[Berani Cerita #1] Rumah Hantu


Aku mendengar suara orang-orang berbisik di depan rumahku. Kebanyakan anak-anak seusia Odet, anak bungsuku. Kudekati pintu depan rumahku. Mencuri dengar percakapan mereka.

“Kamu tahu nggak? Rumah ini rumah hantu.” Seorang anak bertubuh sedikit bongsor memulai percakapan.

rumah seram

Tiga anak yang lain ternganga di sekitarnya. Aku mengintip dari balik jendela.

“Kata siapa?” tanya si kuncir dua.

“Kata papakulah!” si bongsor menjawab dengan tegas.

Si kurus hanya mampu terdiam. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Semua ikut terdiam, dan gadis berambut kepang panjang sepinggang di sampingnya berbicara pelan untuk menenangkan teman-temannya.

“Kata Bu guru, kita nggak perlu takut sama hantu. Kita bolehnya takut sama Allah,” ia tersenyum lebar. Mendengar ucapannya, anak-anak itu tersenyum, setuju dengan ucapannya.

Aku mengangguk-angguk. Menyetujui ucapannya. Gadis itu memang benar.

Baru saja semuanya tersenyum bahagia tetiba anak-anak itu sudah ramai saling berteriak.

“Waaaaaaaaaa…. Hannntuuuuuuuuu….!!”

Jeritan keras terdengar di udara. Aku mengintip dari balik jendela untuk melihat apa yang terjadi. Di sisi kananku sekelebat bayangan putih memasuki pintu depan yang tertutup. Odet berjalan menembus pintu dengan pandangan mengarah ke bawah. Wajahnya terlihat sedih.

“Katanya mereka nggak takut hantu. Tapi mereka kabur melihatku,” sesalnya.

Kutatap Odet penuh kasih. Membelai kepalanya yang nyaris putus.

-selesai-

192/500 kata

Iklan

9 pemikiran pada “[Berani Cerita #1] Rumah Hantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s