Kucing Hitam


Aku sedang memotong kuku tatkala terlihat kepala hitam seekor kucing melongok melalui pintu ruang tamu. Selama beberapa detik mata kami saling beradu pandang. Aku mengibas-kibaskan tanganku, memberikan pesan agar ia menjauh. Alih-alih menggubris usiranku, ia justru menggerakkan kaki depannya seakan ingin melangkah mendekat.Β Tak lama ia pun masuk ke ruang tamu.

Gawat.

Kucing hitam.

Aku mulai memutar memori, mengingat-ingat mitos seputar kucing hitam. Duhh.. apa ya? Kucing..? Punya nyawa sembilan. Kucing..? Hewan kesayangan Nabi. Kucing…?

Aisshh..! Semua informasi tadi tidak membantuku. Kuputar memori lebih dalam lagi.

Kucing hitam.

Kucing pembawa sial?

Penyihir?

Atau justru pendeteksi kematian?

Semua hal buruk tentang mitos kucing pun berdesakan memenuhi pikiranku. Entah mitos yang benar atau secara tak sengaja kukarang sejadi-jadinya. Semuanya kini malah berputar-putar di benakku, seakan berkonspirasi lalu berjubel masuk dan menyusup bersamaan ke dalam pikiranku.

Dalam kekalutan dengan pikiranku sendiri, kucing hitam itu berjalan semakin dekat. Tambah dekat.. dan kini berada tepat di hadapanku.

4157065225_23f5c080fd_z_large

Matanya memicing, seolah menantang dan membantah kibasan tanganku yang mengusirnya beberapa saat sebelumnya. Aku beringsut mundur. Meski ukuran tubuhnya nyaris tak lebih besar dari betisku, tapi nyaliku jauh lebih kecil.

Cemen. Ya. Aku memang cetek mental.

Dan sebuah pemikiran yang kuanggap paling rasional tetiba muncul di pikiranku. Jangan-jangan kucing ini mampu mendeteksi sesuatu. Bukan tanpa alasan kucing ini mampir ke rumah kami. Apa memang ada sesuatu yang akan terjadi?

Aku ingin sekali menghalanginya masuk ke dalam rumah tapi trauma di masa lalu kembali menghantuiku. Aku memang ailurophobia. Dan kucing ini sadar kalau aku bukan tandingannya.

Kucing itu berjalan lebih dekat ke arahku, semakin dekat. Dan ia mulai mengendus-endus tubuhku. Aku bergidik. Jantungku berdebar semakin keras. Lalu seakan berhenti selama sepersekian detik.Β Aku hampir menangis ketakutan ketika akhirnya kucing itu langsung membalikkan tubuh dan berlari cepat masuk ke dalam rumah.

Aku terduduk lemas. Keringat dingin membasahi kening dan punggungku. Aku mulai mengatur napas yang sebelumnya terasa tersengal-sengal. Namun tak lama sebuah jeritan panjang terdengar dari arah dapur.

“Jangaaan…!”

Suara ibuku! Apa yang dilakukan kucing itu pada ibuku? Baru saja aku hendak melangkah, ibuku sudah berlari tergopoh-gopoh sambil mengacungkan sapu. Kucing hitam itu berlari keluar dengan membawa hasil buruan di mulutnya.

“Aaah… Kucing nakaaal…!” Ibuku menjerit meluapkan kemarahannya. Menatap nanar kucing hitam yang berlari membawa menu makan siang kami.

Iya. Kucing itu ternyata memang kucing pembawa sial.Β 

Kucing sialan!

 

Iklan

13 pemikiran pada “Kucing Hitam

  1. Kucing, entah dikelompokan dalam jenis hama karena sering nyuri ikan di rumah, atau teman karena memang banyak orang yg memeliharanya. Kalo kucing di rumahku, sebelum kami makan, kucing kami beri makan dulu supaya sama-sama makan dan tidak saling menganggu…

  2. Phobia, pencuri menu makan siang, atau apapun, kucing itu emang pembawa sial! Mantep, Bee… Tapi gimana ea… Hmm… Kurang ngagetin, sih! Hehehe

  3. Aku lagi cari cara bagaimana cara mengusir kucing (hitam)?, soalnnya beberapa jam yll ada kucing hitam masuk ke dlm rumah tapi susah bauat diusir.

  4. hati-hati dgn kucing hitam, dia datang tiba2 beberapa lama dia tinggal dirumah ku, ku pelihara dia kuberi makan ku belikan ikan setiap hari,… hingga akhirnya kakak ku meninggal karena sakit dan terakhir saat kakak ku sekarat kucing itu menatap kakak ku yg sedang sekarat sprti mau membawa kakak ku,… terakhir sblm kakak ku meninggal kakak ku sempat bilang dan bergumam kecil,… kucing pembawa “sial.” setelah kakak ku meninggal kucing itu menghilang entah kemana,…dia datang bgtu tiba tiba. Padahal kucing hitam itu sdh menetap dirumah ku 4 bulan lamanya,… dan kuberi kandang,… masih tersisa kucing2 lainnya yg masih berwarna lucu,… tapi mereka gak pergi kemana2 sudah hampir 3tahun ada dirumah ku,… tadinya aq kasihan melihat kucing warna hitam itu,… ternyata itu kucing jadi2 an ,… ya ampuun menyesal aku pelihara kucing warna hitam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s