Teman baikku


Aku dan Bagas berteman baik. Baiiik sekali. Tak ada satupun kisahnya yang aku gak tahu. Dia punya berapa mantan pacar? Aku tahu.

Siapa dari pacar-pacarnya itu yang paling disayangi? Aku tahu. Jawabannya nggak ada. Nggak satupun yang dia cintai.

Semua dipacarinya karena sebuah alasan. Ria? Karena Ria anak orang kaya. Santi? Karena Santi pintar pelajaran Fisika. Laras? Karena ia pintar memasak. Nyimas? Rajin dan modis. Dan Paramita kekasih terakhirnya karena ia bersedia memberikan tumpangan pulang – pergi ke kampus setiap hari.

Dasar Bagas!

Dasar playboy gadungan.

***

Bagaimanapun kami berteman baik. Kami bagaikan saudara kandung yang memiliki dua bapak dan ibu. Kami teman sekasur, kami teman senang dan susah. Dan biasanya Bagas baru ingat padaku kalau dia lagi susah.

Begitulah Bagas.

“Ron, aku minta bantuanmu,” pinta Bagas suatu hari.

Permintaan ini bukan untuk yang pertama kalinya. Mungkin sudah ke dua ratus tujuh puluh sembilan. Hehehe

Aku hanya menatapnya tanpa bersuara. Ia sudah tahu kalau aku pasti bisa diandalkan. That’s what friend are for kan?

“Aku lagi menghindari Sari nih,”

“Lalu?”

“Kamu ada ide?”

Aku menggeleng. Bagaimanapun urusan dengan wanita aku angkat tangan. Aku nggak pernah menjalin cinta. Sudah ciut duluan sebelum aku berani maju. Dan kebanyakan aku kalah start. Semua cewek yang aku taksir melirik ke arah Bagas. Aku nggak punya kesempatan.

“Tapi kamu mau bantuin aku kan?”

Aku mengangguk.

“Oke. Ini ideku.”

Dan akupun menyanggupi permintaannya.

Aku duduk di sebuah kursi sesuai dengan permintaan Bagas. Katanya Sari akan menemuiku. Eh maksudnya menemui Bagas. Tapi kali ini aku yang diutus.

“Lho, Ron? Bagas mana?” tanya Sari.

“Ngg.. anu. Bagas nggak bisa datang, Sar.” Aku mengucapkan dialog sesuai dengan permintaan Bagas. Intinya Bagas nggak gentle. Mau mutusin Sari tapi minta bantuanku.

Dan siang itu Sari menangis di bahuku. Entah mengapa semenjak hari itu aku seakan tersadar. Aku harus membuat perubahan.

***

Rony mulai bersikap aneh. Dia nggak mau lagi kumintai pertolongan. Semenjak aku minta bantuannya menemui Sari tempo hari, Rony berubah 180 derajat.

Dan pagi ini kuketahui alasannya. Ternyata ia mulai dekat dengan Sari.

Ya. Sari.

Sari yang kuputuskan seminggu yang lalu.

Sialan!

Jadi ini sebabnya kamu menghindariku? Menghindari setiap ajakanku untuk sekedar ngopi dan berburu buku murah diskonan? Seperti yang biasa kita lakukan.

Aku cemburu. Cemburu sekali.

Apa Rony nggak tahu kalau selama ini aku pacaran sana sini hanya karena dia? Bahwa selama ini aku cuma ingin membuatnya cemburu?

Ya, Ron. Itu alasan sesungguhnya kenapa aku gonta ganti pacar. Tak lain supaya aku mendapat perhatian dari kamu. Karena sesungguhnya aku sangat mencintai kamu.

-selesai-

Iklan

7 pemikiran pada “Teman baikku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s