#Postcardfiction: Jangan Menungguku (Pink Theme)


Akhirnya saya ikutan lagi #Postcardfiction-nya KampungFiksi. Tantangan kali ini agak berbeda dari biasanya. Karena kita diminta untuk mengirimkan langsung tulisan flash fiction kita di atas sebuah kartu pos. Hanya satu buah kartu pos saja, nggak boleh bersambung. Saya pun mulai googling ukuran kartu pos, men-settingnya di halaman Microsoft Word, lalu mulai menuliskan flash fiction saya di settingan kertas yang sudah saya buat tadi. Dan ternyata ruangannya ukuran kertasnya keciil sekali. 😦

Saya pun mulai memutar otak agar ukuran kertas tadi cukup dengan cerita yang saya buat. Dan bagaimanapun kerasnya usaha saya untuk mengutak-atik cerita, jumlah kata yang cukup untuk bias dituliskan di atas kartu pos tadi ternyata tidak lebih dari 200 kata. 😐

Sebenarnya bisa juga pakai alternatif lain dengan menulis langsung dengan tulisan tangan di atas kartu pos tadi. Tapi saya menghindari jika panitia tidak bisa kesulitan membaca tulisan tangan ceker ayam saya. 😀

Jadi saya putuskan untuk mengetiknya saja.

Inilah flash fiction yang nekad berhasil saya kirimkan Sabtu pagi yang lalu, 2 Maret 2013:

JANGAN MENUNGGUKU (PINK THEME)

295459_4296776896832_916742817_n
doc. pribadi
JANGAN MENUNGGUKU - PINK THEME
Scan postcard 1: Jangan Menungguku – rinibee (Pink Theme)

“JANGAN MENUNGGUKU” by rinibee

 

Hey kau.. sedang apa di sini? / Aku menunggumu..

Menunggu? Untuk apa? / Untukmu membuka diri padaku…

Tapi aku bukan orang yang mudah jatuh hati. Tak mudah aku bisa mencintai. / Ah ya.. tak apa.. aku akan sabar menunggumu..

Kau yakin? Karena aku bukan orang yang suka dikekang, aku pemarah, aku tidak sabar, aku ceroboh dan  masih banyak yang lain. / Begitukah? Itu bukan alasan aku untuk berhenti menunggumu..

Aku punya banyak keinginan. Aku pemimpi dan aku punya segudang cita-cita untuk diwujudkan./ Kalau begitu, aku justru punya alasan kuat untuk tetap menunggumu. Hingga nanti aku bisa menjadi bagian dari setiap episode hidupmu, dan berada di sampingmu saat  kau berusaha mewujudkan semua mimpi-mimpimu itu..

Kau pantang menyerah ya? / Terserah sebutanmu. Yang aku tahu, aku hanya ingin menunggumu..

Pergilah! Jangan menungguku! Untuk apa kau menungguku? / Aku tak tahu apa namanya. Tapi bagiku engkau pantas untuk ditunggu..

Sampai kapan kau menungguku? / Kurasa.. sampai habis penantianku..

Dasar keras kepala..! Berhentilah menungguku…
dan bawalah aku bersamamu!

-selesai-

Iklan

3 pemikiran pada “#Postcardfiction: Jangan Menungguku (Pink Theme)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s