The Wedding


Kulirik jam di pergelangan tanganku. Pukul delapan kurang tiga menit. Piano mulai mengalunkan Canon in D. Dadaku bergemuruh. Kupastikan jas hitamku sudah rapi. Kuarahkan pandangan ke sisi kiri dan di sanalah pemandangan indah itu terlihat.

Wajahmu.

Lelaki itu menggandengmu perlahan, kulihat senyum bahagia di wajah rentanya. Kupastikan kau akan bergumam pelan di telinganya, “Tuntun aku, Ayah. Jangan biarkan aku terjatuh.”

Dan kini penutup kepalamu telah dibuka, wajah cantikmu terlihat bersinar. Jantungku berhenti berdetak. Waktu seakan berhenti dan membawaku kembali ke masa lalu.

***

“Kalau kita menikah aku ingin Canon in D diperdengarkan. Dan saat ayah menggandengku, aku akan membisikkan kata ‘Tuntun aku, Ayah. Jangan biarkan aku terjatuh.’…”

“Persis seperti film Breaking Dawn … ‘” aku dan Andhara mengucapkan kalimat bersamaan. Lalu kami berdua tertawa bersama.

Semuanya sempurna. Sangat sempurna. Seandainya waktu dapat diputar kembali.

***

“Mana cincinnya? Don! Mana cincinnya?!” lamunanku buyar, dan aku langsung merogoh saku jas hitamku. Mengeluarkan sepasang cincin dan menyerahkannya pada Damar.

“Andhara Aurelia Bahtiar, aku berjanji akan menyayangi dan mencintaimu dalam suka dan duka. Saat sehat dan sakit. Seumur hidupku. Sampai maut memisahkan kita..”

Damar menyematkan cincin berlian itu ke jari Andhara. Jari perempuan yang pernah membuatku menjadi lelaki yang paling bahagia.

Sebelum aku merusak semuanya. Sebelum aku mengkhianatinya dengan menghamili sahabatnya. Ya.. Perempuan yang duduk di deretan saksi itu, yang mengenakan gaun berwarna pink. Itulah Indah, istriku. Dan lelaki yang menikahi Andhara adalah Damar, adik sepupuku. Aku beruntung, Andhara mengizinkan aku menjadi pendamping pengantin pria. Meski kami baru memberitahunya semalam. Dan saat ia mengetahuinya, ia langsung memberikan tamparan telak di pipiku.

Tamparan yang masih terasa panas sampai saat ini.

-selesai-

Iklan

9 pemikiran pada “The Wedding

  1. waaah keren mba Bee…
    keterikatan antara 4 orang diatas sangat rumit krn semuanya masih saudara dan sahabat. soalnya ikatan itu sangat rumit kalo soal cinta, 😀
    adonan yg sangat PAS untuk FF nya kali mba Bee 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s