Mau eksis? Eksislah yang terhormat.


Berinteraksi di dunia maya itu banyak resikonya. Eh bukan berarti di dunia nyata nggak ya?

Tapi yang mau saya bahas sekarang adalah interaksi di dunia maya. Dengan berinteraksi melalui sosial media.

Entahlah. Jaman yang udah mulai berubah atau memang jaman sekarang orang-orang lebih mudah mengungkapkan pikirannya, perasaannya dan segala sesuatunya lewat media sosial.

Istilahnya adalah eksis, narsis atau apapunlah namanya.

Nggak puas hanya sekedar punya akun facebook, mereka meracau di twitter dan kini mulai menuangkan pikiran yang katanya secara terbuka lewat blog. Bukan. Bukan saya melarang atau ambil pusing dengan hal ini. Dan lagi ini juga salah satu cara saya belajar memahami manusia. Jadi biarkan saya selesaikan dulu tulisan saya. Oke?

Nah, masalahnya terkadang ada orang yang tidak menempatkan media sosial secukupnya. Okelah kalau mereka mau mengadu nasib dan peruntungan dengan menjadi seorang pengejar kuis. Ikut kuis di twitter, FB atau posting sebuah tulisan dengan memeriahkan ajang blog contest. It’s okay. Itu boleh-boleh aja. Dan sah juga. Tapi.. ketika akhirnya pengumuman juara udah dipajang dan ternyata nama kita nggak ada di sana, ya legowo. Ya diterima aja. Terima kalau rezeki kita bukan di sana.

Dan lucunya, ada yang menganggap kalau ajang contest blog dan kuis bagi-bagi rezeki itu sebagai sesuatu yang serius. Maksudnya, ketika seseorang menang di sebuah lomba entah kontes ataupun kuis, masih aja dipertanyakan. Itu pakai cara diundi atau penilaian juri sih?

Duuh.. buat apa sih?

Kalau saya pribadi percaya, kalau rezeki itu nggak akan tertukar. Kalau memang rezekimu, meskipun ada di dalam tanah kalau memang rezeki itu teruntuk dirimu, ya pasti akan tiba saatnya engkau terima.

Itu aja yang pengen saya sampaikan. Nggak usah panjang lebar. Karena jujur aja, saya agak ngerasa terganggu waktu ada dua orang yang sama-sama pengejar kuis dan blog contest, ribut masalah hadiah dan saya ikut-ikutan di-tag.

Saya bukan kuis hunter, GA hunter atau apapun sebutannya. Sesekali saya memang ikutan, semata karena temanya saya kuasai atau penyelenggara GA-nya adalah teman baik saya. Jadi saya ini hanya penggembira. Hanya ikut memeriahkan saja.

Demikian penjelasan saya. Kalau mau ribut, ribut aja sendiri ya. Jangan bawa-bawa (mention atau tag) nama saya. Dan kalian udah di atas dua puluh tahun. Atau malah tiga puluhan. Malu ama tetangga. Malu ama anak-anak yang udah mulai bisa baca. πŸ˜†

Kalau mau eksis, yang lebih kerenlah. Misalnya nulis novel atau buku motivasi yang keren gituloh. Nanti saya baca.. πŸ™‚

Okay?

Case closed!

Image138

Iklan

12 pemikiran pada “Mau eksis? Eksislah yang terhormat.

    1. Saya nggak kesel kok mas Ronal. Cuma ngerasa nggak nyaman aja kalau nama saya ditag dengan kasus yang nggak berhubungan sama sekali dengan saya. πŸ˜€

      Demikian dan terima kiriman black forest.. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s