Sweater Biru Suamiku


“Jangan taruh sweaternya di sana, Yaang. Digantung saja,” aku mengomel tatkala Harry meletakkan sweater yang baru saja dikenakannya di atas kursi. Ia selalu seperti itu. Berantakan. Meletakkan barang sesukanya.

“Sayang!” jeritku. Ia menoleh dengan tatapan innocentnya.

“Jangan taruh di sini sweaternya. Tuh digantung di sana. Masa harus aku yang selalu melakukannya?” keluhku.

Alih-alih menuruti kemauanku, ia justru menarikku dalam pelukannya. Mendekap erat tubuhku lalu menciumi rambutku.

“Aish, hentikan!” aku tergelak.

“Baumu enak,” ucapnya spontan.

“Hah?”

“Iya. Baumu enak. Bau yang menyenangkan.”

Aku terdiam. Berusaha mencerna kalimatnya.

“Kalau bauku gimana?” tanyanya.

“Gimana apanya?” balasku.

“Apa bauku juga menyenangkan?”

“Ya. Tentu saja..”

***

Babe, aku nggak jadi pulang malam ini,” suara Harry di seberang sana membuatku mengerucutkan bibir.

“Ya.. Kok gitu sih?”

“Iya.. Ternyata ada acara tambahan. Paling cepet aku pulang lusa. Sorry ya?”

Aku terdiam. Jujur saja merasa kesal, namun di sisi lain Harry pergi juga karena urusan pekerjaan.

“Kangen ya?” suaranya membuyarkan lamunanku.

“Sabar ya. Aku pasti segera pulang. Udah dulu ya, waktu istirahatnya udah habis. I love you..”

KLIK.

Kuraih sweater biru kesukaan Harry yang tertinggal di kursi. Membaui parfum yang berbaur dengan aroma tubuhnya.

images

Baumu memang menyenangkan sayang, tapi kehadiranmu jauh lebih menyenangkan. Ucap batinku.

Iklan

21 pemikiran pada “Sweater Biru Suamiku

  1. Istriku dulu juga gitu waktu pernikahan kami masih LD Bandung-Bekasi…kadang bajuku sengaja gak dicuci karena masih ada bau aroma ketekku hahaha..
    wanita wanita emang terkdang sulit dipahami…#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s