[Berani Cerita #9] Jodoh itu misteri


“Sumpah deh.. Gue nggak mungkin suka sama elo.. Siapa elooo??!!”

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Mona, gadis cantik primadona kampus di salah satu perguruan tinggi di kota kembang. Dony, mahasiswa fakultas seni rupa dengan dandanan amburadul yang baru saja mengungkapkan cinta pada sang pujaan hati namun ternyata ditolak mentah-mentah itu hanya terdiam. Ia cukup tahu diri. Menyatakan cinta itu ada dua kemungkinannya. Diterima atau ditolak. Dan kali ini cintanya bertepuk sebelah tangan.

***

Namanya Mona.

Mona Cavalier. Gadis cantik primadona fakultas MIPA. Banyak yang terpesona akan kecantikannya dan tak jarang menghujaninya dengan beragam hadiah. Namun sayangnya, menyadari kecantikan yang dimilikinya membuat Mona jadi angkuh lagi sombong.

Mona merebahkan diri di sofa. Diteguknya jus jeruk buatan Bi Minah. Pandangannya mengarah pada meja kecil di sisi kanan posisi duduknya. Pada tumpukan hadiah yang dialamatkan padanya. Sebuah kotak berwarna merah menyala mencuri perhatiannya. Secarik kartu ucapan tanpa nama pengirim menunjukkan bahwa kotak mungil itu memang ditujukan untuknya. Dibukanya kotak itu perlahan. Sebuah cincin bermata biru yang cantik. Ia pun mencobanya. Dan pas sekali dengan jari manisnya. Mona tersenyum. Ia sangat menyukainya.

67505_159459244222439_203065651_n
cincin bermata biru

Pagi itu hujan masih menyisakan gerimis dan udara dingin di luar sana. Seandainya tidak ada ujian, mungkin Mona akan menarik kembali selimutnya dan meneruskan mimpinya. Tak seperti biasanya, Mona bangun dengan hati berbunga-bunga. Senyum tak pernah menghilang dari wajah cantiknya. Ia baru saja bermimpi bertemu dengan seorang pria tampan dengan jambang tipis di wajahnya. Pria misterius yang memberikan alasan mengapa ia selalu menyunggingkan senyum sepanjang pagi ini.

Mona berjalan tergesa menuju kelasnya. Karena terburu, ia menjatuhkan buku-buku bawaannya. Beruntung seorang pria yang melihatnya langsung mendekat dan membantunya membereskan buku-buku yang berserakan. Selama beberapa detik mata mereka beradu pandang. Mona baru menyadari, pria di depannya memiliki jambang tipis. Pria yang mirip dengan sosok misterius dalam mimpinya semalam.

“Mona?” Suara sang pria membuyarkan lamunannya, “Kamu nggak pa pa?”

“Eh.. iya.. makasih ya. Kamu … ?”

“Aku Dony. Seni Rupa.” Keduanya pun berjabat tangan. Aliran energi yang aneh memenuhi relung hati Mona saat kedua tangan mereka saling bersentuhan. Mona tersenyum manis. Ia sangat bahagia.

Sejak itu hari-hari Mona hanya terisi oleh bayangan Dony. Ia sedang dimabuk asmara. Semua hal tentang Dony membuatnya mabuk kepayang. Hingga puncaknya, meninggalkan semua gengsi, Mona menyatakan cintanya pada Dony. Gayung bersambut, merekapun menjadi sepasang kekasih.

“Lu serius pacaran sama Dony?” tanya Lala, “Bukannya … ?“

“Iya La. Gue yang salah. Dulu gue suka nge-judge tanpa berusaha mengenal seseorang lebih dulu. Gue dulu juga belagu dan songong banget ya? Tapi sekarang gue nyoba membuka hati gue. Dan sepertinya, Dony-lah jawaban cinta buat gue.”

***

Tok.. tok.. tok..

Pintu itu menjeblak terbuka. Aroma dupa seketika menyeruak menusuk hidung. Kepulan asap kelabu terlihat memenuhi ruangan. Dony duduk bersila. Raut wajahnya penuh kemenangan. Pria berjenggot kelabu dengan cincin akik memenuhi seluruh jemarinya telah menunggunya.  

“Mbah.. jampi-jampinya berhasil. Saran Mbah tentang cincin biru itu sukses.. Mona sekarang jadi kekasih saya..”

-selesai-

banner-BC#09

FF ini dipersembahkan untuk memeriahkan [BeraniCerita #9]

Quote:

If you judge people, you have no time to love them. ~Mother Theresa

Iklan

33 pemikiran pada “[Berani Cerita #9] Jodoh itu misteri

  1. Mbak aku kok bisa nebak dr awal ya endingnya. apalagi setelah cincin permata biru. hehe tersirat halus. overallis KEREN 🙂

  2. haha, jadi inget suasana kampus. kebetulan fakultas saya itu fakultas bahasa dan seni. jadi jurusan bahasa dan seni digabung. dan emang, anak2 seni rupa dandanannya rata2 ajaib. hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s