Naif


Apakah saya naif kalau percaya bahwa semua orang itu punya hati nurani?

Apa saya naif kalau percaya hati nurani akan menjaga seseorang dari niat berbuat jahat?

Apa saya naif kalau percaya dan selalu positif thinking bahwa kebaikan seseorang itu pasti lebih banyak porsinya dari sisi jahatnya?

Apa saya juga naif dengan mudah percaya akan kebaikan orang lain?

 

Jika semua pertanyaan di atas jawabannya adalah ‘iya’..

Ah ya. Sepertinya saya memang naif.. 😐

 

 

PS:

Naif

1 sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu (krn muda dan kurang pengalaman); sederhana: gambar-gambar — penuh menghiasi dinding kamarnya;

2 celaka; bodoh; tidak masuk akal: — nya, kerugian sebanyak itu hanya diganti sepertiga;
ke·na·if·an n perihal naif; keadaan naif: masyarakat Betawi banyak yg kecewa krn sinetron Betawi hanya mengeksploitasi keluguan dan ~ orang Betawi

Iklan

3 pemikiran pada “Naif

  1. Berhati-hati dan waspada itu harus, tapi jangan parno duluan, lebih baik diam dan memperhatikan serta mempelajari lalu mengambil tindakan yang bijak. Tapi yakinlah bahwa manusia punya hati, jika sekarang sedang tidak baik, pada adakalanya sebaliknya. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s