[BeraniCerita #11] Kembalinya Cincin Ibu


KRING.. KRING.. KRING

Terdengar suara telepon dari ruang tengah.

“Ya, halo? / Apa? Di Kantor Polisi? / Oke, saya segera ke sana.”

Klik.

Ambar segera menyambar kunci mobilnya. Berlalu dengan cepat menuju Kantor Polisi. Suaminya Rudy ditahan dengan tuduhan terlibat kasus penggelapan uang perusahaan dan juga pembebasan tanah.

“Maafkan Bapak ya, Bu. Maaf juga kalau cincinmu harus ikut disita perusahaan. Tapi nanti biar kujelaskan ke atasanku kalau cincinmu yang kebetulan saat itu ada di tas kerjaku dan langsung disandera sebagai barang bukti, sebenarnya tidak termasuk barang yang dicurigai. Cincin itu sudah ada bahkan sebelum aku jadi Kepala Proyek Halilintar. Maaf ya, Bu..?” digenggamnya tangan sang istri penuh rasa penyesalan. Perempuan cantik yang baru empat tahun dinikahinya secara siri itu hanya menarik napas panjang. Tak lama, pintu di belakang mereka terbuka. Seorang perempuan bercelana ketat dengan baju lengan pendek berleher rendah melihat ke arah mereka, tersenyum penuh arti pada Rudy.

“Silakan, lewat sini Mbak Mayang,” perintah salah seorang pemeriksa.

Dan ternyata, tak hanya Mayang yang dipanggil ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan. Tapi juga ada Santy, Dini, Sofa, Dahlia, Saskia, Mawar dan Sandrina. Sepuluh menit kemudian, Ambar pulang.

***

“Pemirsa. Drama penangkapan Kepala Proyek Halilintar Rudy Arjuna Cassanova yang terlibat kasus penggelapan uang perusahaan serta pembebasan tanah, ternyata tak hanya menyisakan teka-teki kemana dana itu mengalir, namun juga keterlibatannya dengan sejumlah wanita cantik. Tak hanya Ambarawati istri siri yang baru dinikahinya empat tahun lalu serta cincin pernikahannya yang harus ikut disita, namun kasus ini juga membuka tabir rahasia hubungan percintaan Rudi sang Arjuna dengan beberapa wanita cantik … “

Klik.

Ambar menekan tombol merah padaΒ remoteΒ televisinya. Menghentikan tampilan pemberitaan sang suami yang fotonya disandingkan dengan beberapa foto perempuan lain. Hatinya panas. Luapan amarah karena merasa tertipu serta kecemburuannya yang berapi-api.

***

7 Hadiah paling romantis buat wanita

Rudy menyematkan cincin berlian itu di jari manis Ambar.

“Nah, cincin ini sudah berada di tempat yang seharusnya,” digenggamnya tangan sang istri. Baru saja ia hendak menciumnya, Ambar buru-buru bangkit dari kursinya.

“Jadi benar Bapak mengkhianati saya?”

“Aku … Aku khilaf, Bu..”

“Lalu pemberitaan yang bilang Bapak punya hubungan dengan perempuan-perempuan itu? Itu juga benar??” Rudy mengangguk. Lalu menundukkan kepalanya. Ia berusaha meraih jemari Ambar. Mohon pengampunan.

“Maaf, Pak. Saya harus segera pulang. Anak-anak sudah menunggu,” tolaknya.

Di depan kantor polisi, wartawan bersiap mencegat Ambar.

“Mbak Ambar, bagaimana tanggapan anda atas penangkapan suami Anda dan keterlibatannya dengan sejumlah perempuan? Apa rencana Anda saat ini?”

“Pengacara kami yang akan mengurus semuanya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan suami saya. Kami juga akan menyerahkan semua harta yang memang bukan milik kami kepada perusahaan. Saya mohon kepada atasan suami saya agar bersedia menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan, supaya suami saya dapat segera dibebaskan …”

Wartawan pun mempertanyakan hal-hal lain, termasuk cincin berlian yang kini sudah tersemat lagi di jari manisnya. Namun ia tak dapat berkonsentrasi. Pikirannya menerawang. Fokus pada satu tujuan.

Membebaskan suaminya.

 

“Ya, segala cara akan kulakukan agar suamiku bisa segera dibebaskan. Apa saja. Kalau perlu memohon-mohon …

Supaya setelah ia dibebaskan, aku bisa menyiksanya dengan tanganku sendiri..” Ucap batinnya.

-selesai-

banner-BC#11

Dipersembahkan untukΒ [BeraniCerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

Iklan

15 pemikiran pada “[BeraniCerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

  1. Waah kasus AF nih πŸ˜€ barusan nonton istri ketiganya di hitam putih.
    Mbak,cincin nikah ya?harusnya Ambar pake bukan,koq bisa gitu berpindah tangan, kalo disita kan gag boleh dikembaliin dlu,nanti terbukti gag terkait kasus baru dikembaliin.
    Untuk kasus korupsi,si bapak ditangkap,KPK me-list barang2,harta yang terkait lalu dilakukan tindakan penyitaan,abis itu diproses,barang mana yg termasuk aliran dana korupsi dan tidak. *setau saya*

    Yang agak membingungkan,di bagian kedua. Ambar nonton tipi dimana?karena di bagian pertama,dia lagi druangan sama suaminya.

    *maaap kepanjangan*

    1. Eh ini terinspirasi aja kok Mba. Nama dan kasus sengaja dibedakan. *halaagh πŸ˜€

      Cincin nikahnya ini ceritanya lagi nggak dipakai Mba, karena memang kebetulan cincin nikahnya ini berat *alasyan* πŸ˜€ dan kebetulan saat itu jadi satu dengan barang-barang perhiasan lain yang ada di rumah. Memang nggak semua bagian cerita bisa dijelaskan dengan rinci ya? πŸ™‚

      Nah ini saya ganti aja deh. Jangan KPK. Terlalu rumit perkaranya.. πŸ˜‰

      Bagian kedua, ceritanya Ambar sudah di rumah. Tapi keterangannya memang belum saya kasih. Oke, nuhun masukannya ya.. πŸ™‚

      Terima kasih untuk masukaaanyaaa..

      *ciyum-ciyum* :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s