PromptChallenge # Parfum


Seorang pria berambut botak berjalan sendirian di sebuah mall. Sebagian besar rambutnya yang masih tersisa dipenuhi rambut berwarna kelabu. Perut buncitnya terlihat menonjol dalam balutan jaket kulit berwarna gelap. Tak lama seorang SPG tersenyum ramah ke arahnya.

“Pak, mau cari hadiah buat istrinya? Ini lagi ada promo diskon lho. Silakan Pak, ini contohnya,” gadis itu mengangsurkan sebuah kertas persegi panjang kecil yang telah disemprotkan sedikit parfum.

il_570xN.211068398

Si bapak berjaket kulit mencium sekilas kertas itu. Namun matanya tak lepas menatap gadis di depannya dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Ia tersenyum. Senyum aneh dan tidak wajar.

“Atau mau lihat koleksi parfum yang terbaru? Yuuk, masuk sini saja, Pak. Sambil lihat-lihat dulu,” ajaknya.

Sang gadis mengajak si bapak menuju ke tengah area pameran sambil terus menawarkan produk, dan si bapak berjalan di belakangnya seakan terhipnotis.

“Yang ini parfum yang dipakai Lady Gaga. Harganya cuma Rp 990.ooo lho, Pak. Cocok buat hadiah. Atau yang ini? Ini koleksi Hermes kami. Bagaimana, Pak? Apa ada yang cocok?”

parfum_termahal

“Masih virgin?”

“Gimana, Pak? Ooh maksudnya original? Iya.. tentu saja semuanya original. Bapak nggak usah khawatir. Kami jamin 100 persen keasliannya.”

Si bapak tidak melepaskan pandangannya pada si gadis. Dan pandangan tajam dan terkesan nakal itu membuat sang gadis jengah. Ia berhenti tersenyum.

“Kalau Mbak-nya berapa?”

“Maaf, Pak?” sang gadis bertanya kembali, takut salah dengar. Untuk sesaat ia merasa familiar dengan wajah pria di hadapannya. Segera ditepisnya perasaan negatif yang sempat terbersit di kepalanya.

“Harganya? Ooh untuk koleksi parfum wanitanya ada di sebelah sini, Pak. Yang ini harga  counter-nya Rp. 1.320.000 tapi sekarang tinggal 1.215.ooo saja. Ini yang ukuran kecil, setelah diskon tinggal Rp 475.000. Kalau untuk parfum laki-lakinya…”

Belum selesai sang gadis menyebutkan harga produk yang lain si bapak genit pun memotong ucapannya.

“Saya tertarik sama Mbaknya. Kalau Mbaknya berapa?” katanya dengan senyum genit yang mencurigakan.

Sang gadis spontan memutus pandangan dengan menunduk. Sepintas ia melirik tangan kiri si bapak dan mendapati buku saku bertuliskan undercover story. Terjawab sudah pertanyaan dalam benaknya dan kecurigaannya pun kini beralasan. Bahwa pria di hadapannya ini memang terlalu banyak berimajinasi.

“Maaf Pak, tunggu sebentar,” ia berjalan menuju sebuah meja besar dan mengambil sebuah katalog.

Dengan tegas ia berkata.

“Ini ada katalog barang-barang koleksi kami. Bapak bisa lihat beberapa parfum yang di antaranya sudah saya tawarkan. Dan semuanya adalah parfum original. Silakan Bapak bawa pulang. Jika ada yang menarik minat Bapak, bisa langsung menghubungi kami. Dan satu lagi, saya tidak termasuk barang yang ditawarkan. ”

“Oh ya. Bapak ini ayahnya Manda kan? Manda yang rumahnya di jalan Bengawan? Sampaikan salam saya untuk Manda dan Tante Nayla. Saya Sisca, teman sebangku Manda.”

Sisca meninggalkan si bapak berjaket hitam yang kini kehabisan kata-kata. Hanya satu kata yang terngiang-ngiang di benaknya saat ini.

Mateeekk. Ucap batinnya.

-selesai-

 

 

[Pesan moral:
Hati-hati pada bapak-bapak genit yang berkeliaran di mall. Dulu jaman saya kuliah, pernah ketemu mbak-mbak yang ketakutan sampai nggak berani keluar dari toilet karena dikuntit oom-oom genit. Nggak tahu kalau sekarang, masih ada nggak oom-oom genit model begini.. 😛

Nah.. kalau mas-mas serta bapak-bapak blogger yang ada di sini, nggak genit kan ya? :mrgreen: :D]

Iklan

55 pemikiran pada “PromptChallenge # Parfum

  1. wkwkw.. saya genit gak yah hahaha 😀 sebenarnya wajar terkadang imajinasi seorang cowok itu liar ya dan terkesan nakal tapi alangkah tidak bijak jika diperlihatkan di muka umum apalagi dengan tindakan cabul dan asusila 😛

  2. teman saya pernah juga kena om-om genit padahal dia cowok, ngakak aja denger ceritanya yang dikasih no hp ma no kamar hotel tu si om, mantap mbak

      1. Maksudnya gimana mba Ely? Saya yang follow mba Ely? Bisa kok mba. Jadi pencet unfollow dulu, trus di-follow lagi. Kalau pindah alamat blog baru memang seperti itu. Harus unfollow dulu.

        Begitukah maksudnya?

  3. Sentilan untuk oknum om-om. Alurnya berjalan menarik. Tapi saya ingin memberi sedikit saran, alangkah baiknya tidak ada pesan moral yang dijelaskan secara gamblang di bawah cerita. Biarkan pembaca berpikir dan menebak-nebak. Pesan moral yang baik ialah tersembunyi. Semoga berkenan. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s