Pertemuan rahasia


Teruntuk: lampu bohlam

#2 Pohon

 

Tiba-tiba saja kau masuk ke dalam kamar. Dengan tergesa kau tarik tubuh mungilku. Lalu mengintip ke kiri dan ke kanan. Menyembunyikanku tepat di belakang punggungmu. Aku terdiam. Kurasakan detak jantungmu berdegup kencang. Dari jarak sedekat ini, aku bisa mencium aroma tubuhmu yang khas.

Perlahan kau menarikku keluar dari kamar. Berusaha keras menyembunyikan aku di sisi kiri tubuhmu yang kekar. Menutupiku dengan lenganmu agar tak terlihat oleh siapapun.

Disembunyikan.

Lalu kau bawa aku ke bawah pohon rindang. Tempat kau menghabiskan waktu mencari inspirasi dan menulis sebuah lagu. Tempat kita biasa bertemu, tanpa seorangpun mengetahuinya.

Aku lelah pada cara seperti ini. Semua serba tersembunyi. Seakan kau malu bercengkerama denganku. Apa salahku? Mengapa kau begitu padaku? Saat kita bersama, kurasakan sebuah ikatan kuat terjalin. Kita sama-sama bahagia. Saat kita menyatu, nada-nada cinta selalu tercipta. Seperti saat ini.

Setiap kali kau mendekat, aku pasrah tak berkutik. Aku tak kuasa menolakmu. Dan untuk yang kesekian kalinya aku serahkan diriku padamu. 

Kau dekatkan bibirmu, dan aku pasrah tak berkutik. Tak lama nada-nada cinta memenuhi udara. Saat kita berdua menyatu.

Hanya aku dan kau.

Seandainya mereka tahu dan kau tak malu mengakui kebersamaan kita, entah apa yang akan terjadi. Mungkin cerita tentang kita tak hanya disaksikan tiupan angin dan pohon besar berukir namamu dan namanya.

Ya, namanya. Karena aku hanyalah alatmu menyampaikan jutaan rindu dan luapan cintamu padanya. Dalam kebersamaan kita dan nada-nada cinta yang tercipta dalam lantunan nada syahdu. Seandainya mereka tahu kepiawaianmu memainkan melodi bersamaku, aku yakin mereka semua akan memujamu.

Dan aku harus pasrah, bahwa kebersamaan kita menjadi hal memalukan bagimu. Begitu kan?

***

734711_10200217607818442_555843035_n

Tono duduk sendiri di bawah pohon jambu. Masih terngiang dalam ingatannya hinaan Boy, sahabatnya yang kini tinggal di ibu kota.

“Main musik kok seruling?! Gitar dong Ton! Itu baru keren..” cibirnya.

Ah sebodo amatlah. Batin Tono.

Didekatkannya seruling itu ke arahnya. Mereka bercumbu. Dan nada-nada cinta pun menggema di udara.

-selesai-

306/500

Iklan

4 pemikiran pada “Pertemuan rahasia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s