Kita akan berjumpa lagi, Pak!


Prompt 13

Di bawah pohon jambu, aku memarkir mobilku. Langit sedikit mendung. Tetesan hujan perlahan menimpa kaca mobil saat aku baru saja mematikan mesinnya.

Gerimis!

Aku bergegas membuka pintu dan berlari menuju warung di seberang jalan tempatku memarkir mobil. Dan setibanya di sana, sebagian tubuhku sudah basah terkena hujan.

Lelaki itu menatapku. Selama sepersekian detik aku berpikir bahwa ia akan mengenaliku. Atau setidaknya, aku sangat berharap ia masih mengingatku. Hampir saja aku membuka suara dan menyapanya, namun ia keburu pergi dan masuk kembali ke dalam warungnya.

Ah.. Ia benar-benar tidak mengingatku.

Aku merutuk dan menyalahkan diri sendiri. Ini semua karena aku yang terlalu lama pergi.

“Mas Aryo!” seseorang memanggil namaku. Aku menoleh untuk mencari asal suara.

Btari!

Itu Btari. Ia tidak berjalan mendekat ke arahku, tapi justru bergegas menuju seorang laki-laki yang kini tengah membelakangiku. Aku tak bisa menatap wajahnya. Btari mencium tangannya, mendekapnya, dan mendaratkan kecupan di bibirnya!

Ah, hatiku panas.

Siapa lelaki itu?

Sebuah tepukan di pundak menyadarkan aku. Pak Darjo sudah berdiri di sampingku. Bapak pemilik warung yang tadi belum sempat kupanggil namanya. Lelaki yang juga calon mertuaku.

“Bapak…” aku memanggilnya lirih.

“Cemburu?” tebaknya.

Aku terdiam. Entah sejak kapan ada pembicaraan seperti ini antara aku dengan dirinya. Pak Darjo tak pernah benar-benar merestui hubunganku dan Btari di masa lalu. Dan aku juga tak banyak berharap kalau kali ini ia akan berpihak padaku.

“Kamu benar-benar tak mengingatnya ya?” ia kembali bertanya.

“Maksudnya?”

“Lelaki itu. Dia adalah tunangan Btari.”

Omong-kosong apa ini? Sudah jelas aku berada di sini bersamanya. Apa mungkin aku membelah diriku dan berada di dua tempat pada saat yang bersamaan?

“Ah.. tentu saja kamu nggak mengerti. Dan mungkin juga kamu nggak tahu apa yang telah menimpamu.”

Aku terdiam. Mencoba mencerna ucapan yang disampaikan Pak Darjo kepadaku.

“Kamu menghilang tanpa kabar. Tak ada yang tahu keberadaanmu. Btari putus asa dan hampir kehilangan kewarasannya. Lelaki itu datang menyelamatkannya. Mereka pun bertunangan..”

Begitu mudahnya? Bahkan tak ada yang berusaha mencariku?

“Sebulan setelah pencarian yang tak kunjung berakhir, engkau akhirnya ditemukan juga. Setelah seseorang menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya,” Pak Darjo menunjuk sebuah surat kabar yang tetiba terbuka di hadapan kami. Kubaca sekilas beritanya.

“Pria yang dilaporkan menghilang selama tiga puluh lima hari itu akhirnya ditemukan, setelah pelaku yang juga kerabatnya mengakui perbuatannya. Lelaki yang diketahui bernama Aryo Bagus Pradipto, 28, tewas mengenaskan di tangan calon bapak mertuanya. Korban diduga menghalangi upaya pelaku yang berniat menjodohkan putrinya dengan seorang Dokter Rumah Sakit Jiwa bernama Aryo Dharmawan…

… pelaku kini terbaring lemah tak sadarkan diri di sebuah rumah sakit setelah mengalami serangan jantung. Keluarga Aryo Pradipto bersikeras membawa masalah ini kepada pihak yang berwajib.”

Aku menoleh ke tempat mobilku sebelumnya diparkir. Namun tak ada apapun di bawah pohon jambu itu. Kuraba baju serta rambutku. Sama sekali tak basah. Pak Darjo yang sebelumnya berdiri di sampingku tetiba menghilang. Firasatku mengatakan aku akan segera bertemu kembali dengannya.

Di tempat yang berbeda.

***

“Kami sudah melakukan yang terbaik. Pasien tidak mampu melewati masa kritisnya. Kami turut berduka.”

Elektrokardiograf menunjukkan garis lurus. Pak Darjo pergi untuk selamanya.

-selesai-

Iklan

10 pemikiran pada “Kita akan berjumpa lagi, Pak!

  1. Waktu Btari ga menyadari Aryo ada aku udah nebak aryo udah meninggal. hehe. dan tebakanku yg salah adl menganggap Darjo meninggal juga. hehe.. Rapi alurnya..

      1. sudah. setelah baca pelan-pelan, hati-hati, dan bolak balik.
        jadi ada 2 aryo kan ya? yg satu mati dibunuh Pak Darjo.
        Nah Pak Darjonya sendiri juga mati, iya kan mba?

        hihihi.. XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s