Ditipu, menipu, tertipu


Sepertinya saya ini tipe-tipe orang yang gampang ketipu. Iya. Saya sadar saya ini bisa jadi korban penipuan. Dan sadar betul kalau saya sedang kena tipu. Tapi entah kenapa sebagian diri saya memang merelakan diri saya ditipu. *halaagh* πŸ˜€

Mungkin terdengar aneh. Tapi saya cuma ngetes, sejauh mana hati nurani yang dimiliki si penipu. Sejauh mana dia hendak melancarkan aksinya menipu.

Oya, tentu saja saya tahu dan sadar kalau dia pasti juga sadar sedang melakukan trik penipuan. Dan dengan kelihaiannya dia berusaha keras meyakinkan saya (dan juga orang-orang lain yang sudah kena tipu) agar percaya dengan tipuannya.

Dan saya biarkan saja saya mengikuti alurnya. Ikut permainannya. Sejauh mana dia berhasil mengelabui saya dan mungkin tertawa di belakang saya setelah saya menuruti kemauannya.
Tapi jauh di dalam lubuk hati saya, saya ingin dia disadarkan sendiri oleh hati nuraninya.

Bahwa apa yang dilakukannya salah. Bahwa tipuannya itu merugikan dan betapa tidak berkahnya uang yang didapatkannya dengan cara seperti itu. Sungguh… Jauh di dalam lubuk hati saya, saya ingin kamu sadar. Semoga engkau diberikan hidayah dan segera kembali ke jalan yang benar.

Aaamiiin..

Ya, tulisan ini untuk kamu yang pernah (dan masih) melakukan tipuan serta sedang menipu orang…

Oya, mungkin terdengar aneh. Tapi saya juga berharap ketika si penipu ini sedang menipu, lalu tetiba hatinya berdesir dan sadar kalau yang dilakukannya ini salah. Lalu dia menyesal dan secepat kilat tobat untuk kemudian beralih meminta maaf pada si calon korban dan langsung mengembalikan semua yang dia tipu dari orang-orang yang pernah ditipunya.

Mungkin terdengar nggak masuk akal, tapi semoga ada kejadian seperti ini ya?

 

πŸ™‚

Iklan

18 pemikiran pada “Ditipu, menipu, tertipu

    1. Hahaha..

      Kasih tahu gak yaaa?? :mrgreen:

      Ternyata makin banyak tukang tipu masbro. Di dunia maya maupun di dunia nyata. Blogger juga ada yang tukang tipu.. 😐

  1. Ngga ditegur saja Teh Rini..? itu khan sama saja membiarkan teman kita selalu melakukan kesalahan, tapi mungkin agak sulit ya untuk mengingatkan dia. Kasian ya tuh orang.

    Labrak aja teh..labraaaaak..hehehe.

      1. Alhamdulillah ada yg sependapat…hatur nuhun Kang.

        Teteh punya pengalaman yg memang awalnya ndak enak dan dipelototin sama sobat satu lagi saat teteh mencoba menegur sobat teteh yg lain dgn cukup halus pdhl udah haluuus banget hehehe.. but yg penting kita sudah menyampaikan, siapa tau dia itu belum tau atau khilaf….untungnya sobat yg teteh tegur orangnya ngga tersinggungan, jadi baik lagi…alhamdulillah.

      2. ya lama2 mreka pst sadar, msh ada org yg peduli ngingetin mreka kaya Teteh. hidup Teh Wie hidup mbak Rin hidup blogger * kabur*

  2. Ditipu sama siapa jeung? Gimana klo langsung ditegur dan diingatkan, jangan dibiarkan berlarut, korban bukan hanya njenengan jika tidak dihentikan. Mau asmie bantu negur? yuuk kita lempar klepon … πŸ˜€

  3. mungkin orangnya sadar tapi duitnya udah habis dipake. kelaut aje….. asli saya trauma berat kalo ngomongin masalah tipu-menipu 😦 beberapa waktu lalu pernah ketipu sampe puluhan juta rupiah. #betapa bodohnya saya 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s