama hitam dengannya- kini menemaninya. Sebuah name tag juga terlihat di lehernya. Aku berjongkok mendekatkan jarak dengan keduanya, membaca name tag yang tersemat di masing-masing leher kucing di hadapanku.

Aku terperanjat.

Menoleh ke sisi kananku. Pada tempat peristirahatan kakek dan nenek. Sekelebat memori berputar-putar di benakku. Mencoba mengaitkan satu kejadian dengan kejadian lain. Berusaha menepis pikiran irasional dalam benakku. Kutatap sepasang kucing hitam di hadapanku. Entah ini hanya kebetulan atau bukan, kedua kucing ini memiliki nama Jonathan dan Miriam. Nama yang sama dengan nama mendiang kakek dan nenekku.

banner-BC#14

Iklan

17 pemikiran pada “[BeraniCerita #14] Sepasang Kucing Hitam

  1. Pembaringannya bersebelahan dengan tempat beristirahat kakek. Kakek yang telah berpulang tiga tahun lebih dulu dari nenek. << diringkas aja, jadi : Pembaringannya bersebelahan dengan tempat beristirahat kakek yang telah berpulang tiga tahun lebih dulu.
    nice story, mbak… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s