Konde siapa?


Aku sedang menyapu bagian kolong meja dan kursi di ruang tamu saat sapuku menabrak sesuatu yang terselip di antara kursi dan meja sudut. Kuarahkan pandangan ke bawah meja dan kuturunkan kepalaku untuk melihat lebih dekat.

Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul. 

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini?

Gambar Model Sanggul Tradisional

“Lho, Dik. Kamu mau ke mana pakai konde segala?” tetiba mas Joko sudah berdiri di sampingku.

“Ini bukan punyaku, Mas.” Aku mencibir ke arahnya.

“Kalau bukan punyamu, lalu punya siapa?”

Kuangkat bahuku. Lalu menggelengkan kepala, “Aku juga nggak tahu, Mas.”

***

“”Duuh.. Rara nggak bisa ditinggal sama sekali nih, Mas..” Ruri mengiba pada Tono suaminya.

“Memangnya kenapa? Apa dia panas?” tanya Tono.

“Nggak sih, Mas. Cuma dia selalu saja terbangun kalau aku tinggal. Mana dia selalu megang rambutku, lagi. Jadinya aku nggak bisa ngapa-ngapain, nih..”

“Selama ini dia nggak begitu kan? Biasanya juga tidurnya anteng.”

“Ooh.. Itu.. Itu karena .. ” Ruri menarik napas panjang, “sebenarnya …”

“Sebenarnya apa?” Tono menjadi penasaran.

“Rara selama ini diam karena aku memberinya konde, Mas.”

“Hah?”

“Iya. Setiap tidur dia selalu punya kebiasaan memegang rambutku. Jadi, kuberi saja konde bekas aku menari waktu kuliah dulu.”

“Trus sekarang, mana kondenya?”

Ruri menggigit bibir bawahnya. Firasatnya mengatakan kalau konde itu terjatuh waktu berkunjung ke rumah kakak iparnya. Dan ia malu menanyakan pada mas Joko.

-selesai-

 

PS:

Iya.. saya sadar sepenuhnya kalau cerita ini nggak nge-twist sama sekali.. 😐

😆

Iklan

11 pemikiran pada “Konde siapa?

  1. terkadang menurutku gag harus twist kali yah *digampar para pecinta ff*, yang penting padat, ceritanya dimengerti, udah.
    salut udah bikin 2 cerita..diriku 1 aja belum hikzz…gag pernah pake konde sih *alesaaan*

  2. Wah, kok saya justru lebih suka cerita konde yang ini yah hehehe…
    Lebih dekat dengan real.

    Saya juga dulunya kalau tidur suka pegang-pegang lengan nenek yang bergelambir hihihi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s