“Kuis Seven Days by. Rhein Fathia” Liburan impian saya? Pulau Umang saja..!


Pagi ini saya blogwalking ke blog-nya Rhein Fathia. Yup, dia novelis yang baru aja launching novel COUPL(OV)E itu lho. Nah dalam rangka peluncuran novelnya (lagi) SEVEN DAYS yang juara 1 Lomba Novel Romance Qanita, Rhein pun ngadain kuis. Pertanyaannya:

“Anggap ada yang mau bayarin kamu jalan-jalan ke mana aja, nggak peduli berapa biayanya. Kamu diberi waktu selama TUJUH HARI dan haarus mengajak SATU orang saja. Ke mana kamu akan pergi traveling, sama siapa, dan apa alasannya?”

Waah.. Kalau disuruh berandai-andai gini saya bisa doong.. :mrgreen:

Inilah jawaban saya.

Kalau dibayarin liburan gratis, nggak usah jauh-jauh, cukup di negeri sendiri aja. Saya pengennya ke Pulau Umang.

Bicara liburan, sebenarnya kepengennya sih saya ngajak seluruh keluarga. Ya bapak saya, mama saya, ibu mertua saya, anak-anak juga kakak-kakak saya serta para keponakan. Namun berhubung cuma boleh ngajak 1 orang saja. Maka… saya pun mengajak bapaknya anak-anak saya. Suami saya.. 😀

Oh ya, dulu setelah menikah saya belum sempat jalan-jalan bulan madu berdua sama suami saya. Kebetulan cutinya nggak lama, udah harus langsung kerja lagi. Belum sempat ngatur liburan khusus berdua aja, eh saya udah keburu hamil. Jadi selama ini liburannya rame-rame terus, dan kalau nggak pas hamil ya bareng anak-anak dan keluarga besar. Jadi pengen deh sekali-sekali cuma berdua aja sama suami saya. Bulan madu yang telat! Hahaha..

Maaf ya kakak Syifa dan dede Reina.. 😦

Nah.. sekarang kita kembali lagi ke tujuan liburan kita tadi. Pulau Umang.

Di manakah Pulau Umang itu? Ini petanya.

PETA10-clr-ok4
sumber: website resmi Pulau Umang

Peta-P

Pulau Umang itu terletak di daerah Ujung Kulon, dekat Pandeglang – Banten. Bagi saya pribadi, liburan ke Pulau Umang itu bener-bener liburan yang diperuntukkan untuk lari dari kejenuhan dan rutinitas harian kita. Berbalik 180 derajat dengan tempat tinggal kami di Bandung yang merupakan daerah pegunungan, Pulau Umang membawa saya pada suasana ‘anak pantai’. Dan saya suka liburan di pantai. Yippiee…! 😀

Kalau pantai doang kenapa nggak ke Ancol atau ke Bali?

Nah.. masalahnya, kan tujuan saya liburan kali ini adalah untuk bulan madu.. *uhuk!*. Bulan madu itu waktu untuk berdua dengan pasangan kan? *ehm :D* bukan rame-ramean. Kalau Ancol dan Bali terlalu ramai buat saya.. 😀

Jadi yang keinget kalau ke Bali atau Ancol adalah wisata belanjanya *halaaagh.. :D*, sedangkan Pulau Umang memang diperuntukkan untuk pasangan yang ingin menikmati suasana ‘pantai pribadi’. Ih sok tahu banget deh rinibee ini, mungkin itu beberapa pikiran anda ya?

Ya saya tahu lah. Kan saya pernah diajak liburan ke sini, tapi waktu itu rame-rame dan juga bareng sama Syifa kecil sedangkan Reina masih di dalam perut. Makanya saya bertekad, ntar kalau ada yang mau bayarin liburan gratis untuk bulan madu, saya nggak nolak kalau ke Pulau Umang lagi.. Hihihi.. :mrgreen:

Oke, saya gambarkan sedikit ya gimana suasana di Pulau ‘pribadi’ Umang ini.

dsc_0025

Sebelum memasuki kawasan Pulau Umang, kita diminta mengantri dulu sebentar untuk menunggu kapal boat yang akan membawa kami menuju pulau Umang. Jadi dari ‘parkiran bus’ kami cuma tinggal naik kapal saja. Koper dan tas gedenya biar menyusul. Lalu kami diminta untuk langsung masuk ke dalam ‘rumah’. Yup.. tempat penginapannya berbentuk rumah gazebo yang terdiri dari dua kamar. Begitu memasuki kawasan Pulau Umang, aura pantainya kerasa banget. Dengan background debur ombak, saya memasuki kamar kami. Dan langsung… jatuh hati!

Siapa yang nggak jatuh hati dengan tatanan kamarnya yang manis nan romantis. Sayang nggak ada gambarnya.. :D. Kamar mandinya pun dibentuk cantik dan manis. Sungguh, suara debur ombak kedengeran sepanjang hari. Nggak bakalan bosen. Saya saja sampai lupa waktu karena suasananya kerasa libur mulu.. 😀

Jangan harap ada minimarket! Jadi kalau mau, nyetok dulu ya? Termasuk pembalut dan lain-lainnya. Di sana kerasanya kita bener-bener jauh dari keramaian. Tuh, cocok banget buat bulan madu kan?

Oya, penataan antara ruang keluarga dengan tempat tidur pun sangat mirip dengan rumah impian saya.. *ngimpi mulu.. :D*

Dari dulu saya selalu pengen punya rumah yang antara tempat beraktifitas dengan tempat untuk tidur itu kepisah. Kurang lebih gini gambarannya.

Jadi ruang di bagian bawah memang sengaja dibuat untuk beraktifitas (mandi, nonton TV –well, TV nggak sering dinyalain kalau liburan kayanya- atau sekedar bercengkerama dengan pasangan, duduk-duduk sambil bersenderan atau apalah terserah kalian, be creative! :D- sementara di atas adalah ruang tidur, yang dihubungkan melalui tangga kayu di sisi sebelah kirinya. Tangga yang khusus menuju tempat tidur. Khusus buat tidur. Dan lagi-lagi kecantikannya bikin saya meleleh. Karena tempat tidurnya cantiiik banget dengan kelambu di atasnya. Mirip tempat tidurnya putri dari negeri 1001 malam. Di bagian atapnya dibuat terbuka, supaya bisa melihat bintang-bintang.

🙂

Sepintas mirip gini, tapi percayalah di sana jauh lebihh cantiik.. 😀

pulau-umang-3

Sama seperti di pantai lain di seluruh dunia, di sini kita juga bisa lihat sunset dan sunrise.

Nah, kalau pagi hari, kita bisa lihat pemandangan secantik ini.

DSC_0079
hello!
DSC_0077
morning!
DSC_0081
happy day!

Agak siang dikit.

DSC_0002
si cantik

Pulau Umang juga surganya bagi pencinta olahraga air. Sebut saja apa yang kamu suka? Banana boat? Speedboat? Snorkeling? Diving? Yuuk..!

Sayangnya, waktu saya liburan kemarin saya nggak sempet nyobain menyelam, karena lagi hamil anak kedua. Etapi diving ada nggak ya? *halaagh*. Ntar kalau liburan lagi, mau ah nyobain menyelam. Dan baru nyobain snorkeling aja udah nyenengin bangeet.. Sayang nggak bisa moto di dalam lautnya. Mendingan mampir ke sini ya buat lihat gambar-gambarnya lebih lengkap.

Itu cerita saya seputar liburan ke Pulau Umang. Supaya nggak hoax, ini foto saya di depan Pulau Umang.

DSC_0394
our little family.. 🙂

Di sini saya kelihatan gede ya? Iya, itu di dalam perut saya ada Reina.. 🙂

Oh iya, udah menjawab kuisnya Rhein belum ya?

Kalau diajak liburan 7 hari saya milih ke PULAU UMANG. Bolehnya cuma ngajak 1 orang aja. Sama siapa? Ya sama bapaknya anak-anak saya, yaitu suami saya. Alasannya? Karena Pulau Umang cocok untuk bulan madu, sementara dulu pas pertama nikah saya belum pernah sempat pergi bulan madu (kesian deh! :D). Hehehe.. 😀

Simple kan?

Udah gitu aja. Ini ngomongin liburan kan ya?

Oya, ada alasan lain kenapa liburannya nggak terlalu jauh. Soalnya saya ninggalin dua balita selama 7 hari (ini pede bener ada yang ngebayarin liburan :D) jadi yang terpikir di kepala saya ya liburan yang deket-deket aja tapi tetep romantis. Ntar kalau anak-anak udah agak gede mau ah saya liburan ke Lombok.. 🙂

Tulisan ini diikutsertakan untuk kuis novel Seven Days-nya Rhein Fathia.

sevendays 3
seven days by rhein fathia
Iklan

9 pemikiran pada ““Kuis Seven Days by. Rhein Fathia” Liburan impian saya? Pulau Umang saja..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s