Another story about TV program


Daan.. semakin banyak saja acara nggak mutu di televisi.

Seperti pagi ini. Alasan saya nonton tv salah satunya adalah untuk mendengarkan wejangan dan nasihat para ustadz di pagi hari. Bukan sok suci. Tapi saya perlu mendengarkan hal-hal semacam ini. Jadi kalau hati itu diibaratkan sebagai air yang keruh, dan nasehat atau wejangan yang disampaikan oleh ustadz/ustadzah sebagai airnya maka saya perlu air yang banyak untuk membuat hati saya nggak keruh lagi.

Biar ilmu saya gak cetek-cetek amat, selain wejangan tadi saya juga belajar dari mozaik Islam, biasanya sambil nyuapin anak. Karena nggak mungkin saya nyuapin sambil membaca kan? 😀

Dan setelah itu saya beres-beres rumah. Dan saya jadi sebel sama acara tv pagi ini. Itu apa untungnya ngundang artis yang sok ngartis berpura-pura jadi penerima tamu di sebuah acara pernikahan dan membuat salah satu tamu (yang kelihatan cuma satu, entah ada berapa korban lainnya yang nggak ketangkap kamera :() kerasa banget kesinggungnya.

Come on.

 

Ini nggak mendidik sama sekali.

Saya nggak akan mau nyewa artis untuk datang ke pernikahan anak saya / kerabat saya kalau dia justru nyakitin hati tamu undangan saya.

 

Ini acara pernikahan. Tempat bertemu dan berkumpul saudara, rekan dan para sahabat. Bukan acara televisi yang bisa disaksikan seluruh orang di Indonesia yang isinya cuma joke nggak lucu yang memperlihatkan artis sok ngartis yang nyakitin para tamu undangan dengan kalimatnya yang nggak banget.

 

Please deh. Sejak kapan datang ke acara pernikahan cuma buat cari makan? Kalau saya pribadi, saya memutuskan untuk datang karena diundang dan sang penyelenggara adalah orang-orang yang saya sayangin. Bukan cari makan!

Ini hanya salah satu acara nggak penting lain selain acara para petualang yang kerjaannya iseng nge-gangguin hewan melata lagi asyik-asyik berjemur.

 

Apa ini mau dibahas juga??

Sorry, postingan hari ini agak nyolot.. 😀

 

Tapi senyum saya tetep manis kok.. 🙂 😆

 

Iklan

21 pemikiran pada “Another story about TV program

    1. Macem-macem sih mba.. 😀

      Misalnya “Coba saya lihat amplopnya”.

      “Bawa undangan gak? Kalau nggak gak boleh makan”

      “Amplopnya tebel ya? Kerja di mana? Boleh makan sepuasnya.”

      Apa-apaan ini?

      Bayangin yang ditanya gak bawa amplop misalnya .. ?
      Kebayang kan?

  1. hehehehehehe saya juga heran ma artis2 ni, mungkin udah bingung mo ngelawak gimana lagi :D. info semakin gampang dicari kok tv makin gak mutu iki piye ya. apa gak googling dulu acara mutu itu yg kayak gimana sebelumnya 😀 *lha, kok saya ikut2an curhat 😀

  2. Tell a Lie Vision [ada di blog Raf]….. remember something we talk about beberapa waktu lalu ?
    Jadi yang ada sebagian besar cuma “bohong” semata… , palsu dan penuh kepura-puraan.

  3. ish ish,, jadi ikutan gemeeees dan tambah ilfil sama si ono deh baca tulisan ini. Dan saya mringis baca kalimat ini “Ini hanya salah satu acara nggak penting lain selain acara para petualang yang kerjaannya iseng nge-gangguin hewan melata lagi asyik-asyik berjemur.”

    Banyak yang sengaja dipaksakan ternyata di dunia ini…

    *komen apa ini* 😀 🙂

    1. Etapi ini pendapat pribadi sih. Soalnya udah mulai berjamur si petualang yang mendekati kehidupan si kadal, buaya dan lain-lain padahal stasiun televisi yang satu udah pernah muter. Idenya gak ada yang baru apa yak?

      Coba bayangin deh. Kita lagi asik-asik berjemur tiba-tiba ada yang narik ekor kita? Kesel kan ya?

      *berasa jadi si kadal*

      *eh? :mrgreen:

      😆

    1. Btw itu acara chef Juna kok bintang tamunya selalu genit dan godain chef Juna..pdhal biasanya yg di goda kan cewek bukan cowok hehehe
      #cemburu dgn chef Juna 😛

      1. Karena chef Juna-nya menggoda kan ya?

        Kalau begitu, besok-besok saya bilang ke chef Juna, cobalah setia sama bang Ronal. Gitu kan ya? 😀

      2. ciakakaka..gak gitu juga kale mba bee…
        tapi emang gitu yah kayaknya..cewek itu suka yg cowok yg sok cool kayak chef juna..walau judes tetep aja di godain 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s