[Berani Cerita #10] SURAT UNTUK LIZA


Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat.
“Liza,” katanya, “aku sedang mencarimu; masuklah ke ruang kerjaku.”
Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya.
Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.

“Liza.. Aku..” Gregory memainkan jemarinya. Dadanya berdegup kencang. Ia terlihat gusar, “Ada yang mau kubicarakan. Tapi…”

“Tenang, Ayah. Aku sudah tahu semuanya.”

“Maksudmu?”

“Tentang surat itu kan?”

“Ya.. Tapi …”

“Oke. Sepertinya sekaranglah saatnya Liza berterus terang, Yah.”

Gregory terdiam. Pandangannya tertuju pada Liza, putri semata wayangnya.

“Sebelum Ayah membawaku ke rumah ini, ibu sudah pernah memberikan sedikit gambaran dan penjelasannya padaku. Ibu bilang …”

“Tunggu dulu.. Apa yang ibumu katakan? Apa dia menyalahkan aku atas perceraian kami?” Gregory memotong ucapan Liza.

“Bukan Ayah.. Bukan itu. Tunggu sebentar. Dengarkan dulu penjelasanku. Ada yang harus aku ceritakan pada Ayah. Dan aku memang menunggu saat yang tepat untuk menceritakannya. Kumohon, dengarkan aku dulu, Yah..”

“Mm.. oke. Lanjutkan ceritamu..”

“Baiklah. Ibu bilang padaku bahwa suatu hari nanti apa yang diceritakan ibu akan terjadi. Dan sepertinya, sekaranglah saatnya.”

Liza menarik napas panjang sebelum akhirnya menghembuskannya perlahan, “Surat yang ada di dalam genggaman Ayah, aku sudah tahu isinya. Dan aku juga tahu siapa pengirimnya.”

“Kamu nggak ngerti Liza … Pengirimnya …” Gregory kembali memainkan jemarinya. Berusaha memilih kata yang tepat agar Liza bisa menerimanya, “Kamu pasti nggak akan percaya kalau aku beri tahu… Pengirimnya …”

“Burung hantu kan, Yah?”

“Tapi.. Bagaimana …”

“Itu surat dari Hogwarts, Ayah. Sekolah penyihir. Dan aku, mewarisi bakat ibu. Bahkan sejak aku dilahirkan, aku sudah terdaftar di sana. Oya, tentang ucapan ayah bahwa foto ibu seakan-akan bisa bergerak dan memandang kita? Itu memang benar.”

“Hai, Mom..!” Liza melambaikan tangannya pada foto Mary yang berada di atas meja kerja Gregory. Dan sedetik kemudian, foto itu tersenyum dan balas melambai padanya.

 

-selesai-

tumblr_lof2oh0NL81ql0nego1_500

banner-BC#10

Iklan

10 pemikiran pada “[Berani Cerita #10] SURAT UNTUK LIZA

  1. setuju agak kurang nampol endingnya yg ini mba bee…
    soalnya pas ditengah baca surat dari burung hantu dan hogwarts..aku berpikir ending yang gmana gituuu hehehe

  2. Jadi yang mana yang masih “waras” atau semuanya memang tidak sedang “waras” karakter tokoh cerita diatas? -it’s ok jeung cuma agak dilebarkan sedikit but still nice kok- 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s